Matematika Kreatif Menciptakan Sepak Bola Indah: FIFA World Cup 2010

Paman APIQ mengamati pertandingan sepak bola dunia 2010. Beberapa hal dalam piala dunia 2010 akan menjadi lebih seru bila kita memanfaatkan matematika kreatif.

Mari kita cermati grup A dan grup B yang telah menyelesaikan masing-masing tim 2 kali bertanding. Mengikuti aturan FIFA maka pertandingan ketiga dapat saja menjadi hambar.

Paman APIQ memberi usulan, rekomendasi, untuk FIFA agar berinovasi sehingga pertandingan ketiga tetap seru dan bergairah. Bagaimana usulan Paman APIQ?

Paman APIQ mencermati bobot skor pertandingan. FIFA saat ini memberlakukan skor menang 3 poin, seri 1 poin, dan kalah 0 poin.

Hasil grup A:
1. Uruguay 4 poin
2. Mexico 4 poin
3. Perancis 1 poin
4. Afrika Selatan 1 poin

Pertandingan ketiga (terakhir) akan mempertemukan Uruguay lawan Mexico dan Perancis lawan Afrika Selatan.

Pertandingan ini terancam akan lesu dan membosankan. Mengapa?

Uruguay dan Mexico sudah pada posisi aman. Bila mereka main santai, 0 – 0, maka mereka berdua berbagi poin 1 – 1. Kosekuensinya mereka berdua juga lolos ke babak 16 besar tanpa hambatan.

Di sisi lain, pertandingan Perancis lawan Afrika menjadi tak berarti. Sehebat apa pun Perancis dan Afrika bermain cantik serta mencetak ribuan goal maka mereka tetap tersingkir. Karena bila menang, salah satu dari mereka hanya bertambah 3 poin menjadi 4 poin. Masih di bawah Mexico Uruguay yang santai-santai saja.

Rekomendasi Paman APIQ adalah mengubah sistem bobot skor untuk pertandingan terakhir, ketiga. Sedangkan pertandingan pertama, dan kedua tetap memakai 3 – 1 – 0.

Sistem skor yang diusulkan Paman APIQ adalah, untuk pertandingan ketiga,

4 – 0,5 – 0

Menang 4 poin
Seri 0,5 poin
Kalah 0 poin

Dengan sistem skor ini, kedua pertandingan di atas akan berlangsung seru. Bila Perancis atau Afrika Selatan menang maka sang pemenang akan meraih tambahan 4 poin menjadi 5. Nilai ini telah melebihi Mexico – Uruguay bila mereka bermain seri yang hanya mengumpulkan 4,5 poin.

Dengan demikian Mexico – Uruguay juga harus bertarung sepenuh kekuatan agar meraih nilai penuh 4 poin.

Jadi seru pertandingan terakhir ini karena sangat menentukan bagi semua tim!

Kedua, mari kita coba usulan Paman APIQ ini untuk pertandingan terakhir grup B. Hasil sementara grup B setelah masing-masing bertanding 2 kali adalah:

1. Argentina 6 poin
2. Korea Selatan 3 poin
3. Yunani 3 poin
4. Nigeria 0 poin

Pertandingan terakhir akan mempertemukan Argentina lawan Yunani dan Korea Selatan lawan Nigeria.

Dengan sistem skor FIFA 3 – 1 – 0 maka Argentina di atas angin hampir pasti lolos. Sedangkan Nigeria sudah terkurung habis tidak punya harapan.

Pertandingan terakhir dapat berlangsung membosankan. Argentina dapat hanya santai-santai saja menahan seri atau sedikit kalah oleh Yunani maka masih lolos. Tidak ada yang dipertaruhkan.

Bila menggunakan sistem skor 4 – 0,5 – 0 seperti usul Paman APIQ maka semua pertandingan masih berlangsung seru.

Jika Argentina santai maka ia dapat dikalahkan oleh Yunani. Maka Yunani memperoleh tambahan poin 4 menjadi 7 mengalahkan Argentina yang 6.

Di pertandingan lain, Korea Selatan akan memanfaatkan kesempatan terakhir untuk menang. Misal Korea berhasil menang lawan Nigeria maka Korea bertambah poin 4 menjadi 7. Nilai 7 ini cukup untuk menyingkirkan Argentina.

Dengan demikian maka Argentina tidak akan main santai atau membosankan. Argentina juga berkepentingan untuk mengalahkan Yunani.

Dengan sistem Paman APIQ maka semua pertandingan tetap bermakna dan makin seru!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s