Mengapa Macet Tiap Liburan dan Tiap Hari di Jakarta?

Macet sudah menjadi pemandangan umum di kota besar di Indonesia dan negara lain. Mengapa macet terjadi? Tidak adakah cara mengatasi macet? Bagaimana cara menghindari macet lalu lintas?

Secara teori matematis masalah lalu lintas sudah dipelajari dengan matang sejak awal abad 20. Solusi untuk masalah macet ini pun juga sudah ada secara pasti. Secara umum, untuk mengatasi macet lalu lintas dan trafik lain kita dapat menggunakan teori antrian.

APiQ Trik Cepat

Kali ini Paman APiQ akan berbagi cara memahami bagaimana kemacetan lalu lintas itu mudah sekali terjadi. Paman APiQ melakukan banyak penyederhanaan agar lebih mudah secara intuitif.  Mari kita ambil contoh kemacetan di jalan tol. (Analisis lebih dalam silakan coba https://en.wikipedia.org/wiki/M/D/1_queue ).

Misal kecepatan rata-rata kendaraan di jalan tol adalah 60 km/jam = 1 km/menit. Waktu transaksi pembayaran di gerbang tol rata-rata 10 detik. Berapa panjang antrian di gerbang tol setelah 10 menit?

10 menit maka mobil sudah menempuh jarak 10 km. Jika panjang mobil efektif 5 meter maka banyaknya mobil,

10 km/ 5 meter = 10.000 meter / 5 meter = 2.000 mobil

Banyak mobil yang sudah dilayani dalam 10 menit adalah,

10 menit / 10 detik = 600 detik / 10 detik = 60 mobil

Maka mobil yang tersisa terpaksa macet adalah,

2.000 – 60 = 1.940 mobil

Wow…banyak sekali yang macet! Apa yang harus dilakukan? Ya, tentu contoh perhitungan di atas adalah penyederhanaan yang ekstrem. Mari kita perhalus contoh penyederhaan di atas.

Ketika mobil melaju maka jarak antar mobil harus diperhitungkan. Misal panjang mobil efektif jadi 20 meter. Sehingga banyak mobil menjadi,

10 km/ 20 meter = 500 mobil.

Banyak gerbang tol yang dibuka untuk 1 jalur mobil menjadi 5 gerbang. Maka banyak mobil yang dilayani bayar transaksi tol menjadi,

60 x 5 = 300 mobil.

Maka banyak mobil tersisa terpaksa macet sebanyak,

500 – 300 = 200 mobil.

Barangkali perhitungan 200 mobil macet dalam 10 menit mirip kondisi di Jakarta. Tetapi bayangkan apa yang terjadi dengan berjalannya waktu?

10 menit ==> 200 mobil

20 menit ==> 400 mobil

30 menit ==> 600 mobil

Maka kemacetan makin menjadi-jadi dengan bertambahnya waktu. Perhitungan macet di atas tidak hanya terjadi di jalan tol. Tetapi juga bisa terjadi di persimpangan jalan lampu lalu lintas, di depan pertokoan, di depan gerbang sekolah, di depan pasar tumpah, di tempat penyeberangan dan lain-lain.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
agus Nggermanto

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s