8 + 1 Alasan untuk Membenci Kumon – Sebuah Ulasan

Ulasan untuk membenci Kumon ini berdasar pengalaman orang dalam internal Kumon dan pengalaman saya sendiri menerima laporan dari orang-orang yang terlibat dengan Kumon. Tampaknya judul ini provokatif? Ya, saya pikir memang provokatif! Tetapi ini adalah terjemahan dengan sedikit modifikasi dari judul asli

“8 Things to Hate about Kumon – A Review”

Saya menambahkan 1 alasan lagi yang khas dari kondisi Indonesia berhubungan dengan les bimbel matematika. Mari kita mulai 8 + 1 alasan untuk benci Kumon.

1) Kumon is expensive = Kumon adalah mahal

Untuk tingkat SD dan TK biaya kursus adalah 370.000,00 rupiah per bulan (Jabodetabek). Dan harga itu adalah nyaris biaya untuk membeli lembar kerja saja. Bandingkan dengan biaya cetak soal Kumon. Misal seorang siswa mendapat 10 lembar soal x 30 hari x 100 rupiah tiap lembar = 30.000,- rupiah. Hanya 8% saja cukup untuk biaya cetak. Bila kita mencetak lembar kerja dalam jumlah besar barangkali biaya bisa turun lagi hanya 5% saja.

Tetapi bukankah ada biaya guru atau instruktur di Kumon? Ya, tetapi guru di Kumon berbeda dengan guru di sekolah atau tempat les matematika yang lain. Guru di Kumon cenderung hanya memberi lembar kerja dan kemudian memeriksa hasil lembar kerja siswa. Jadi memang biaya 370 ribu itu nyaris untuk membeli lembar belajar yang biaya cetak kurang dari 30 ribu.

2) Kumon instructors aren’t qualified maths teachers = Guru Kumon bukan guru matematika yang layak

Meski sudah dilatih oleh Kumon tetap saja guru Kumon bukanlah guru matematika. Barangkali Anda berpikir bahwa Anda tidak mahir matematika untuk mengajari anak Anda. Tetapi mengajarkan matematika ke anak Anda adalah cara yang baik. Memberi contoh ke anak dengan baik dan menambah kedekatan orang tua dengan siswa.

Bila Anda perlu nara sumber tambahan barangkali Anda dapat bergabung dengan les bimbel matematika online semacam bimbel matematika online APiQ. Di mana Anda dapat mengakses bahan belajar matematika yang lengkap.

3) Kumon instructors don’t teach = Guru Kumon tidak mengajar

Kenyataannya guru Kumon hanya menyediakan waktu 10 menit tiap sesi untuk anak Anda atau 20 menit tiap minggu. Dengan pertimbangan anak agar mandiri maka anak dibiarkan mengerjakan lembar belajar mandiri. Tetapi dalam proses belajar yang baik kita memerlukan lebih banyak interaksi. Baik interaksi guru dengan siswa atau pun interakasi sosial siswa dengan siswa. Di Kumon nyaris tidak ada sama sekali interaksi sosial antar siswa. Kita memang perlu mendorong anak-anak untuk mandiri. Tetapi kita tetap perlu interaksi yang memadai.

4) Kumon is repetitive and boring = Kumon berulang dan membosankan

Kenyataannya di Kumon seorang siswa harus mengulang 6 kali lembar kerja yang sama. Memang benar pengulangan menjadikan anak lancar. Seperti ditulis Geoff Colvin dalam bukunya Talent Is Overrated: What Really Separates World-Class Performers from Everybody Else bahwa perlu pengulangan 10.000 jam latihan agar seseorang jadi master. Tetapi kunci pengulangan adalah dengan cara yang kreatif, menantang, variasi dengan game, video dan lain-lain. Sementara pengulangan di Kumon membosankan.

5) Kumon is a franchise so results depend on which centre you study at = Kumon adalah franchise sehingga hasil bergantung pada lokasi

Masing-masing lokasi memiliki karakteristik guru Kumon yang berbeda-beda. Ada guru yang ramah ada pula guru yang keras pada mengerjakan lembar soal Kumon. Anda sebagai orang tua lebih bijak memilih metode yang tepat untuk anak Anda. Ketika mood anak kurang semangat barangkali belajar matematika dengan game lebih baik. Tetapi Kumon cenderung untuk mengejar penyelesaian lembar belajar belaka.

6) Kumon doesn’t do (much) problem solving = Kumon tidak mengajarkan problem solving – menyelesaikan masalah

Kumon lebih fokus pada berhitung saja atau aritmetika. Maksudnya agar anak-anak lebih mudah menyelesaikan masalah bila sudah lancar berhitung. Tetapi anak-anak harus paham masalah sebelum berhitung kan? Maka siswa sering mengeluh karena mereka tidak paham dengan soal cerita meski sudah belajar Kumon. Anda sebagai orang tua harus mengajarkan sendiri tentang memahami soal cerita – tugas yang cukup berat.

7) Kumon uses different methods from those used at school = Kumon menggunakan metode yang berbeda dengan sekolah

Metode yang berbeda dengan metode di sekolah sering membingungkan siswa. Memang matematika memiliki banyak cara untuk menyelesaikan satu problem yang sama. Barangkali menguasai banyak metode akan lebih bagus bagi siswa. Tetapi bila penguasaan setengah-setengah justru akan mengakibatkan kebigungan siswa.

8 ) Kumon turns out arithmeticians not mathematicians = Kumon mengajarkan aritmetika bukan matematika

Kumon tidak membahas konsep waktu, kecepatan, mengolah data, berpikir matematika, dan lain-lain. Kumon hanya fokus kepada berhitung aritmetika saja. Geometri termasuk materi yang sangat kurang di Kumon. Harapannya, bila anak menguasai berhitung maka anak-anak akan percaya diri untuk belajar matematika. Apakah hal tersebut terbukti?

9) Kumon menyedot devisa negara 1 juta dolar AS tiap bulan

Ini yang khas terjadi di Indonesia. Sekitar 1 juta dolar AS, warga Indonesia harus membayar devisa ke luar negeri untuk Kumon. Berdasar iklan Kumon bahwa di Indonesia terdapat 130 ribu siswa maka dengan sederhana kita dapat menghitung banyaknya devisa negara yang harus dibayarkan ke luar negeri. Kondisi ekonomi Indonesia yang tidak terlalu baik saat ini menjadi lebih parah dengan pengurangan devisa 1 juta dolar tiap bulannya.

 

Media Matematika Asyik

Media Matematika Asyik

 

Bagaimana menurut Anda?

Mari jaga Indonesia…jaga anak-anak tercinta…demi masa depan yang lebih baik!

Salam hangat…

90 responses to “8 + 1 Alasan untuk Membenci Kumon – Sebuah Ulasan

  1. Ping-balik: Perbandingan Kursus Les Matematika: Kumon, Sempoa, Jarimatika, APIQ, Mathmagic, dan Bimbel Lain | Anak KREATIF & Berprestasi | 022 2008621 | 0818 22 0898·

  2. Ping-balik: Menimbang Plus dan Minus Les Bimbel Matematika Kumon | GusNGGER·

    • Ulasan di atas hanya ulasan fakta, hehehe….
      Jelas sumbernya, jelas alurnya, jadi jelas bila nonames berminat diskusi.
      Tapi tuduhan Anda ada bimbel yang tidak laku tampaknya tanpa dasar yang jelas ya…?
      Demi kemajuan bersama ayo berdiakusi dengan fakta dan alur berpikir yang jelas.
      Ayo majukan Indonesia…!

      • kumon tempat saya bekerja selama 2 tahun, pembimbing/instruktur kumin ikut ambil alih dalam mengajar siswa teruma siswa yg sulit menerima pelajaran. dan setiap selesai hari kelas melakukan review perkembangan anak2 hari itu. karna tidak mungkin hanya dia saja yg hadle semua anak. dan jika ada masalah, akan kita cari jalan keluar bersama.
        asisten kumon rata2 adalah mahasiswa dan mahasiswi yg sedang kuliah di jurusan pendidikan matematika dan bhs. ing dan bahkan ada yg sedang kuliah s2. diluar mengajar di kumon, ada juga yang mengajar private. bisa dibilang jam terbangnya lumayan panjang, menguasai materi dan layang disebut guru.🙂
        ws yang di jatahkan pada anak memang 1 set setiap hari sesuai kemampuan. namun jika anak ingin mengerjakan lebih, kami akan senang hati memberikannya. bahkan ada yg mau mengerjakan sampai 5set sehari (50 lembar) dan tentu dengan bimbingan jika ada kesalahan.

  3. ni org bego ato apa si. strategi marketing menjatuhkan perusahaan lawan. strategi macan apa itu? banci. gw bukan di pihak kumon. gw cuma org yg kebetulan lewat

    • Coba perhatikan data dan analisanya. Bila Anda keberatan silakan ajukan keberatan lalu dianalisa. Sehingga terjadi dialog yang produktif. Apakah Anda orang Kumon atau sekedar lewat tetap bisa memberi kontribusi positif. Ayo Tio kamu bisa lebih baik…!

      • paman apiq dapat dari berapa sumber ya? saya memang setuju kalau ada beberapa pembimbing yang melepas kelas kumon mereka pada para asisten. namun banyak juga yg pembimbingnya super keren dan memperhatikan baik setiap murid dan kualitas asisten.
        bukankah lebih baik memberi nasihat untuk pintar2 memilih bimbel.
        karna menurut saya belajar bahas inggris di kumon jauh lebih baik dari pada briti*h 5 (mungkin briti*h 5 yg saya pilih memang jelek kualitasnya). dan belajar matematika dikumon lebih baik dari pada di ganes*a operation. karena dikumon akan benar2 diperhatikan dan dipastikan mengerti sebelum mengerjakan materi berikutnya. berbeda dengan diganes*a operation, mengerti tidak mengrti , pelajaran tetap maju. dan jika ikin bertanya pada guru, antrian panjang akan menanti.🙂 semua bimbel bisa di sesuaikan dengan kemampuan anak.

  4. EHH… AKU DULU ANAK KUMON DARI SMP SAMPE SMA! KUMON GAK SEBURUK YANG ANDA TULISKAN DISINI!!
    KUMON GAK MENGULANG DAN GAK MEMBOSANKAN TUH, GURU KUMON TETEP MENGAJAR TUH!! KATA SIAPA ANTAR GURU DAN SISWA TIDAK ADA INTERAKSI??KALO GAK TAU JANGAN SOK TAU YA!!
    ATAU MUNGKIN BIMBEL ANDA GAK SEBAGUS KUMON HAHA..

    • Hahaha…jangan khawatir… itu sumbernya sudah jelas. Silakan baca langsung sumbernya dan yang menulis orangnya sendiri. Anda beruntung dapat bagian bagus besyukurlah…!
      Apakah semua seperti yang Anda alami?
      Atau ada sebagian yang sama sebagian yang beda?
      Apakah ulasan di atas benar adanya? Dialami oleh sebagian siswa?
      Ayo…majukan Indonesia…!

    • Gan, ente kaya mario teguh, menyegarkan bgt.👍…. Semoga amal ibadah agan diterima ya,, mari evaluasi diri masing masing gan,, 🙏… Setiap yg ada di bumi tidak ada yang sempurna,,,

      • Selamat. Blog Anda jadi rame. 😊😊😊
        Boleh saya menyampaikan pendapat? Tidak semua yang tertulis adalah meyakinkan. Termasuk tulisan orang lain. Anda tidak bisa langsung nge-share info begini dan begitu tanpa tahu faktanya dengan jelas. Anda cuma nge-share dari tulisan orang, sama saja dengan dengar pendapat orang, dan menyebarluaskannya tanpa ada bukti.
        Maaf ya, tulisan seperti ini malah akan menunjukkan kelemahan Anda. Padahal saya akui metode belajar apiq bagus, saya sempat liat di you tube. Jangan mengotori reputasi Anda sendiri.

      • Terima kasih atas share Anda.
        Benar Anda bahwa seseorang melakukan share justru karena yakin dgn kebenarannya. Bahkan bisa menambahkan pengalaman pribadi.

        Terima kasih juga Anda mengakui metode apiq memang bagus. Meski pun artikel ini sebenarnya tidak sedang membahasanya. Tetapi pengakuan Anda tetap bernilai.

        Sukses selalu…!

  5. Kalo memang bimbelnya GAK LAKU, Jangan menjatuhkan pihak lawan! Apakah KUMON pernah menjelek-jelekkan bimbel Anda? Atau mungkin karena kalah saingan?Hahaha. YANG PASTI KUMON TIDAK SEPERTI APA YANG DISAMPAIKAN DI ATAS! Mungkin penulis atau “sumbernya” hanya mencari-cari kesalahan untuk menjatuhkan KUMON. SEHARUSNYA ANDA MENGINTROSPEKSI DIRI ANDA SENDIRI SEBELUM MENJELEK-JELEKKAN ORANG LAIN!!!

    MEMANGNYA BIMBEL ANDA SUDAH SEMPURNA?
    MEMANGNYA BIMBEL ANDA ADALAH BIMBEL TERBAIK DI DUNIA?
    MEMANGNYA BIMBEL ANDA JAUH LEBIH BAIK DARI KUMON?

    NGACAAA DULUUU DEHHH!!!

    KALO MAU LAKU BIMBELNYA, YA DIPROMOSIKAN. JANGAN MENJATUHKAN PIHAK LAWAN!

    • Santai…saja…bagian mana yang Anda tidak setuju?
      Mari kita diskusikan.
      Saya terbuka kok dengan diskusi.
      Termasuk sumber-sumbernya jelas kan?
      Ayo majukan Indonesia…!

    • Tema tulisan ini adalah, 8 + 1 alasan…
      Nah…mari fokus ke 9 poin di atas. Bila ada yang keberatan mari kita bahas. Barangkali ada informasi yang perlu ditambahkan silakan…atau ada yang perlu klarifikasi juga silakan.
      Ayo…majukan pendidikan Indonesia.
      Terima kasih…

  6. Kalau ingin memajukan bimbel sendiri tidak usah meremehkan yang lain. Itu membuktikan kalau bimbel anda tidak se-level dengan kumon 😄

    • Wow…. Vici…bagaimana itu bisa menjadi bukti?
      Santai saja…di bagian mana dari 8 + 1 itu yang Anda tidak setuju?
      Mari kita diskusikan secara terbuka. Hasil yang terbaik itu yang akan jadi pegangan.
      Mari majukan pendidikan Indonesia…!

  7. Ini kenapa, kumon is expensive itu artinya kumon itu mahal, bukan kumon adalah mahal, kumon instructors doesn’t teach, bukan don’t. teach, trus kumon itu mengajarkan banyak Problem Solving kok! Iya aku bisa menunjukan tujuan kalian itu untuk menjatuhkan les lain!

  8. Kumon itu sudah Internasional, sudah berpengalaman berpuluh-puluh tahun, dan sudah terkenal, bisa seperti itu kan karena usaha, karena punya cara kerja/ ciri-ciri yang unik,namun tentu saja mereka mempunyai beberapa kekurangan, tapi bukan berarti kekurangan-kekurangan kecil itu dipakai untuk menjatuhkan kumon kan!, kalau mau jadi seperti kumon ya bekerja lebih keras, bukan menjatuhkan les lain!, lagian kalau mau membandingkan liat kelas nya dulu dong, masa bandingin sama kelas internasional!

  9. why are you so rude, they don’t even giving you something that’s bad or very bad or something!, if you don’t mind, honestly I will say that you are really selfish.

  10. Kalau gak dikasi target mengerjakan soal tiap hari namanya gak belajar.Apiq itu gak ada coba gratisnya.Bagaimana kita tahu kalau materinya bagus?

  11. Promosi dgn cara menjelekan/menjatuhkan pihak lain itu cara setan,klo sadar punya iman bersainglah secara sehat,berbuat curang krn merasa ga mampu bersaing.betul ?! .maaf numpang lewat

    • Mau numpang lewat? Silakan…!
      Tulisan ini adalah ulasan obyektif. Jadi ayo dianalisis secara obyektif. Dari 9 poin di atas Anda setuju yang mana? Atau Anda tidak setuju yang mana? Lalu tambahkan argumen Anda.
      Dengan cara itu rakyat Indonesia berpikir jernih agar bisa lebih maju.
      Majulah Indonesia!

  12. Anakku belajar di kumon merasa nyaman dan semangat,pembimbimbingnya ramah,siap membantu,saya ga mrasa keberatan soal biaya krn bermutu drpd yg murah tp ga meyakinkan .

  13. Gan selain kumon apalagi gan? Biar bisa menolong devisa gan,,, agan juga kalo bisa selama hidup jangan makan makanan amerika gan,, jangfut,,, biar agan mencerminkan perbuatan baik gan,, apalagi teknologi berkembang,, kalo bisa agan pake hape sama komponennya buatan agan sendiri,, melindungi devisa gan,, jangan pake baju gan,, mesin jahit dri luar,, kena devisa juga,, jahit sendiri aja gan wkwkwkwk,,, brrti agan pake yg buatan agan sendiri,, biar menolong devisa gan,, dri situ agan bisa punya pabrik mesin jahit atas nama agan kan,, jadi mesin jahit ga ngambil dri merek lain,, motor bikin sendiri gan,, hahahahah

    • Hahaha….itu betul…siap untuk berdikari dan siap bekerja sama dengan seluruh dunia. Indonesia harus punya kemampuan, produktif, dan daya saing. Sehingga devisa itu berimbang…eksport import menemukan titik keseimbangan optimal.
      Jangan sombong tidak mau import sama sekali, pun jangan rakus semua import.
      Bantu Indonesia menjadi lebih kuat, bantu Indonesia dg rupiah lebih kuat, dengan cara menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.
      Majulah Indonesia…!

  14. Maaf saya kurang sependapat jika untuk mempromosikan bimbel apiq menjatuhkan bimbel lain, saya sendiri mentor kumon tapi saya tidam seperti yang anda paparkan, saya mengajarkan anak anak sampai bisa bahkan menjelaskan jika anak belum paham. Namun, banyak juga anak yang mampu memahami dari contoh soal.
    Jangan sembarangan berbicara sebelum ada bukti hanya untuk menjelek jelekan.
    Kumon mengajarkan bahwa untuk belajar matematika tidak hanya dg otak kiri namub jg otak kanan melalui memori fotograpik.
    Semua org bebas memilih anaknya untuk belajar di mana, namun sangat murahan jika promosi yg dilakukan dg menjatuhkan t4 lain m

    • Terima kasih komen dan sharingnya. Tulisan ini tidak bermaksud mempromosikan apa pun tetapi memang fokus mengulas Kumon.
      Sharing Anda dan sikap Anda kami terima.
      Tapi tuduhan Anda kami tanpa bukti adalah salah. Silakan merujuk langsung ke sumber aslinya untuk melihat sebagian buktinya.
      Bagaimana pun sharing Anda kami hargai.
      Sukses selalu…!

  15. Saya sudah membaca sumber yang anda berikan. Menurut saya, sumber tersebut lebih menekankan kepada orang tua bagaimana cara yang baik untuk mengajar anak mereka, dengan belajar dari kekurangan Kumon.

    Sementara postingan ini –menurut saya– hanya menerjemahkan dan tidak menuliskan kelebihan kumon seperti yang tercantum pada sumber, dan menambahkan kekurangan kumon yang tidak tercantum pada sumber. Saya juga sudah membaca komentar dari pengunjung lain yang mempertanyakan kebenaran artikel ini, dan anda selalu menjawab bahwa artikel ini berasal dari “sumbernya”, padahal sumber tersebut memiliki tujuan yang sangat berbeda dengan postingan anda.

    Saya sendiri sebagai siswa kumon merasa apa yang anda tambahkan ini tidak sepenuhnya benar. Di poin ke 5 anda mengatakan Kumon hanya mengejar penyelesaian lembar kerja belaka. Menurut saya itu tidak benar, cabang Kumon tempat saya belajar tidak akan memajukan lembar kerja siswanya jika mereka belum paham dan akan secepatnya memajukan lembar kerja jika siswa sudah menguasai materinya. Tetapi hal ini memang bergantung pada di cabang mana anda belajar. Di poin ketiga anda mengatakan bahwa di kumon nyaris tidak ada interaksi sosial. Saya sama sekali tidak setuju tentang ini. Di akhir sesi ada feedback time, yang digunakan instruktur untuk menanyakan kepada siswa, bagaimana pendapatnya tentang materi yang baru dipelajari. Sesekali instruktur juga mengobrol dan bercanda dengan siswa. Jadi interaksi sosial di kumon itu ada.

    Dan setiap kali muncul komentar yang mengatakan untuk tidak menjelek-jelekkan bimbel lain untuk mempromosikan bimbel anda, anda selalu menyangkalnya dan mengatakan tulisan ini hanya opini. Padahal jelas-jelas di poin kedua anda mempromosikan bimbel anda.

    Apa yang ingin saya sampaikan adalah, •Tolong jangan memberikan dalih “silakan merujuk ke sumber” jika ada orang yang mengkritik tulisan ini, karena tujuan orang yang menuliskan apa yang anda jadikan sumber sangat berbeda dengan tujuan anda di sini.
    •Menurut saya tidak pantas menuliskan apa yang bisa dibenci dari suatu bimbel jika anda belum pernah mengikuti bimbel tersebut. (Anda mengatakan bahwa tulisan ini berasal dari sumber dan pengalan orang di sekitar anda, bukan dari pengalaman sendiri.)
    •Jika anda tidak mau dianggap mempromosikan bimbel sendiri dengan menjelekkan bimbel lain, sebaiknya tulisan semacam ini dipost di blog pribadi atau semacamnya, bukan situs bimbel anda.

    • Baik, terima kasih rasasusu atas sharing Anda.
      Saya setuju sebagian dengan Anda tapi tidak setuju dengan bagian lainnya.
      Anda salah mengatakan bahwa saya tidak menuliskan kelebihan Kumon. Karena saya menuliskan dalam lebih dari satu artikel saya yang lain. Artikel yang ini jelas hanya mengulas alasan untuk membenci Kumon saja.
      Tapi saya senang Anda sudah masuk ke diskusi tentang materinya sendiri – sebagiannya.
      Saya berharap Anda juga membaca diskusi di sumber aslinya di atas dan kita dapat melihat bagaimana negara maju mendiskusikan masalah yang sama membenci Kumon.
      Sukses selalu untuk kita semua.

  16. Menurut saya yang buat blog ini mungkin pernah mau membuka cabang KUMON dikota tempat tinggalnya tetapi ternyata tidak mendapat izin dari KUMON dikarenakan kualitas dari pengajar yang tidak LULUS statandarisasi dari KUMON itu sendiri, dan begini lah akibat dari rasa tidak puas terhadap KUMON disampaikan melalui BLOG yang tidak BERMUTU untuk menjatuhkan KUMON.

  17. Tak ada yang sempurna. Sy pribadi lebih memilih Sakamoto dibandingkan Kumon utk anak-anak sy. Krn mnurut sy metodenya jauh lbh baik. Ini menurut opini dan pengalaman sy pribadi dan anak-anak sy.

  18. Saya baru denger ada bimbel Apiq , tentu sangat jauh kalau kumon di bandingkan dengan bimbel ini. Banyak anak-anak Indonesia yang telah terbantu dengan metode kumon.

  19. Yang Bimbel siapa?
    Yang ngeluh siapa?
    Yang membuat anda cerdas itu anda sendiri kan?
    Kenapa menjatuhkan?
    Apa Anda yakin anda benar?
    Bukan orang lain yang membuat ada cerdas, tapi dari diri sendiri karena, keingin tahuan datang dari diri sendiri?
    Kalo menurut anda benci, berarti anda tidak suka dan kenapa komentar? benci benci saja, jangan disebarkan!

    Apa ANDA yakin sumber tersebut benar? lebih baik lihat dengan mata kepala sendiri!!! dan juga MENCARI SUMBER YANG LAIN seperti
    -bertanya pada siswa kumon
    -melakukan riset
    -bertanya pada ortu “apa menurut bapak/ibu tentang kumon”

    Majukan Indonesia bagaimana? kalo rakyatnya sendiri yang menjatuhkan Indonesia?

    Jangan pikir kamu itu pintar/Benar karena, opini orang berbeda beda, dan opini yang benar itu tergantung cara pandangnya tersebut

    TIDAK MEMBANDINGKAN, tapi menjatuhkan, dengan cara “8+1 alasan untuk membenci kumon”

    Jangan Harap anda benar, ini hanya opini karena menurut saya anda kurang benar

  20. Situs yg anda jadikan rujukan jg ga objective (kumon haters)…nuler deh ke anda om apiq jd kumon haters juga hehehe… selamat cari peserta om semoga laku seperti kumon amiiiinnn

    • Terima kasih atas doa baiknya…!
      Maaf tapi kami tidak ingin seperti kumon meski kami belajar banyak dari plus minus nya kumon.
      Kami juga bukan kumon haters silakan rujuk tulisan kami yang lain tentang kumon, barangkali lebih berimbang.
      Salam…

  21. anak saya dari tk ikut les kumon.dan sekarang berumur 7 tahun.dan dia bisa mengerjakan soal matematika setara smp kelas 2.dan saya merasa terbantu sekali,karna dengan program belajar mandiri dan PR,saya harus dipaksa ikut belajar agar bisa menjelaskan maksud soal.dan alhamduillah,anak saya dan saya mempunyai quality time untuk belajar bersama.terutama anak saya yang mempunyai kedisiplinan tanpa di bentak atau dipaksa.

  22. Sekedar sharing. Saya dulunya siswa kumon juga. Saya setuju dgn sebagian besar point di review anda. Saya dulu sudah hampir tamat di Kumon namun akhirnya berhenti. Alasan utamanya, pengajar saya tdk mampu menjelaskan dgn baik pemecahan soal-soal yang tidak saya pahami di Kumon. Itu membuat saya harus mencari cara sendiri untuk meng-solve dan memahami jalan keluar soal-soal Kumon. Akhirnya karena tidak ada yang membantu, tugas-tugas dan PR Kumon justru buat saya tertekan dan stress, lalu saya quit. Alasan lainnya, karena biaya. Yah, mungkin tidak semua cabang Kumon gurunya kurang “pandai”. Ini hanya pengalaman pribadi.

  23. Saya dulu siswa kumon yang sudah lulus dan terbantu tidak seperti yang anda tuliskan diatas dan juga saya terbantu dalam pelajaran di sekolah. Anda ingin menjatuhkan pihak lawan tapi bicara tak sesuai fakta mohon disampaikan kepada penulis agar mensurvei siswa kumon yang lain agar menulis dengan betul tidak sesuai fakta yg dilapangan.Memang mungkin kumon lain memiliki pengajar yg kurang, tetapi apakah semua kumon begitu? Dan juga pastinya kalau keadaan kumon seperti yg penulis curahkan pasti kumon tidak berkembang besar seperti sekarang. Karena sang penulis menuliskan dengan judul “8-Things to hate kumon a riview” yang mengarah pada kumon secara universal. Mohon kesediaannya kalau bisa dijawab. Terimakasih.

  24. Sudah sudah… jangan pada ribut, sekarang dilihat realitanya aja. entah itu Kumon, entah itu apiq, masyarakat yg menilai mana yg terbaik bagi dirinya sendiri.

  25. 1. Kumon is Expensive: Even a Piano lesson, Karate lesson or Swimming class or any sports coaching is equally expensive if not more. For acquiring skills in Math & Reading which will last life time, you need to spend for the future of your child.
    2. Kumon instructors are not qualified Math Teachers: True, not all of them are qualified Math teachers, in fact many of them aren’t teachers by profession in the first place but to become qualified Kumon instructors they go through rigorous training in Math, Reading and Kumon methodology, are a part of continuous professional development to develop their skills & knowledge in the subjects as well as instruction. Only people who can pass the different phases of Kumon training end of becoming instructors, many of them are highly qualified professional who decide to become entrepreneurs in the education industry.
    3.Kumon Instructors don’t teach: Kumon methodology is not about teaching rather making one an independent learner as opposed to hold the student’s hand through the learning process. Kumon instructors are guides or mentors. Kumon worksheets are designed in such a way that most of the average students can learn on their own from the worksheets, however Kumon instructors do explain the new concepts, they offer passive help and get the answer out of the students rather than giving them the answers.
    4. Kumon is repetitive and boring: Yes, it is repetitive because Kumon emphasizes on mastering a skill before moving forward and you only master a skill by doing it repetitively. Think about any skill that you want to master or that you have already mastered by doing it only once!
    It can still be made interesting, it depends on how you handle it.
    5.Kumon doesn’t do much problem solving: If it refers to solving word problems, then yes,Kumon curriculum doesn’t have much word problem because it’s goal for a student in Math is to reach Calculus level before reaching High school so the topics that aren’t directly related to Calculus are omitted and thus it’s supplemental education so that your child still needs to go to school to learn other topics. However it takes care of the advanced computational skills that you need even in your day to day life and a skill that lasts lifetime.
    6.Kumon uses different methods from those used at School: A child is exposed to different method and Kumon method turns out to be simpler and helps faster computation. As such the methodology changes from Board to board and time to time for example many parents complain that their kids are learning mathematical operations in a different way than what they learned during their school days which proves my point. Good students always take advantage of knowing different methods of solving the same problem.

    Some have complained that their kids are taught by High School students employed by Kumon centers. These high school students are part time employees to take care of lot of preparatory work for the class, they are not supposed to instruct. Kumon method doesn’t permit any untrained staff to be involved in instruction moreover to work in the center each and every staff member goes through in house training.
    Finally, the aim of Kumon is just not teaching Math & Reading but much beyond that. It aims to develop student’s work skills, concentration & focus, to become an independent learner and finally an achiever because KUMON truly believes that EVERY CHILD CAN BE AN ACHIEVER

    • 1. Kumon is Expensive: Even a Piano lesson, Karate lesson or Swimming class or any sports coaching is equally expensive if not more. For acquiring skills in Math & Reading which will last life time, you need to spend for the future of your child.
      2. Kumon instructors are not qualified Math Teachers: True, not all of them are qualified Math teachers, in fact many of them aren’t teachers by profession in the first place but to become qualified Kumon instructors they go through rigorous training in Math, Reading and Kumon methodology, are a part of continuous professional development to develop their skills & knowledge in the subjects as well as instruction. Only people who can pass the different phases of Kumon training end of becoming instructors, many of them are highly qualified professional who decide to become entrepreneurs in the education industry.
      3.Kumon Instructors don’t teach: Kumon methodology is not about teaching rather making one an independent learner as opposed to hold the student’s hand through the learning process. Kumon instructors are guides or mentors. Kumon worksheets are designed in such a way that most of the average students can learn on their own from the worksheets, however Kumon instructors do explain the new concepts, they offer passive help and get the answer out of the students rather than giving them the answers.
      4. Kumon is repetitive and boring: Yes, it is repetitive because Kumon emphasizes on mastering a skill before moving forward and you only master a skill by doing it repetitively. Think about any skill that you want to master or that you have already mastered by doing it only once!
      It can still be made interesting, it depends on how you handle it.
      5.Kumon doesn’t do much problem solving: If it refers to solving word problems, then yes,Kumon curriculum doesn’t have much word problem because it’s goal for a student in Math is to reach Calculus level before reaching High school so the topics that aren’t directly related to Calculus are omitted and thus it’s supplemental education so that your child still needs to go to school to learn other topics. However it takes care of the advanced computational skills that you need even in your day to day life and a skill that lasts lifetime.
      6.Kumon uses different methods from those used at School: A child is exposed to different method and Kumon method turns out to be simpler and helps faster computation. As such the methodology changes from Board to board and time to time for example many parents complain that their kids are learning mathematical operations in a different way than what they learned during their school days which proves my point. Good students always take advantage of knowing different methods of solving the same problem.

      Some have complained that their kids are taught by High School students employed by Kumon centers. These high school students are part time employees to take care of lot of preparatory work for the class, they are not supposed to instruct. Kumon method doesn’t permit any untrained staff to be involved in instruction moreover to work in the center each and every staff member goes through in house training.
      Finally, the aim of Kumon is just not teaching Math & Reading but much beyond that. It aims to develop student’s work skills, concentration & focus, to become an independent learner and finally an achiever because KUMON truly believes that EVERY CHILD CAN BE AN ACHIEVER

  26. anak saya pernah ikut kumon, tapi stres berat akirnya sakit2an.. ngambek tiap mau belajar.. tapi mungkin salah saya juga, soalnya umurnya waktu itu masih 4 tahun.. mungkin masih terlalu kecil ya..

  27. Kumon itu mahal 1 pelajaran sm dgn biaya bimbel lain yg mmberi 4 pelajaran semnggu 3x pertemuan dan mmberijan berbagai tambahan di luar itu. Anakku SMP kls 9 sdh hampir 3 thn di Kumon jl. Karang Getas Cirebon merasa tdk nyaman karena kegaduhan tdk adanya pmbagian ruangan antara TK SD SMP dan SMA. Dan terakhir keluar karena pembimbing melempar lembar kertas ps ketika bertanya ada soal yg tdk dimengerti. Ketika dibahas dgn manager Kumon trsbt dia lebih melindungi pembimbing itu. Jadi kesimpulan sy Kumon itu hanya mengambil uang bulanan dari anak2 didik tapi tdk mau memberikan bimbingan yg bagus, pengulangan yg terus menerus membuat anak didik bosan dan jenuh. Apakah tujuannya spy menahan agar lama belajarnys spy tetap mmbayar bulanannya?sehrsnya Kumon mulai melihat bimbel lain yg tdk hanya mengutamakan kuantiti tetapi jg kualitas. Hargai anak didik yg sdh meluangkan wkt utk datang belajar dan tentunya hargai jg biaya yg telah dikeluarkan. Apakah Kumon mau makan uang gajih buta?

    • Kalau saya pribadi saya sering menjumpai kk pembimbing kumon, kadang mereka juga lupa nyatet nilai anak.kejadian kmrn anak saya di level H nyaris setengah tahun krn pengulangam terus.saya langsung tanya ke kk kumonnya mau berapa lama anak saya dilevel ini? Sekolah saja satu tahun sdh berapa macam masa ini hy satu subject hampir setengah tahun.
      Kalau kita gak push ke kumonnya mereka merasa enjoy saja membiarkan anak kita belajar sendiri dgn alasan” kalau terlalu di push nanti anak jenuh”
      Lalu saya jawab saya juga py gol utk anak saya utk apa saya bayar mahal mahal kalau tdk ada kemajuan

      • Bimbel Kumon ini bagus untuk dasar matematika nya saja. Tapi untuk ke level yg selanjutnya memang membuat anak didik bosan dgn banyak pengulangan sebenarnya banyak merugikan pihak anak didik, salah satunya dari pihak Kumon mengulur2kan waktu sehingga utk menuju level selanjutnya butuh waktu lama tentu saja pembayarannya jg to be continue. Pads akhirnya kesimpulan Kumon hanya mengutamakan kuantiti bukan kualitas. Jangan terjebak disitu cobalah lihat ke bimbel lain yg lebih kompetitif , berkualitas tentunya tdk terlalu mahal , membosankan, perlakuan yg tdk sopan tethadap anak didik, Kumon adalah bimbel terburuk yg sdh kami alami , mereka sprti hanya merampas uang bulanan tp tdk mau memberikan terbaik, sedikit kerja, aduh bo macam apa itu???????

  28. menurut saya, baik buruknya sesuatu itu tergantung dari masing2 pandangan individu. kita juga tidak bisa menyalahkan paman Apiq karena membagikan tautan ini apalagi berburuk sangka ‘ jika karena Hal ini lbh buruk dari hal itu / hal itu lbh buruk dari hal ini maka itu hak masing2 untuk berpendapat bukan? terlepas dari benar / tidak itu kembali ke diri kita masing2 . Setidaknya sikap saling menghormati pendapat orang lain harus di junjung tinggi.

  29. teman gue dulu mw ngajar di kumon…. baru hari pertama dia gak betah…. karena katanya gak ada proses ajar mengajar seperti di ruang kelas…. siswa datang trus kerja tugas trus di kumpul trus diperiksa… kalau ada yang salah di benerin…. cuma itu katax….

  30. Saya pribadi setuju dgn 9 point diatas….
    Paling konyol malah kadang sehari hy dikasih 3 lembar soal, dan mereka sama sekali tdk terlalu membantu.
    Pelatihnya saja cenderung asal comot sehingga kalau anak kita sdh dilevel H keatas kakak pembimbing sering kesulitan.
    Hanya krn byk latihan saja.
    Cuma manfaat yg didapt anak kita lbh dulu belajar melampaui kelasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s