Bintang Aljabar: Perkembangan Asyik dari Bintang Aritmetika

Anak-anak semacam Algeometi telah menguasai bintang aritmetika dengan mahir dan menyenangkan. Selanjutnya Paman memperluas pemanfaatan jurus bintang ini untuk menguasai konsep aljabar. Jadilah bintang aljabar.

Algeometi sudah akrab degan bentuk,

(20 + 1)
(20 + 1)x
————–
20.20 + (2.20.1) + 1.1 = 441

Perhitungan di atas kita memanfaatkan bintang aritmetika,

I X I

Dengan sedikit melangkah mengganti bilangan dengan simbol maka kita akan memiliki bintang aljabar,

(a + 1)
(a + 2)x
————
a.a + 3a + 2

Tentu saja Algeometi ingin berlatih dengan tantangan yang beragam.

(a + 3)
(a + 2)x
————
……………………

(a + 5)
(a + 3)x
————-
……………………

(a – 2)
(a + 5)x
————–
………………..

Tantangan lebih menarik lagi bila prosesnya kita balik. Yaitu diketahui bentuk persamaan kuadrat kemudian anak-anak kita minta menguraikan menjadi faktor-faktornya (pemfaktoran).

a.a + 8a + 15 = ………………… =?

Dengan imajinasi bintang aljabar, Algeometi akan menebak,

15 adalah hasil kali dari 3 dan 5. Sehingga,

a.a + 8a + 15 = (a + 3)(a + 5)

Setelah Algeometi mahir dengan pemfaktoran, Paman APIQ memperkenalkan “pembuat 0” atau akar dari persamaan kuadrat.

Mari terus berpetualang…

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat….
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s