Cara Efektif Mengentaskan Kemiskinan

Adakah cara efektif mengentaskan kemiskinan? Ada. Mengapa cara tersebut tidak dilakukan? Cara tersebut memang efektif tetapi apakah mudah untuk melakukannya? Caranya mudah di atas kertas. Barangkali sulit di lapangannya. Mengapa?

Semua cara mengentaskan kemiskinan pasti berhubungan dengan manusia. Maka tidak ada cara mudah untuk mengubah manusia ke arah yang lebih baik. Dalam hal ini mengentaskan kemiskinan adalah arah yang lebih baik relatif terhadap terjebak dalam kemiskinan. Pun usaha mengentaskan kemiskinan memerlukan kesepakatan dua belah pihak yaitu pihak yang berusaha mengentaskan, harus tulus niatnya dan memiliki kapasitas manajemen, dan pihak yang dientaskan, harus bersedia dan komitmen.

Cara paling efektif mengentaskan kemiskinan yang kami maksud adalah dengan menanamkan kemampuan matematika yang bagus kepada generasi muda.

Mengapa matematika? Pasti banyak yang bertanya. Saya sudah menulis pada tulisan sebelumnya bahwa matematika adalah alat paling ampuh untuk mengentaskan kemiskinan.

Pertama, dengan matematika yang bagus maka generasi muda berkesempatan mendapatkan pendidikan yang bagus. Bahkan tawaran beasiswa bagi anak-anak yang pintar matematika terbuka luas. Pendidikan yang bagus secara langsung mendorong pengentasan kemiskinan.

Kedua, pendidikan yang bagus mengarahkan generasi muda meraih sukses dalam karir baik melalui kompetisi dunia kerja atau pun wira usaha. Sukses dalam dunia nyata ini merupakan indikator bahwa program pengentasan kemiskinan telah berhasil dijalankan.

Belajar matematika

Kasmaran matematika

Ketiga, secara obyektif, masyarakat dengan pendidikan matematika yang baik mampu menawarkan produk dan jasa yang kompetitif di pasaran dunia. Pada gilirannya, pendidikan matematika yang baik tidak hanya mengentaskan kemiskinan tetapi dapat membangunkan suatu bangsa menjadi negara maju. Itulah mengapa penelitian internasional TIMSS dan PISA konsisten dijalankan sepanjang waktu, mengukur kemajuan pendidikan matematika di dunia.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana cara mengentaskan kemiskinan dengan alat matematika?

  1. Memberi kesempatan kepada seluruh generasi muda, khususnya dari kalangan tidak mampu, untuk belajar matematika dengan kualitas tinggi. Mengandalkan sekolah formal memang bagus tapi tampaknya tidak cukup karena hal tersebut sudah kita lakukan dan memberi hasil seperti yang kita lihat sekarang. Barangkali kita perlu menggagas pendidikan dan pembelajaran matematika tambahan baru berupa kursus, bimbingan, atau lainnya.
  2. Memberi motivasi dan pendampingan kepada generasi muda untuk terus konsisten belajar matematika. Bagi siswa, belajar matematika tidak selalu mudah. Di sini kita tidak dapat mengandalkan kemauan para siswa saja. Program pendampingan diperlukan agar para siswa dari kalangan tidak mampu ini terus berkomitmen belajar matematika.
  3. Merumuskan cara belajar matematika yang dapat diterima oleh sebagian besar siswa. Mengulangi metode belajar matematika yang sudah terbukti gagal memberi kita keyakinan bahwa program tersebut akan gagal lagi. Maka model belajar matematika yang baru perlu dirumuskan di mana anak didik memiliki potensi lebih besar untuk sukses mempelajari matematika dengan sistem yang baru ini. APIQ adalah salah satu usaha menampilkan pembelajar matematika yang menyenangkan sehingga anak didik hampir semua sukses menguasai matematika.

Tentu masih banyak ide-ide lain untuk terus mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan matematika. Program matematika ini pun tidak harus berdiri sendiri untuk mengentaskan kemiskinan. Akan menjadi lebih baik lagi program matematika ini bersanding dengan beragam program lain untuk bahu membahu mengentaskan kemiskinan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APiQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s