Rahasia Sukses Belajar di Abad 21 Ini – 21 st Learning

Cara-cara belajar abad lalu dengan abad 21 ini sudah beda jauh. Apa yang berhasil di abad lalu dapat saja gagal di abad ini. Tetapi masih juga ada kesamaan yang berlaku sepanjang abad lalu sampai abad 21 ini. Apa saja rahasia sukses belajar di abad 21 sekarang ini?

Berikut adalah beberapa catatan ringkas saya tentang rahasia sukses belajar di abad 21.

APiQ 01 youtube

1) Siswa adalah yang terpenting

Pergeseran fokus ini tidak selalu mudah diterima. Dulu kita mengenal “guru” sebagai digugu lan ditiru yang maknanya adalah guru itu harus dipatuhi dan diteladani. Pada jamannya paradigma ini terbukti sukses. Siswa yang patuh dan meneladani guru memang berhasil di sekolah. Dan pada waktunya mereka sukses dalam hidup.

Pada abad 21 ini cara di atas lebih mengarah pada gagal. Mengapa? Kemampuan siswa untuk 100% mematuhi guru sudah tidak ada lagi atau menurun. Banyak pengaruh luar yang membuat konsentrasi siswa terpecah. Kedua, saat ini, guru memang bukan sosok yang serba tahu. Guru adalah salah satu nara sumber terbaik saja – bukan satu-satunya nara sumber belajar bagi siswa. Ketiga, potensi siswa jauh lebih beragam di jaman ini.

Langkah yang lebih tepat untuk suskses di abad 21 ini adalah kita harus lebih fokus kepada siswa. Masalahnya, siswa tidak serta merta dapat fokus kepada dirinya. Di sinilah peran guru menjadi lebih penting! Guru membantu siswa untuk lebih mengenali diri mereka. Guru mengarahkan apa saja yang perlu dipelajari siswa. Guru membantu siswa bagaimana cara terbaik untuk sukses belajar di abad 21 ini.

Alih-alih peran guru menjadi lebih ringan karena bukan yang terpenting, di abad 21 peran guru justru menjadi lebih penting dan lebih berat. Sekolah, orang tua, dan masyarakat perlu bersatu untuk membantu para guru agar dapat menjalankan perannya dengan optimal.

2. Model belajar yang beragam

Abad lalu Anda, sebagai guru, dapat sukses dengan cara memberi catatan lalu menjelaskan. Anda, sebagai siswa, juga mudah untuk sukses dengan cara mencatat pelajaran dan memperhatikan penjelasan guru. Di abad 21 cara ini akan lebih banyak mengalami kegagalan.

Beberapa siswa memang dapat belajar dari catatan dan penjelasan. Sebagian yang lain membutuhkan cara belajar yang berbeda. Penggunaan mutlimedia dalam belajar menjadi lebih penting lagi. Kolaborasi belajar bersama teman-teman siswa banyak membantu anak lebih peka peran sosial. Eksperimen nyata memberi kesan kuat kepada pikiran siswa.

Kebenaran materi ajar kini lebih dinamis. Bila dulu catatan guru adalah yang paling benar, kini kita harus mempertimbangkan catatan-catatan lain yang tersebar di beragam media. Pun kita harus memperhatikan daya kreasi siswa sebagai salah satu sumber kebenaran.

Dalam istilah yang populer, di abad 21 kita perlu mempertimbangkan cara berpikir otak kanan yang kreatif. Cara belajar siswa pun perlu menerapkan metode-metode yang lebih kreatif.

3. Siswa adalah warga digital asli

Perbedaan kecil tapi dampaknya luar biasa! Apakah Anda tahu berapa biaya untuk mencetak selembar foto? Katakanlah 10 ribu rupiah. Bila Anda akan berbagi foto kepada 10 teman Anda maka 10 teman x 10 ribu = 100 ribu rupiah biaya cetaknya. Tetapi foto Anda banyak yang suka. Seribu teman Anda berminat untuk mendapatkan foto Anda.

1.000 teman x 10 ribu rupiah = 10 juta rupiah

Bukan biaya yang ringan lagi kan?

Bandingkan dengan anak-anak sekarang! Mereka punya foto yang bagus. Lalu berbagi kepada 1.000 temannya di media sosial. Berapa biaya yang diperlukan untuk berbagi foto ke seribu teman? Tidak ada! Alias 0 rupiah. Bila masing-masing teman membagikan ulang kepada 100 teman maka total,

1.000 teman x 100 = 100 ribu teman

Dan berapa biaya yang diperlukan? Tetap nol rupiah.

Hal yang sama juga berlaku dalam berbagi ilmu pengetahuan. Banyak ilmu yang dapat dibagi dengan biaya 0 rupiah. Tambahan lagi, para siswa sudah terlahir dengan kebiasaan berbagi dengan biaya 0 rupiah dalam media digital. Konsekuensinya pendekatan belajar kini sudah jauh berbeda dari abad lalu.

Misalnya, Paman APIQ sudah berbagi video matematika lebih dari 1.500 judul melalui http://www.youtube.com/pamanAPiQ dan http://www.youtube.com/agusyes . Siswa dapat belajar matematika kapan saja dan di mana saja bahkan dengan biaya 0 rupiah. Lebih dari itu,siswa dapat membagikan materi video matematika Paman APiQ ini ke teman-teman lainnya lagi-lagi dengan biaya 0 rupiah.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APiQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s