(2) Kompetisi Tingkat Pertama Harus Diatasi

Seleksi alam memainkan peran bagai kompetisi beragam spesies untuk beradaptasi. Mereka yang kuat, mampu beradaptasi, mampu berevolusi akan bertahan sampai sekarang. Dinosaurus adalah makhluk kuat dan cerdas. Tapi dino kurang beruntung dalam perjalanan evolusi ini. Maka mereka punah. Teori evolusi ilmiah lengkap dengan ilustrasi fiksi ilmiah memberi kita gambaran jelas kompetisi antar spesies dalam menjalani seleksi alam.

Manusia, di sisi lain, adalah makhluk cerdas tapi lemah secara fisik. Kecerdasan manusia mampu membimbingnya untuk beradaptasi dengan alam. Manusia tetap bertahan hidup sampai sekarang ini. Manusia tidak punah dan masih terus evolusi.

Sejarah alam semesta penuh dengan kompetisi. Bagaimana cara mengatasi kompetisi ini?

Kali ini Paman APIQ akan berbagi cara mengatasi kompetisi, memenangkan kompetisi, dan menghilangkan sisi negatif dari kompetisi atau setidaknya meminimalkan sisi negatif.

Pada tulisan terdahulu, Paman APIQ membagi kompetisi menjadi tiga tingkat. Pada kesempatan ini kita akan membahas kompetisi tingkat pertama. Sedangkan tingkat dua dan tiga akan kita bahas pada kesempatan yang lain. Tingkat pertama adalah kompetisi sebagai kompetisi itu sendiri.

Cara memenangkan kompetisi di antaranya adalah sebagai berikut.

Seleksi Alam

a) Mempersiapkan diri untuk memenangkan kompetisi. Wajar saja mereka yang siap akan menang. Di sebuah kelurahan diselenggarakan kompetisi sepak bola antar RW. Dari 10 RW yang ada, RW 5 adalah yang rutin berlatih main sepak bola seminggu 2 kali. Menjelang kompetisi maka RW 5 mengadakan latihan khusus serta menyiapkan strategi untuk memenangkan kompetisi. Sementara RW lain hanya memilih warganya yang bersedia untuk gabung dalam tim sepak bola. Bagaimana hasilnya?

Seperti kita duga RW 5 memenangkan kompetisi dengan mudah. Meski RW lain berjuang keras ketika bertanding, mereka bukan lawan seimbang untuk RW 5 yang sudah terlatih.

Jadi jangan harap Anda akan menang kompetisi tanpa latihan yang memadai.

Kita telah memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang merupakan kompetisi ekonomi antar negara-negara Asean. Apakah kita sudah berlatih? Apakah kita sudah menyiapkan diri memenangkan kompetisi MEA? Apakah kita akan jadi pecundang dalam ajang kompetisi MEA?

b) Menyadari sedang berkompetisi. Kondisi ini lebih parah lagi. Banyak orang Indonesia yang tidak sadar bahwa mereka sedang bersaing dengan tetangga Asean. Mereka tidak sadar sedang bersaing dengan produk-produk Jepang. Mereka tidak sadar sedang bersaing dengan produk-produk Amerika. Akibatnya penduduk Indonesia tidak melakukan persiapan apa pun untuk memenangkan kompetisi. Dan kita tahu dengan mudah siapa yang akan kalah dalam kompetisi ini.

Dalam ajang kompetisi sains nasional misalnya, DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Tengah adalah yang paling menyadari pentingnya kompetisi sains. DKI dan Jateng secara konsisten menyiapkan program dan strategi untuk memenangkan kompetisi sains nasional. Bagaimana hasilnya ketika kompetisi sains nasional berlangsung? Juaranya tentu saja sering bergantian antara DKI dan Jateng. Provinsi lain bahkan tidak sadar bahwa mereka sedang berkompetisi.

c) Meningkatkan keunggulan menutupi kelemahan. Tidak ada manusia yang unggul dalam segala bidang. Manusia memiliki keunggulan dalam bidang tertentu dan memiliki kelemahan pada sisi lain. Strategi yang sederhana adalah berkompetisi dengan memanfaatkan keunggulan itu di saat yang sama menutupi kelemahan agar kelemahan itu menjadi tidak berarti.

Kompetisi rangking di sekolah termasuk jenis kompetisi yang memaksa siswa melawan tips c ini. Rangking sekolah akan menjadi lebih banyak merugikan siswa itu sendiri. Yang pada gilirannya juga merugikan masyarakat luas. Karena dalam kompetisi rangking sekolah setiap anak harus bertanding pada semua bidang pelajaran. Padahal masing-masing anak memiliki bakat yang beraneka ragam. Pemenang dalam kompetisi rangking sekolah adalah siswa yang secara rata-rata memiliki nilai tertinggi. Tapi nilai rata-rata sering tidak berguna dalam kompetisi yang sebenarnya.

Alkisah, masyarakat binatang ingin meningkatkan prestasi generasi muda mereka. Maka diadakan kompetisi nasional agar generasi mudah lebih terpacu dalam berlatih. Kompetisi ini menguji keterampilan generasi muda dunia binatang dalam tiga bidang yang sangat penting: lari, renang, dan terbang. Singkat cerita para generasi muda giat berlatih untuk memenangkan kompetisi ini.

Dalam kompetisi lari kuda sebagai pemenang dapat nilai 10. Disusul binatang lain dapat nilai 9 seperti sapi, kelinci, dan anjing. Sedangkan bebek yang rajin berlatih lari dapat nilai 8 dalam cabang ini.

Dalam kompetisi renang kuda mengalami kesulitan, ia hanya mengumpulkan nilai 4. Ikan menjuarai cabang renang dengan nilai sempurna 10. Ular menduduki posisi 2 dengan nilai 9 sedangkan bebek lebih unggul dari kuda dengan mengumpulkan nilai 8.

Cabang kompetisi terakhir adalah terbang dimenangkan oleh rajawali dengan perolehan nilai sempurna 10. Ikan dan kuda yang menjadi juara pada cabang sebelumnya tidak mampu berbuat banyak dalam cabang terbang. Burung merpati dan beberapa burung lain berhasil meraih poin 9. Sementara itu bebek berjuang keras untuk terbang dan berhasil mendapat poin 8 lagi.

Tiba saatnya penganugerahan medali sebagai juara sejati kompetisi generasi muda binatang. Kura-kura tua yang bijak membacakan hasil kejuaraan,

Terima kasih kepada seluruh generasi muda yang telah berjuang keras dalam berkompetisi. Saat ini kita telah berhasil menentukan siapakah juara sejati. Masing-masing dari kalian telah berjuang siang malam. Sangat sulit untuk memperoleh nilai di atas 20. Bahkan juara 2 hanya berhasil meraih nilai 19. Namun, kita telah memiliki juara sejati dengan nilai 24 dimenangkan oleh bebek.”

Bagaimana kelanjutan cerita ini? Anda dapat menebaknya. Dalam dunia nyata jarang ada kompetisi nilai rata-rata. Bahkan pada kompetisi yang lebih tinggi pun jarang kompetisi rata-rata. Kompetisi hampir semua bersifat spesialis bukan umum. Saat kompetisi dunia binatang tingkat nasional, bebek mewakili masyarakat itu dan menderita kekalahan total dari wialyah lain. Dalam cabang lari bebek kalah oleh kuda tetangga. Cabang renang bebek kalah oleh ikan seberang, cabang terbang bebek kalah dengan rajawali samping negeri.

Strategi rata-rata gagal dalam kompetisi. Strategi spesialis akan memenangkan kompetisi. Bila anak Anda berbakat dalam bermain musik tapi sulit dalam bahasa maka latihlah dia menjuarai dunia musik. Sedangkan dalam bidang bahasa latihlah dia secukupnya saja hanya untuk memenuhi kebutuhan standar. Bila anak Anda bakat renang tapi tidak bakat nyanyi maka ijinkan ia jadi juara renang sedangkan nyanyi latihlah dasar-dasarnya saja barangkali sekedar cukup untuk karaoke. Bila anak Anda berbakat matematika tapi tidak bakat bertani ijinkan dia jadi juara matematika dan ajarkan bertani secukupnya saja.

Bagaimana menurut Anda?

Tampaknya sementara tulisan akan kita akhiri di sini dan pembahasan akan kita lanjut pada tulisan berikutnya.

Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APiQ

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s