Anak-anak APIQ Berlatih Wirausaha

“Aku ingin jadi penulis.”
“Aku ingin jadi pilot.”
“Aku ingin jadi guru.”
“Aku ingin jadi dokter.”
“Aku ingin jadi pengusaha.”

Anak-anak selalu memiliki cita-citanya sendiri. Kita hanya perlu menjaganya, menyiraminya, dan memupuknya.

Sepanjang yang saya tahu, agak jarang anak-anak yang bercita-cita untuk menjadi pengusaha. Tetapi Al, Geo, Meti punya cita-cita untuk menjadi pengusaha. Bahkan Al, Geo, Meti, telah memulai karir sebagai pengusaha sejak kanak-kanak.

Meti kecil mempunyai ide. Dia akan menjual kartu ajaib di sekolah. Meti mengumpulkan beberpa kartu nama kosong. Lalu ia tuliskan angka-angka sehinga membentuk kartu ajaib. Bahkan di salah satu kartu tersebut ia tuliskan: Karya Meti Anak APIQ.

Sampai di sekolah Meti beraksi dengan kartu ajaib main sulap. Hanya dalam waktu beberapa menit kartu ajaib telah terjual habis.

Kabar pun mulai tersebar. Al dan Geo mendengar kabar itu. Sepulang sekolah, Al dan Geo mengatakan kalau mereka juga ingin menjual kartu ajaib.

Al, Geo, Meti ramai-ramai mencari kartu nama kosong untuk membuat kartu ajaib. Ternyata persediaan kartu nama telah habis. Mereka pergi ke toko untuk membeli kartu nama kosong. Entah mengapa toko sebesar itu juga kehabisan kartu nama kosong.

Paman APIQ mengusulkan agar Al, Geo, Meti membeli kertas ukuran A4 yang agak tebal. Kemudian memotong-motongnya menjadi kartu-kartu kecil. Al, Geo, Meti setuju.

Giliran Geo beraksi. Ia ukur panjang kertas A4 tersebut, 20 cm lebih. Lebar hampir 16 cm. Geo berpikir sejenak lalu membagi lebarnya menjadi 4 bagian masing-masing hampir 4 cm. Lalu memotongnya menjadi empat kertas dengan ukurang lebar 4 cm dan panjang 20 cm lebih.

Geo, tanpa mengukur, melipat kertas panjang itu dan membaginya menjadi 4 bagian identik. Jadilah kartu kosong sebagai bahan untuk membuat kartu ajaib.

Al tampak berpikir keras… 4×4 = 16….

1 lembar kertas dapat menghasilkan 16 kartu. Berapa harga 1 kartu? Tampaknya Al sedang memikirkan itu.

Harga 1 lembar kertas adalah 2.000 rupiah. “Jadi, harga 1 kartu adalah…” pikir Al dalam imajinasinya.

2000/16 = ….
= 1000/8
= 500/4
= 250/2
= 125

“Ya, 1 kartu harganya 125 rupiah,” kata Al.

Mereka bersenang-senang memproduksi kartu ajaib permainan sulap matematika. Selanjutnya mereka memasarkan langsung ke pelanggan.

Selamat jadi pengusaha nak!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s