Salut untuk Budiman Achmad Sang Inovator Indonesia

Membaca Kompas Jumat 30 Juli 2010 saya kagum dan salut kepada Budiman Achmad. Beliau adalah putra negeri ini yang berinovasi untuk membantu rakyat, petani kecil, mengukur volume kayu dengan mudah dan sederhana.

Berikut sedikit kutipan dari harian Kompas.

“Beda halnya jika petani menggunakan pita volume. Cukup hanya mengukur lingkar pohon dengan cara melingkarkan pita volume, petani sudah mengetahui berapa meter kubik volume batang pohon itu. Selain itu, pita volume sangat praktis untuk dibawa-bawa dalam saku celana atau baju.

Namun, Budiman menegaskan, pita volume kayu ciptaannya hanya berlaku untuk pohon pinus di Tapanuli Utara. Pita ini tidak untuk dipakai pada komoditas lain dan daerah lain. ”Pita volume ini memang dibuat di Ciamis, tetapi rumus pembuatan pita ini saya bikin berdasarkan data lapangan di Tapanuli Utara, tempat saya bekerja sebelum dipindah ke Ciamis,” ujar pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 51 tahun lalu, itu.”

Secara matematis menghitung volume kayu tidak terlalu sulit. Tetapi secara praktis? Tidak terlalu mudah.

Saya sendiri ingin berbagi rumus untuk menghitung volume kayu atau pohon. Barangkali dapat digunakan oleh Pak Budiman Achmad membuat rumus beliau lebih mantap lagi.

Untuk lebih sederhananya, kita asumsikan dulu bahwa bentuk pohon adalah seperti tabung sederhana.

V = A.T

A = luas alas yang berupa lingkaran
T = tinggi pohon

Misal kita hanya dapat mengukur lingkar pohon. Bagaimana caranya kita dapat menghitung volume pohon?

Pengolahan data statistik dapat membantu kita untuk menghitung tinggi T bila lingkar pohon diketahui. Masih dari data statistik lagi, kita juga dapat memilih lingkar pohon efektif yaitu lingkar pohon yang mewakili rumus di atas. Karena dalam tataran praktis lingkar pohon bagian bawah dapat saja berbeda dengan lingkar pohon bagian atas.

Tentu saja cara paling sederhana adalah dengan beberapa asumsi tambahan. Anggap T = 1 meter. Maksudnya kita menghitung volume pohon untuk tiap panjang atau tinggi 1 meter. Anggap juga lingkar pohon terukur adalah lingkar pohon efektif atau bentuk pohon adalah tabung sederhana.

Maka,

V = A.1 = A

A = Pi r^2

Tetapi kita hanya mengukur lingkar pohon = keliling lingkaran.

Dengan sedikit pengamatan, dan definisi matematika, kita tahu,

keliling/diameter = Pi = 22/7

K = (22/7).d

Bahkan anak-anak kecil di APIQ sangat senang bereksperimen menemukan perbandingan keliling dan diameter ini yang bernilai tetap = Pi = 22/7.

r = (1/2).d
= (1/2)(7/22).K
= (7/44).K

Dengan menggunakan rumus luas lingkaran yang dikembangkan Paman APIQ,

Luas Lingkaran = Luas Segitiga

L = 1/2 a.t

a = alas; dalam hal ini adalah lingkar pohon atau keliling K.

t = tinggi lingkaran; dalam hal ini adalah r = 7/44 K

L = (1/2) [K][(7/44)K]

= (7/88)K.K

Dengan rumus terakhir ini, kita langsung dapat menghitung luas lingkaran pohon jika kita telah mengukur K = keliling = lingkar pohon. Hasil ini juga langsung merupakan volume pohon untuk tiap meter panjang atau tinggi.

Tetapi inovasi Pak Budiman Achmad lebih hebat lagi. Beliau berinovasi karena ingin membantu rakyat mengatasi masalah mereka. Sehingga hasil inovasi ini langsung bermanfaat bagi rakyat Indonesia.

Salut untuk Pak Budiman…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s