Mengembangkan Matematika Kreatif Tahap Demi Tahap

Sudah menjadi rahasia umum bahwa matematika adalah pelajaran paling menakutkan bagi sebagian besar siswa. Bukan bagi siswa saja, bagi sebagian besar guru pun matematika adalah pelajaran paling sulit untuk diajarkan.

Sementara itu di sisi lain, peran penting matematika semakin besar. Kemajuan ilmu dan teknologi semakin menuntut kita untuk menguasai matematika – setidaknya prinsip-prinsip dasarnya. Dengan berkembangnya dunia digital maka bidang ekonomi, bisnis, mau pun kehidupan sosial lain perlu memanfaatkan matematika untuk menganilisis berbagai macam situasi.

Pertanyaan bagi kita, “Bagaimana mengajarkan matematika kepada anak-anak kita dengan baik dan benar?”

Pertanyaan sederhana tetapi tidak mudah untuk menjawabnya.

Misalnya mengenai berapa banyak muatan kurikulum matematika yang harus diajarkan kepada siswa SD juga tidak mudah dijawab. Banyak orang telah mengamati bahwa beban kurikulum matematika SD Indonesia lebih berat dan lebih banyak dibanding dengan negara-negara lain. Siswa-siswa SD kita mempelajari matematika secara luas namun sebagai konsekuensinya kurang mendalam. Sementara itu di beberapa negara maju siswa SD hanya mempelajari sedikit tema tentang matematika tetapi pembahasannya secara mendalam.

Sudah menjadi pemandangan umum bahwa guru-guru kita kekurangan waktu untuk mengajar sesuai beban kurikulum. Sehingga banyak guru hanya menugaskan anak-anak untuk belajar sendiri di rumah beberapa bab yang tidak sempat dibahas di kelas.

Matematika SMA jadi Mudah 01

Dari berbagai pertimbangan itulah, Paman APIQ berupaya untuk berinovasi mengembangkan matematika kreatif secara bertahap. Paman APIQ mencoba untuk meringkas matematika menjadi tiga bidang utama: aljabar, geometri, dan aritmetika. Bidang kajian matematika yang lain sebaiknya dimasukkan sebagai pengayaan aljabar, geometri, dan aritmetika. Lebih khusus lagi, Paman APIQ menekankan pentingnya penguasaan aritmetika.

Misal untuk siswa SD, Paman APIQ mengusulkan agar hanya ada 3 bab utama selama 6 tahun belajar. Bab pertama tentu aritmetika. Semua bab yang berhubungan dengan aritmetika dapat dipandang sebagai penerapan aritmetika. Misal bab tentang skala adalah penerapan aritmetika perbandingan, bab satuan panjang adalah penerapan aritmetika untuk pengukuran. Karena bab pertama tersebut adalah aritmetika maka yang paling penting adalah penguasaan prinsip-prinsip aritmetika. Sisanya adalah pengayaan aritmetika.

Bab kedua adalah geometri. Tentu prinsip-prinsip geometri akan sangat menarik bagi sebagian besar siswa. Bab geometri banyak menyediakan petualangan-petualangan visual yang menarik bagi siswa. Pemanfaatan alat peraga sebagai media petualangan tentu sangat dibutuhkan untuk pembelajaran geometri.

Bab ketiga adalah aljabar. Kurikulum SD Indonesia saat ini tampaknya ragu-ragu menyatakan secara eksplisit materi aljabar. Kenyataannya banyak pelajaran siswa SD yang menuntut keterampilan aljabar.

Contoh soal UN SD berikut dapat memberi sedikit gambaran.

Perbandingan uang Amin dan Ahmad adalah 2:3. Jika jumlah uang mereka Rp 2.000.000,- maka selisih uang mereka adalah….

Tentu contoh soal di atas dapat dianggap sebagai aritmetika (sosial). Tetapi akan lebih mantap bila kita memandang soal di atas sebagai aljabar. Kemudian kita membekali anak-anak kita dengan keterampilan dasar aljabar yang diperlukan.

Secara aljabar, soal di atas dapat kita lihat sebagai persoalan dengan 2 persamaan dan 2 variabel belum diketahui. Dengan penuh kesadaran persoalan di atas dapat diselesaikan dengan baik.

x/y = 2/3 maka x = 2/3 y

x + y = 2.000.000

Dengan substitusi,

2/3 y + y = 2.000.000
5/3 y = 2.000.000

y = 1.200.000 maka x = 800.000

Selisih = y – x = 1.200.000 – 800.000 = 400.000 (Selesai).

Cara di atas adalah cara formal tahap-tahap menyelesaikan sistem persamaan aljabar. Dengan metode pembelajaran yang kreatif anak-anak dapat menguasai keterampilan di atas dengan baik. Dan keterampilan ini sangat penting sampai tingkat lanjut.

Tentu saja kita dapat menyelesaikan soal di atas dengan berbagai macam trik.

2/3 b + 3/3 b = 2.000.000
5/3 b = 2.000.000

1/3 b = 400.000 (Selesai)

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s