Mengapa Belajar Matematika itu Penting?

Mengapa saya harus belajar matematika? Memang apa gunanya matematika? Apakah matematika itu penting?

“Matematika sama sekali tidak penting!” jawab saya.

Mengapa?

“Karena matematika itu sangat penting! Tidak sekedar hanya penting,” saya menjelaskan.

Bagaimana bisa begitu?

Bimbel Matematika

1. Matematika mengantar Anda sukses

Anda sudah tahu bahwa bila menguasai matematika akan mengantar Anda lebih sukses kan? Anda dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik. Anda dapat bekerja dengan pekerjaan yang baik. Anda dapat sukses dengan bekal matematika itu.

Tak ada keraguan bahwa Anda harus melalui test matematika untuk naik tingkat pada sutu kehidupan. Misal dari SD ke SMP Anda harus menjalani test matematika kan? Bila Anda jago matematika maka Anda akan lulus dengan baik. Begitu juga bila Anda akan naik jabatan sebagai karyawan Anda juga harus lulus tes psikologi atau tes tpa yang banyak memuat soal matematika. Bila Anda pengusaha apakah penting matematika? Tentu saja!

Seorang penjual soto dapat saja langsung membuka warung soto. Makin laris warung sotonya. Penjual akan membuka beberapa warung soto lagi di beberapa tempat. Apa yang dia perlukan? Tepat! Matematika! Dia mulai menghitung modal yang dibutuhkan? Potensi penjualan di tempat baru? Analisis untung dan ruginya? Semua tentang matematika! Perhitungan yang tepat membantu penjual soto itu makin sukses.

2. Matematika lebih produktif lebih penting

Poin kedua ini sering disalahartikan. Seseorang pernah cerita ke saya,

“Saya sama sekali tidak memanfaatkan rumus matematika dalam pekerjaan.”
“Apa pekerjaan Anda?”
“Saya di bagian pengiriman paket.”
“Apakah Anda menghitung banyaknya paket yang Anda kirimkan?”
“Tentu.”
“Apakah Anda memperkirakan berapa lama paket akan tiba tujuan?”
“Pasti.”

Semua itu adalah matematika. Menghitung banyaknya paket, memperkirakan waktu pengiriman, menentukan banyaknya paket yang terlambat adalah matematika. Matematika ada pada setiap kehidupan Anda. Karena matematika ada di mana-mana seakan-akan Anda tidak perlu matematika padahal Anda sangat perlu matematika.

“Kalau saya benar-benar tidak perlu matematika dalam bekerja,” kata seorang karyawan laundry.
“Apakah Anda menimbang baju yang akan dicuci?”
“Ya.”
“Apakah hasil timbangan itu menentukan biaya cucian?”
“Memang begitu.”
“Apakah Anda kadang harus memberi uang kembalian untuk pelanggan?”
“Jelas!”

Semua adalah matematika! Coba sebutkan sebuah pekerjaan yang tidak perlu matematika! Seni lukis tidak perlu matematika. Dalam melukis apakah Anda mempehitungkan jumlah cat yang Anda perlukan? Itu adalah matematika. Seni musik tidak perlu matematika. Apakah dalam mengatur tinggi rendah nada Anda menghitung perbedaan nada? Itu adalah matematika.

Barangkali ada bidang yang tidak perlu matematika. Yaitu bila pekerja tidak ingin produkif. Maka matematika tidak diperlukan. Seorang kasir yang malas dia hanya ikut angka yang ditunjukkan oleh kalkulator tanpa harus berpikir matematika. Seorang pelukis yang malas dia hanya menuangkan catnya tanpa harus memperhitungkan ukuran yang tepatnya. Seorang penyanyi yang malas hanya akan menaikkan nadanya tanpa mempertimbangkan kenaikan nada tersebut. Bagi orang malas tidak terlalu perlu matematika matematika. Tetapi bila Anda ingin jadi produktif maka matematika adalah yang terpenting.

Paman APiQ sering menyebutkan bila Anda ingin produktif maka matematika menjadi sangat penting. Tetapi bila konsumtif tidak perlu matematika.

Misalkan seseorang masuk ke toko baju. Tanpa matematika ia dapat membeli semua baju yang dia butuhkan. Lalu gesek kartu untuk pembayaran maka selesai. Orang tersebut tidak perlu matematika karena sekedar konsumtif. Tetapi bila orang tersebut ingin produktif menghasilkan baju maka ia akan menghitung di kota ini ada berapa orang yang memerlukan bajunya? Untuk setiap baju ukuran besar atau kecil yang dibutuhkan? Karena akan memproduksi baju berapa banyak kain yang dibutuhkan? Matematika menjadi penting bila Anda produktif.

3. Matematika memajukan peradaban

Barangkali mempelajari sejarah akan meyakinkan kita betapa penting matematika untuk kemajuan peradaban umat manusia. Misalnya anggap di jaman sekarang negara maju adalah Amerika dan Eropa. Mengapa mereka dapat maju? Mereka adalah negara yang paling menguasai matematika. Dalam bentuk lebih nyata mereka menguasai sains dan teknologi.

Sebelum masa sekarang, seribu tahun yang lalu, dunia islam adalah dunia paling maju peradabannya. Saat itu dunia islam adalah penguasa matematika dan sains. Seperti kita tahu jaman keemasan islam melahirkan banyak ahli matematika lengkap dengan karya-karyanya. Sebut saja Aljabar, Umar Khayam, Alhaytsam, dan lain-lain adalah ahli matematika di jaman kejayaan islam.

Ribuan tahun sebelumnya lagi, masa kejayaan peradaban Romawi dan Yunani. Kita tahu banyak ahli matematika di masa jaya Romawi Yunani. Mesir kuno? Pun banyak ahli matematika di Mesir kuno.

Bagaimana dengan jaman sekarang?

Jaman canggih sekarang ini telah banyak dilakukan pengukuran tingkat pendidikan matematika dan sains di berbagai negara. TIMSS dan PISA adalah termasuk yang konsisten mengukur kemajuan pendidikan di berbagai negara. Hasilnya, pendidikan di ASIA adalah yang terbaik dalam matematika. Misalnya Korea, Jepang, Singapura, Hongkong, Tiongkok memuncaki prestasi pendidikan matematika di dunia. Diprediksi Asia bakal menjadi negara maju saat ini kecuali Indonesia.

Mengapa kecuali Indonesia?

Karena ketika negara-negara tetangga menduduki puncak pendidikan matematika terbaik di dunia, Indonesia justru menjadi negara terburuk dalam pendidikan matematika untuk saat ini.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APiQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s