Teknik Berhitung Cepat Matematika Tingkat Dunia: Statistik

Hakikat manusia mencari sesuatu yang lebih cepat. Matematika dan sains menyediakan kecepatan yang Anda butuhkan. Salah satunya, statistik, adalah bagian dari matematika dan sains yang memberikan Anda kecepatan itu. Selamat menikmati kecepatan yang cepat.

Secara prinsip, statistik akan memotret sesuatu yang lebih besar dengan sesuatu yang lebih kecil. Hebatnya, potret dari yang lebih kecil ini berhasil menggambarkan secara tepat dan akurat tentang yang lebih besar itu. Karena yang diukur memang lebih kecil maka prosesnya tentu dapat menjadi lebih cepat dan hemat.

Bahkan dalam kondisi tertentu, statistik harus diterapkan. Pengukuran hanya diijinkan kepada bagian yang lebih kecil saja (sampel). Sedangkan pengukuran pada yang lebih besar (populasi) tidak diijinkan. Paman APIQ akan sedikit memberikan contoh.

Hitung Cepat Quick Count untuk pemilu pilpres 2014 selesai dihitung hanya sekitar 2 jam setelah pelaksanaan pemungutan suara. Hasilnya cukup akurat dengan hasil hitung resmi KPU yang membutuhkan waktu 2 mingguan. Menurut Paman APIQ, quick count menunjukkan kecepatan yang luar biasa. Tetapi KPU juga bisa menghitung pada akhirnya. Dalam kondisi ini, hitung cepat adalah suatu pilihan bukan keharusan.

Bandingkan dengan contoh Paman APIQ yang berikut ini. Sebuah pabrik memproduksi 1 juta unit rantai dengan kemampuan menahan beban 100 kg. Rantai akan putus bila menahan beban maksimal 150 kg. Bagaimana pabrik tersebut dapat membuktikan bahwa rantai akan putus hanya bila dibebani 150 kg?

Apakah 1 juta unit rantai akan dicoba dengan beban 150 kg?
Bila terbukti 1 juta unit teryata memang putus bukankah rantai jadi rusak semua?
Berapa waktu dan biaya yang dihabiskan untuk menguji 1 juta unit rantai?

Dalam kondisi ini uji coba pada populasi (yang besar) tidak tepat. Maka statistik, hitung cepat, dengan melakukan pengukuran pada yang lebih kecil adalah pilihan yang bagus. Dengan statistik kita hanya perlu mengukur sampel sekitar 30 unit. Kemudian menganalisnya dan dapat menyimpulkan bahwa rantai tersebut akan putus bila diberi beban 150 kg atau sebaliknya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APIQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s