Mengapa Lebih Kuat Tidak Selalu Menang

Pagi-pagi seorang guru membawa dua ekor kuda dan mengumpulkan ratusan muridnya di lapangan terbuka.

“Siapa di antara kalian yang badannya paling kuat?”

Murid-murid hiruk-pikuk,”Adi… Adi adalah yang paling kuat!”

“Siapa di antara kalian yang badannya paling lemah?”

Murid-murid kembali hiruk pikuk,”Acil…Acil adalah yang paling kecil!”

Guru memanggil ke depan Adi dan Acil. Mereka berdua akan bertanding untuk mencabut bulu ekor kuda. Adi mendapat satu kuda dan Acil kuda satunya lagi. Siapa yang berhasil mencabut bulu ekor kuda terbanyak adalah pemenangnya. Pertandingan dibagi 3 babak. Setelah peluit berbunyi mereka punya waktu 1 detik untuk mencabut bulu ekor kuda.

“Siapa yang akan menang dalam lomba ini?” tanya guru.
“Adi pasti menang,” sahut murid-murid,” Adi adalah yang paling kuat.”
“Acil tidak akan menang, badannya terlalu kecil!”

“Mari kita mulai…” seru guru.

Peluit berbunyi, babak 1 mulai. Adi dengan sekuat tenaga mencabut seluruh bulu ekor kuda. Kuda melompat. Tak satu pun bulu ekor kuda yang berhasil dicabut Adi. Sedangkan Acil konsentrasi hanya mencabut 1 bulu ekor kuda dan Acil berhasil mencabut 1 bulu.

Babak kedua segera dimulai. Adi mengumpulkan tenaga dengan badannya yang kekar untuk mencabut seluruh bulu ekor kuda. Acil konsentrasi untuk mencabut 1 bulu. Peluit berbunyi, dengan tenaga penuh Adi mencabut seluruh bulu ekor kuda. Kuda melompat, Adi tidak mendapatkan apa-apa. Acil kembali berhasil mencabut 1 bulu ekor kuda.

Menjelang babak ketiga, Adi berpikir. Dia kalah 2 – 0 melawan Acil. Adi berniat cukup mencabut 4 bulu pada babak terakhir maka akan memenangkan lomba.

Peluit babak ketiga berbunyi. Adi berusaha mencabut 4 bulu ekor kuda. Kuda kembali melompat. Adi tidak dapat apa-apa. Sementara Acil berhasil menambah 1 bulu lagi jadi total 3 bulu ekor kuda dan memastikan sebagai pemenang lomba.

“Bukan besar dan kuat yang menjadikan kalian pemenang,” kata guru,” tetapi strategi, konsentrasi, dan pemanfaatan waktu yang tepat adalah kunci keberhasilan kalian.”

Bagaimana menurut Anda?

@#$

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s