Matematika Tidak Penting Untuk Anda, Mengapa?

Banyak orang mengira matematika itu penting untuk Anda. Tetapi matematika itu memang tidak penting untuk Anda. Matematika penting untuk masyarakat Anda!

Barangkali Anda dapat hidup sukses dan baik tanpa matematika. Anda dapat bekerja tanpa matematika. Bahkan bila memerlukan perhitungan maka Anda tinggal pakai kalkulator. Anda dapat berbisnis tanpa matematika. Ketika memerlukan perhitungan maka Anda tinggal menyuruh karyawan Anda untuk mengerjakannnya. Yang jelas matematika memang tidak penting untuk Anda.

Tetapi masyarakat pasti hancur tanpa matematika. Sebaliknya, masyarakat yang maju perlu matematika. Juga matematika yang hidup di suatu masyarakat akan mendorong masyarakat untuk maju.

Screenshot_2016-03-12-11-18-31

Paman APIQ mengajak kita mencermati perjalanan sejarah dan matematika sepanjang jaman.

Mesir kuno, Persia kuno, Cina kuno semua dapat maju karena peran matematika. Memang keilmuan matematika menemukan bentuknya yang solid pada jaman keemasan Yunani kuno. Seperti dalam catatan sejarah Yunani meraih masa keemasan peradaban dengan dukungan masyarakat yang melek matematika. Kita mengenal tokoh semacam Pythagoras, Euclid, bahkan Aristoteles dan Plato adalah ilmuwan yang jago matematika mengukir peradaban Yunani Kuno.

Bergesernya peradaban ke Romawi kuno juga diikuti oleh perkembangan matematika Romawi. Bahkan sampai sekarang kita masih mengenal warisan angka Romawi.

Ketika masyarakat Yunani meninggalkan matematika peradaban berangsur turun. Romawi juga mulai pudar dengan pudarnya matematika di masyarakat. Ke mana arah matematika? Matematika tidak mati. Matematika kembali ke arah timur.

Timur Tengah dengan peradan Islam menjadi pemimpin dunia. Lagi-lagi Timur Tengah mengembangkan matematika di masa jaya itu. Atau matematika yang maju di Timur Tengah mendorong kemajuan peradaban. Seperti kita tahu tokoh matematika terbesar lahir di Timur Tengah: Aljabar Alkhawaritzmi. Masih banyak tokoh lain di bidang matematika seperti Umar Khayam, Ibnu Haytham, dan lain-lain.

Tetapi entah mengapa penguasaan masyarakat terhadap matematika tidak berlangsung abadi. Saat itu Timur Tengah sebagai pemimpin dunia. Sementara Barat justru terpuruk dalam masa kegelapan. Melewati abad pertengahan angin matematika kembali bertiup ke Barat.

Matematika mulai tumbuh subur di Barat. Lahirlah masa Renaisan (pencerahan) di Eropa dan sekitarnya. Eropa kembali maju memimpin peradaban. Banyak ilmuwan dan ahli matematika lahir sejak jaman pencerahan ini. Seperti kita tahu sampai sekarang Barat masih memimpin peradaban dengan penguasaan matematika yang mumpuni. Anda dapat menyebut tokoh matematika hampir semua lahir sejak masa Renaisan ini: Newton, Lebniz, Gauss, dan lain-lain.

Apakah Barat akan terus memimpin peradaban dengan menguasai matematika?

Tampaknya tidak semudah itu. Hasil penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa penguasaan matematika mulai bergeser lagi dari Barat menuju Timur (Jauh). Hasil laporan PISA mau pun TIMSS terakhir menunjukkan pendidikan matematika terbaik dipuncaki oleh negara-negari Asia Timur Jauh. Seperti Singapore, Tiongkok, Jepang, Korea, Hongkong dan lain-lain duduk pada posisi tertinggi dalam pendidikan matematika.

Apakah Asia akan menjadi pemimpin peradaban dunia?

Barangkali benar juga. Bukankah Jepang telah lama menjadi negara maju? Tiongkok juga mulai menjadi negara adi daya. Produk-produk Korea sudah mendunia. Singapura negara kecil yang menguasai dunia.

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia justru menjadi yang paling buruk dari hasil penelitian PISA dan TIMSS. Tampaknya masih jauh Indonesia dapat menyusul majunya negara tetangga di Asia. Bukankah Indonesia sudah berkali-kali memenangi olimpiade matematika? Benar! Tetapi olimpiade matematika bukanlah pendidikan matematika. Bukan pula mewakili penguasaan masyarakat terhadap matematika.

Juara olimpiade math hanya menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai anak-anak yang berbakat. Bila anak-anak berbakat ini dikembangkan untuk kemajuan masyarakat maka akan mendorong kemajuan masyarakat. Tetapi kita butuh upaya nyata sistemik untuk memajukan matematika di masyakarat. Dengan kemajuan matematika di masyarakat Indonesia maka akan mendorong kemajuan peradaban Indonesia.

Oleh karena itu, APIQ ikut berperan serta aktif memajukan Indonesia melalui matematika.

BIMA dan Tatalaba adalah pesembahan istimewa APIQ untuk Anda agar bersama-sama memajukan Indonesia melalui pendidikan matematika. Selamat bergabung memajukan Indonesia bersama APIQ BIMA Tatalaba.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APIQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s