Soal Cerita SD Kelas 5: Dasar-dasar Aljabar

Disiplin aljabar sangat penting bagi putra-putri kita. Paman APIQ pernah terbersit, bagaimana jika memasukkan aljabar dalam kurikulum SD? Ah… bukankah kurikulum SD kita sudah sangat tinggi dibanding kurikulum negara maju?

Kenyataannya, keterampilan dasar aljabar sudah diujikan kepada anak-anak SD bahkan sejak kelas 1. Semakin tinggi kelas maka semakin rumit keterampilan aljabar yang dibutuhkan.

Sekedar contoh aljabar yang muncul di SD kelas 1:
(1)
n + 2 = 5
n = …

Contoh aljabar yang kelas 4,
(2)
Jika luas dari suatu persegi panjang adalah 20 cm persegi dan panjang adalah 5 cm maka berapakah keliling persegi panjang tersebut?

Contoh aljabar lagi untuk kelas 5 atau kelas 6,
(3)
Perbandingan kelereng Al dan Geo adalah 3:4. Jika Al memiliki 57 kelereng maka berapakah seluruh kelereng yang dimiliki Al dan Geo?

Contoh-contoh soal di atas memerlukan keterampilan aljabar untuk menyelesaikannya. Dan masih banyak contoh soal cerita untuk SD yang membutuhkan keterampilan aljabar.

Apa yang dilakukan para siswa atau guru untuk menyelesaikan soal-soal di atas?

1. Coba-coba. Cara coba-coba adalah sah dan benar. Khususnya untuk soal sederhana kita dapat dengan mudah mencobanya. Untuk soal nomor (1) di atas kita dapat mencobanya,

n + 2 = 5
coba n = 2 maka 2 + 2 = 4;
coba n = 3 maka 3 + 2 = 5; (benar; selesai).

Sedangkan untuk soal seperti nomor (2) dan (3) cara coba-coba mulai agak sulit.

2. Keterampilan substitusi. Selama ini kita mengajarkan teknik substitusi mulai siswa SMP. Apakah layak substitusi kita ajarkan untuk anak SD?

3. Keterampilan menyederhanakan persamaan. Untuk dapat melakukan substitusi anak-anak perlu memanipulasi persamaan agar lebih sederhana.

n + 2 = 5
n = 5 – 2
n = 3

Bagaimana kita mengajarkan keterampilan tersebut?

Untuk contoh soal nomor (2),

p x l = 20
l = 20/p
l = 20/5
l = 4

Kemudian melakukan substitusi pada persamaan keliling,

K = 2p + 2l
K = 2.5 + 2.4
K = 10 + 8
K = 18 (Selesai)

Nah… bagaimana cara kita mengajarkan keterampilan substitusi dan manipulasi aljabar tersebut?

4. Keterampilan menguji jawaban akhir. Keterampilan menguji jawaban kadang terlewatkan. Padahal menguji jawaban justru menjadi langkah terpenting. Setelah seorang siswa mengerjakan berbagai macam tugas, pertanyaan akhirnya, apakah jawaban ini sesuai dengan yang dibutuhkan?

5. Pemodelan matematika. Membuat model matematika atau lebih sederhananya membuat kalimat matematika adalah dasar untuk menyelesaikan masalah.

Contoh untuk soal nomor (3)
A/G = 3/4
4A = 3G
A = 3/4 G atau G = 4/3 A

A = 57

Maka,

A + G = 57 + G
=57 + 4/3 A
= 57 + 4/3 57
= 57 + 76
= 133 (Selesai)

Tentu saja bagi yang sudah berpengalaman dapat menggunakan logika perbandingan dengan lebih cepat.

3x = 57
7x = … = 7(57/3) = 133 (Selesai).

Jadi, pertanyaan besar yang harus kita cari jawabannya,

“Bagaimana cara mengajarkan aljabar kepada anak-anak kita?”

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

9 responses to “Soal Cerita SD Kelas 5: Dasar-dasar Aljabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s