70 Tahun Lebih Indonesia Merdeka Mari Bangkit dengan Matematika

Merdeka atau mati…!!!

Teriakan para pejuang leluhur kita untuk merebut kemerdekaan. Para pahlawan Indonesia berhasil mengibarkan merah putih. Indonesia berhasil merdeka. 70 tahun telah berlalu apakah kita benar-benar telah merdeka?

Tidak mudah menjawab pertanyaan yang mudah itu,” Apakah kita benar-benar sudah merdeka?”

Bila kita sudah benar-benar merdeka bersyukurlah. Bila belum benar-benar merdeka mari berjuang lagi untuk merdeka. Secara politik formal kita sudah merdeka. Itu jelas! Kita memiliki pemerintahan yang sah atas nama Indonesia mewakili rakyat Indonesia.

Merdeka…jiwa-raga, seluruh warga.

Bagaimana peran matematika untuk Indonesia merdeka?

Besar sekali…! Tetapi matematika memang bukan satu-satunya yang terpenting. Matematika menjadi syarat agar Indonesia menjadi merdeka secara hakiki. Khususnya pemerataan pendidikan matematika adalah wajib bagi seluruh warga Indonesia.

Mari kita analisis kemerdekaan Indonesia dari sisi kaya dan miskin. Apakah lebih banyak rakyat yang kaya atau yang miskin? Apakah kaya dan miskin menjadi ukuran yang tepat mengukur kemerdekaan?

Ada 3 jenis miskin dan ada 3 jenis kaya.

  1. Miskin personal

Adalah orang yang miskin karena kesalahan personal atau dirinya sendiri. Barangkali karena dia malas, tidak mau belajar, tidak mau bekerja maka akhirnya ia jatuh miskin. Orang yang miskin personal memang sulit diatasi. Karena secara pribadi memang mereka tidak mau maju. Mereka cenderung bermalas-malasan tidak produktif.

Apakah kondisi Indonesia banyak orang yang miskin personal? Tampaknya ilmu matematika statistika perlu terjun lapangan untuk mengukur seberapa besar rakyat Indonesia yang miskin personal. Bila memang besar yang miskin personal maka Indonesia masih jauh dari merdeka. Lebih berat lagi, miskin personal ini sulit di atasi dengan perogram-program pemberantasan kemiskinan yang formal. Miskin personal dapat diatasi dengan sistem pendidikan yang baik. Sistem pendidikan yang memerdekakan anak didik sehingga menjadi bertanggung jawab, kreatif, dan produktif.

Pemerintah Indonesia dapat saja telah menyusun program mengatasi kemiskinan. Tetapi bila miskin personal masih mendominasi maka program formal apa pun tidak akan dapat berjalan efektif. Miskin personal lebih dekat dengan miskin mental, miskin jiwa, dan miskin moral. Pendidikan penting untuk mengatasi ini.

2. Miskin struktural

Miskin struktural wajib diberantas. Dan setiap negara bisa memberantas miskin struktural. Kerja sama pemerintah dan warga menjadi penting untuk mengatasi miskin struktural. Miski struktural adalah orang yang miskin bukan karena dirinya sendiri. Barangkali orang tersebut sudah rajin bekerja, memiliki keterampilan, memiliki motivasi tetapi tetap saja masih miskin. Mengapa?

Karena secara struktural terjadi sistem yang tidak adil. Kekayaan sebagian besar hanya mengalir di antara orang-orang kaya saja. Baik terdiri dari penguasa pejabat atau pun pengusaha. Misalnya gaji karyawan tidak mengantarkan karyawan untuk menjadi kaya sedangkan profit pengusaha berlimpah ruah tidak ada bandingnya. Usaha keras tukang bangunan selama 5 tahun tidak ada apa-apanya dibanding dengan kenaikan harga properti tuan tanah yang tidak melakukan apa-apa.

Dari dunia pemerintahan, pegawai negeri yang jujur tidak mujur. Pejabat yang korupsi kaya raya. Pegawai negeri yang bekerja dengan baik terjebak dalam miskin struktural. Bila ingin kaya maka tinggal korupsi saja. Rakyat jelata menjadi korbannya.

Sepertinya miskin struktural itu mengerikan? Memang mengerikan! Tetapi solusinya lebih mudah dari miskin personal. Karena miskin struktural dapat diatasi oleh pemerintahan yang bersih dan dukungan raknyat yang peduli. Pemerintah yang mencanangkan anti korupsi, menegakkan sistem bisnis yang adil, menegakkan aturan-aturan yang membela rakyat maka miskin struktural akan teratasi. Tidak cepat menyelesaikan miskin struktural ini. Bahkan Nabi Yusuf pun perlu waktu 14 tahun untuk mengatasi kemiskinan struktural: 7 tahun musim panen dan 7 tahun musim paceklik.

3. Miskin selengkapnya

Ini kondisi paling rumit. Rakyat secara personal bermental miskin, malas, tidak kreatif. Sedangkan pemerintahan penuh korupsi, pengusaha menikmati kekayaan di atas penderitaan. Tampaknya sangat sulit untuk mengatasi ini. Dan memang sangat sulit. Apakaj Indonesia berada pada kondisi miskin selengkapnya ini?

Selanjutnya mari kita lihat 3 jenis orang kaya. Di antara jenis kaya ini menyebabkan lebih banyak lagi orang miskin. Tapi jenis kaya yang lain mengentaskan banyak orang miskin.

Bimbel SD SMP SMA1. Kaya personal

Ini adalah jenis orang kaya yang bagus. Kaya personal adalah orang yang kaya dari hasil kerja nyata dirinya dalam menghasilkan produk-produk yang bermanfaat nyata. Pengusaha yang secara adil berhasil memajukan perusahaan, menyejahterakan karyawan, membayar pajak, menjadi lingkungan adalah contoh orang kaya personal.

Indonesia perlu banyak orang-orang kaya personal. Kabarnya, Amerika, termasuk negara yang paling banyak memiliki warga karya personal. Mereka memiliki impian amerika – American Dream.

2. Kaya Struktural

Adalah orang yang kaya karena warisan. Baik warisan berupa harta kekayaan atau pun warisan berupa jabatan, kekuasaan, dan lain-lain. Jenis orang kaya seperti ini bisa saja merepotkan. Karena secara legal orang kaya ini memang berhak menjadi kaya. Tapi kekayaannya tidak memberi kontribusi nyata kepada rakyat. Orang ini justru cenderung hanya mempertahankan kekayaan berputar di antara orang-orang kaya belaka. Mereka mencegah merembesnya kekayaan kepada kaum menengah apa lagi kaum miskin.

Khususnya bila kaya struktural ini berkonspirasi dengan kekuasaan maka makin berbahaya bagi rakyat karena akan terjadi korupsi yang mengakibatkan rakyat jelata menanggung beban miskin struktural.

3. Kaya Selengkapnya

Adalah orang kaya yang secara personal memiliki karya nyata bermanfaat bagi masyarakat dan pada saat yang sama mereka beruntung mewarisi kekayaan dari leluhurnya. Tidak masalah. Ini adalah jenis kaya yang baik. Sepanjang orang kaya ini memanfaatkan warisan dan karyanya untuk memajukan masyarakat maka negara perlu mendukung bertumbuhnya orang-orang kaya selengkapnya ini.

Bagaimana menurut Anda?

Salam merdeka…!

angger | agus Nggermanto Pendiri APiQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s