Evaluasi Kurikulum 2013: Disempurnakan atau Dihentikan?

Menteri Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan sudah menyatakan bahwa kurikulum 2013 akan dievaluasi. Kata evaluasi ini memang sudah bermuatan akan diadakannya perubahan. Hanya saja ada pilihan apakah perubahan kecil berupa penyempurnaan atau perubahan besar berupa penggantian dengan kurikulum yang berbeda. Tampaknya Menteri Pendidikann lebih memilih untuk menyempurnakan.

Berikut ini adalah beberapa pengamatan saya yang dapat menjadi pertimbangan untuk evaluasi kurikulum 2013.

1. Pengamatan langsung dengan bertanya kepada siswa dan guru

Sebagian besar siswa dan guru keberatan dengan implementasi kurikulum 2013 tetapi ada juga siswa dan guru yang menilai positif kurikulum 2013. Yang keberatan cenderung mengarah bahwa kurikulum 2013 lebih berat dan lebih membebani. Hal ini banyak diungkapkan oleh siswa dan guru dari sekolah negeri. Sedangkan yang menilai positif menyatakan kurikulum 2013 lebih memberi ruang gerak. Yang positif ini biasanya berasal dari sekolah swasta plus.

Kesimpulan sementara: Kurikulum 2013 tidak sesuai untuk sekolah negeri atau swasta umum. Kurikulum 2013 berpotensi bagus hanya untuk sekolah swasta plus.

2. Rentang materi yang sangat lebar

Ambil contoh misalnya pelajaran matematika. Dalam materi matematika diajarkan materi yang sangat sederhana sampai materi olimpiade matematika yang sangat sulit. Materi olimpiade tidak cocok untuk belajar anak pada umumnya. Materi pada umumnya adalah konsep-konsep pemahaman yang secara ilmiah dapat digunakan siswa untuk memahami atau memecahkan suatu masalah. Sedangkan materi olimpiade memang dirancang untuk selalu memuat “masalah”. Maksud dari “masalah” adalah ketika seseorang membaca soal olimpiade mereka tidak dapat secara langsung akan menyelesaikannya dengan konsep tertentu, atau bab tertentu, atau rumus tertentu. Tetapi mereka harus berpikir cerdik untuk beberapa waktu menemukan ide jalan penyelesaian.

Sementara di sisi lain, anak-anak kita banyak yang masih harus berusaha keras untuk menguasai konsep-konsep pemahaman dasar yang lebih penting. Kurikulum harus lebih fokus pada materi ini.

Kesimpulan sementara: Kurikulum yang bermuatan olimpiade perlu dihapus. Biarkan materi olimpiade dipelajari oleh beberapa anak khusus yang memiliki minat dan bakat.

3. Jam belajar yang terlalu panjang

Memang menteri pendidikan yang sebelumnya menyatakan bahwa penambahan jam hanya sekitar 1 jam tiap harinya. Tampaknya ringan-ringan saja. Tetapi kenyataan penambahan 1 jam ini dampaknya lebih besar dari sekedar 1 jam ini. Anak-anak berangkat pagi (sekitar pukul 6 pagi) dan pulang sekitar pukul 3 sore. Anak belajar pada kondisi lapar dan lelah.

Anak berangkat sekolah kadang belum sarapan dan harus tetap belajar ketika waktu makan siang tiba tanpa makan siang. Problem ini menjadi serius untuk sekolah negeri dan swasta umum. Tetapi untuk sekolah swasta plus tidak menjadi masalah berarti karena dari sebelumnya mereka juga sudah menjalani jam belajar seperti itu.

Solusi untuk sekolah negeri dan swasta umum tidak semudah yang dibayangkan. Misalkan suruh anak membeli makan siang di sekolah. Berapa harga makan siang? Misal 5 ribu rupiah x 24 hari tiap bulan x 2 anak dalam keluarga menjadi 240 ribu. Apakah keluarga Indonesia mampu menanggung beban tambahan 240 ribu tiap bulan? Terlalu membebani.

Pertanyaan selanjutnya, bila membeli makan di kantin sekolah apakah kantin dapat menangani ratusan siswa atau bahkan ribuan siswa hanya dalam beberapa menit jam istirahat?

Solusi praktis adalah siswa menunda jam makan siang menjadi sore hari. Satu kali atau dua kali penundaan tidak masalah. Hanya saja penundaan yang berulang-ulang rawan terhadap ancaman berbagai penyakit perut, lambung, atau tipus. Apakah keluarga Indonesia harus menanggung beban sakit tipus bagi putra-putrinya? Bukan ratusan anak-anak Indonesia. Tetapi ribuan sampai jutaan siswa yang rawan terserang penyakit serius.

Ini adalah biaya yang teramat besar untuk keluarga Indonesia.

Kesimpulan sementara: Beban jam belajar kurikulum 2013 harus dikurangi.

Dan masih banyak masalah-masalah lain terhadap 2013 misal mengenai ketersediaan buku ajar, penguasaan guru, metode belajar, dan lain-lain.

Bagaimana menurut Anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s