Anggaran Pendidikan Besar Hasil Tidak Maksimal

Dunia pendidikan kita masih menghadapi banyak persoalan serius. Kita perlu terus mencari cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ketersediaan anggaran yang memadai adalah salah satu kuncinya. Tetapi anggaran pendidikan besar belum tentu memberi hasil maksimal.

Wakil presiden JK menyampaikan langsung di depan mendikbud dan PGRI,

“Biaya atau anggaran yang tertinggi dari sektor di negeri ini hanya 20 persen, pendidikan. Kita juga sadar begitu banyak jutaan orang yang sekolah. Kita harapkan dengan anggaran sebesar ini gimana memperoleh hasil yang sepadan,” ucap JK di Gedung Guru Indonesia, Jalan Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Selasa (10/7).
“Dari beberapa statistik BPS mengatakan tingkat pendidikan kita masih rendah dari negara-negara ASEAN, lebih rendah dari Malaysia, Singapura, dan Thailand,” ujar JK.
Menteri keuangan Sri Mulyani memberi sindiran pedas tentang dana setifikasi guru,
“Kami berpikir kualitas guru ada sertifikasi. Tapi sekarang sering sertifikasi enggak mencerminkan apa-apa, hanya prosedural untuk mendapat tunjangan.”

APIQ Tulungagung Beraksi

 

Masalah ini menjadi tantangan kita bersama khususnya bagi Mendikbud dan Presiden Jokowi.

Berikut ini beberapa ide untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita dari saya.

  1. Kementrian perlu memetakan secara benar dan rinci dari penggunaan dana pendidikan yang besar yaitu 20% APBN sekitar 440 T rupiah dan meningkat tiap tahunnya.
  2. Dari peta yang jelas maka menteri dapat menganalisis penggunaan anggaran. Apakah ternjadi penyimpangan atau kebocoran. Perbaikan dilakukan pada bidang yang menyimpang atau bocor.
  3. Apakah terjadi penggunaan anggaran yang tidak efektif dan tidak efisien?
  4. Seritifikasi guru merupakan program yang bagus untuk meningkatkan kualitas guru perlu improvisasi agar benar-benar efektif. Seharusnya sertifikasi tidak berbasis hasil tetapi lebih berbasis kepada proses. Maksudnya, selama ini guru yang sudah sertifikasi maka mereka berhak mendapat tunjangan. Seharusnya tunjangan memberikan motivasi kepada guru yang benar-benar berproses menjalankan pengingkatan kualitas guru.
  5. Terapkan prinsip percaya kepada guru dan SDM. Maksudnya beri kepercayaan penuh kepada guru untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dengan mengurangi beban administrasi. Karena kurang percaya kepada guru maka guru sering dibebani dengan tugas administrasi sehingga kurang fokus pada kualitas. Sebaiknya guru fokus kepada kualitas dengan tanggun jawab administrasi yang minim saja.

Masih banyak ide-ide perbaikan dunia pendidikan Indonesia yang akan saya tuliskan pada kesempatan berikutnya. Misalnya kita perlu fokus juga kepada siswa dan perkembangan teknologi yang disruptif. Siswa sekarang adalah generasi milenial yang sejak lahir sudah digital sehingga kita perlu memikirkan sistem pendidikan di dunia digital. Perkembangan teknologi saat ini sering disruptif di mana bisa menghapus teknologi sebelumnya maka dunia pedidikan perlu memanfaatkan teknologi dengan tepat guna.

Untuk menjalan beberapa ide perbaikan di atas kementerian pendidikan dan kebudayaan bisa melalukan dengan mandiri. Tetapi lebih bagus juga bila riset perbaikan pendidikan ini dilaksanakan secara terus menerus dengan memberikan beasiswa penelitian S1, S2, S3.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s