Pendidikan Yang Membahagiakan Anak

Kita sering mendengar bahwa anak-anak Indonesia terbebani oleh jumlah pelajaran yang terlalu banyak. Plus ada lagi les luar sekolah sampai malam hari.

Di kesempatan lain kita membaca siswa nekat melakukan hal-hal negatif karena nilai ujiannya yang jelek. Atau mereka nekat karena tidak lulus ke sekolah idaman. Dan masih banyak berita duka tentang pendidikan di negeri tercinta.

kihajardewantara

Saya ingin berbagi pandangan saya setelah sekitar 20 tahun menekuni dunia pendidikan Indonesia secara praktis dan teoritis.

  1. Beban belajar anak-anak kita memang tergolong berat. Baik kita litihat dari sisi kuantitas – banyak sekali mata pelajaran yang harus diikuti siswa bahkan lebih dari 10 mata pelajaran. Juga dari sisi kualitas kedalaman materi kita termasuk tinggi. Misal FPB KPK sudah diajarkan di tingkat SD sedangkan di negara lain misal Singapura FPB KPK adalah materi SMP.
  2. Pendidikan yang tidak punya strategi membatasi teori dan praktis. Maksud saya beberapa materi ajar yang sebaiknya diajarkan dan diujikan – bila perlu – secara praktis tetapi diganti secara teoritis. Misal anak-anak disuruh mencatat gerakan berenang secara bertahap. Tapi mungkin saja tidak pernah praktek renang.
  3. Makin banyak belajar makin baik adalah pandangan yang salah kaprah. Saya memperhatikan beberapa orang menilai jika seorang siswa belajar dari bangun tidur sampai malam hari jelang tidur adalah cara belajar yang baik. Sehingga anak-anak mendapat beban belajar dan PR yang begitu banyak. Menurut saya jumlah jam belajar yang baik adalah yang tepat – tidak banyak dan tidak sedikit. Berapakah jumlah jam belajar yang tepat? Tugas para ahli untuk menentukan ini dengan penelitian yang detil dan bertanggun jawab.

Bagaimana menuru Anda?

Sala hangat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s