(3) Paradoks Terselesaikan Tapi Zeno Belum Puas

Ketika orang mendengar paradoks Zeno maka mereka pasti bangkit melawan. Ada 2 golongan orang yang menentang Zeno ini. Golongan pertama mengatakan bahwa paradoks Zeno itu tidak sesuai dengan realitas dan salah. Selesai urusan.

Golongan kedua juga menyatakan paradoks Zeno itu salah. Tapi mereka tidak puas dengan jawaban sederhana sekedar menghakimi salah. Golongan kedua inilah yang lebih dari dua ribu tahun belum puas merumuskan solusi untuk Zeno. Hasil sampingan dari solusi ini adalah berkembangnya ilmu pengetahuan.

Paman APIQ merumuskan ulang paradosk Zeno sebagai berikut.

“Sebuah robot kelinci yang kecepatannya 10 meter/detik balapan dengan robot siput yang kecepatannya 1 meter/detik. Tetapi robot siput memulai balapan dengan posisi 10 meter di depan robot kelinci. Siapakah yang bakal menang?”

“Robot kelinci yang bakal menang!” jawab Geo dengan cepat.

Begitu pula jawaban banyak orang, robot kelinci bakal menang pada akhirnya. Di mana paradoksnya? Ini dia, Zeno menjelaskan paradoks ribuan tahun.

“Ketika kelinci bergerak 10 meter maka siput telah maju 1 meter. Kelinci menyusul 1 meter ke depan tetapi pada saat yang sama siput telah maju 0,1 meter. Begitu seterusnya dan akhirnya siput tetap sedikit di depan kelinci. Jadi yang menang adalah siput.”

Paman APIQ juga sudah menyelesaikan paradoks di atas dengan mempertimbangkan finish. Penyelesaian ini sudah tuntas.Tapi Zeno belum puas, “Bagaimana mungkin kelinci dapat menyalip siput?”

Paman APIQ menyatakan jika finish kurang dari 100/9 = 11,111 meter benar bahwa kelinci tidak menyalip siput. Jadi siput adalah pemenang. Zeno benar tapi tidak ada paradoks.

Sedangkan bila finish lebih dari 100/9 = 11,111 meter maka kelinci berhasil menyalip siput. Jadi kelinci adalah pemenang. Zeno salah dan paradoks terselesaikan.

Tapi Zeno bertanya,
“Apa yang terjadi pada finish 100/9 meter itu? Bukankah setiap kelinci mendekat ke siput, maka siput telah meninggalkan kelinci sedikit jarak? Jadi kelinci tidak akan pernah berhasil menyusul.”

Sebenarnya akan lebih mudah membahas ini bila kita mengajak Zeno naik mobil di jalan tol luar kota yang lancar. Biarkan Zeno naik mobil di depan dengan kecepatan tetap 40 km/jam. Lalu kita bersama Paman APIQ naik mobil beberapa meter di belakang hendak menyalip dengan kecepatan tetap 60 km/jam.

Apa yang akan terjadi ketika Paman APIQ akan menyalip Zeno?

Mobil Paman APIQ semakin mendekat ke mobil Zeno. Kemudian mobil Paman APIQ tepat berdampingan dengan mobil Zeno. Sesaat kemudian mobil Paman APIQ telah melaju meninggalkan mobil Zeno. Demikian pula yang terjadi dengan kelinci dan siput.

Zeno masih berkeras,
“Sedekat apa pun kelinci itu kepada siput maka siput akan tetap maju menjaga jarak yang juga makin dekat. Kelinci tetap tak berhasil menyusul.”

Kali ini Paman APIQ mengajak Zeno mempertimbangkan masalah waktu – di samping jarak itu sendiri.

Misal jarak kelinci dan siput sudah sangat dekat. Mereka terpisahkan pada jarak hanya 1 mm. Jika tersedia waktu 1 milidetik maka siput menambah jarak 1 mm. Tetapi kelinci sudah melaju 10 mm ke depan dan sudah menyusul siput.

Zeno berargumen, “Bagaimana jika hanya tersedia waktu 0,1 milidetik?”

Maka siput telah maju 0,1 mm total jarak menjadi 1,1 mm. Sedangkan kelinci maju sejauh 1 mm.Jadi kelinci tidak berhasil menyusul.

Tetapi bukankah sekejap kemudian 1 milidetik itu terjadi? Bahkan sebelum Anda mengejapkan mata 1 milidetik itu telah berlalu.Paradoks terselesaikan.

Dan kelinci benar-benar menyusul siput. Jadi, dengan mempertimbangkan waktu paradoks Zeno ini terselesaikan.

Zeno masih heran. Ingin menolak tapi sepertinya cukup jelas uraian di atas. Berikutnya Paman APIQ akan menjelaskan paradoks Zeno ini dengan teori himpunan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APIQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s