Semakin Kreatif dengan Alat yang Sederhana: Bahasa

Tentu kita sudah tahu bahwa manfaat bahasa adalah untuk komunikasi. Hal tersebut sangat penting bagi peradaban manusia.

Tetapi Paman APIQ selalu mengingatkan bahwa bahasa bukan hanya media komunikasi. Bahasa adalah alat utama untuk menjadi kreatif. Bahasa adalah alat utama untuk berpikir.

Semakin baik kita menguasai bahasa maka akan semakin baik kita berpikir. Pada gilirannya kita akan semakin baik bertindak.

Misal orang yang paham bahwa matematika itu memiliki 3 anak kandung yaitu aljabar, geometri dan aritmetika akan lebih baik dengan orang yang hanya memahami bahwa matematika itu setara dengan aritmetika (aritmatika) belaka.

Jika matematika memiliki 3 anak kandung, apakah matematika memiliki cucu dan cicit?

Hmmm…. pertanyaan yang bagus!

Di antaranya kita sudah mengenal statistik, fungsi, persamaan kuadrat, polinomial, probabilitas, matrik, logaritma, eksponen, kalkulus, dan lain-lain. Itulah cucu dan kerabat matematika.

Mari sedikit berbicara istilah dalam matematika dasar – siswa SD.

Misal siswa diminta menentukan FPB dan KPK dari 15 dan 20.

Apa itu FPB?
Faktor Persekutuan terBesar.

Itu dia…istilah terbesar ini sering membingungkan anak kita.

FPB nya kan 5. Bukankah 5 adalah kecil dibandung 15 atau 20?

Tentu kita dapat berargumen bahwa yang kita cari adalah faktor. Tetapi argumen ini tidak mudah dipahami.

Apa itu KPK?
Kelipatan Persekutuan terKecil.

Bukankah KPK nya adalah 60. Kita tahu 60 adalah lebih besar dibanding dengan 15 atau 20. Mengapa disebut terkecil?

Tentu, kita dapat berargumen bahwa kita mencari kelipatannya. Percayalah…argumen semacam ini tidak mudah diterima oleh kebanyakan siswa.

Saya sendiri sedang memikirkan untuk mengganti istilah terBesar dan terKecil di atas dengan terDekat.

FPB berubah menjadi FPD.
KPK berubah menjadi KPD.

Saya belum berhasil mendapatkan persetujuan dari Paman APIQ. Tampaknya Paman APIQ masih menimbang-nimbang berbagai aspek. Tentu saja, Paman APIQ akan mencoba berdiskusi dengan Al, Geo, Meti.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

5 responses to “Semakin Kreatif dengan Alat yang Sederhana: Bahasa

  1. Setuju pak,

    Banyak siswa yang bingung dengan FPB dan KPK.
    Bingung karena gurunya juga bingung, FPB / KPK itu apa?

    Daripada bingung-bingung, ikutan aja yang buku yang udah baku.

    Ikutan liat buku yang sudah baku, ikutan bingung deh.

    Lagi-lagi, biar nggak bingung, keluar aja dari yang sudah baku. Bikin aturan baru yang tidak membingungkan, bikin istilah baru yang tidak membingungkan, bikin mainan baru yang menyenangkan.

    Jadikan matematika sebagai satu seni logika yang indah dan menyenangkan.

    Cukup kita saja yang bingung untuk merintisnya, jangan lagi membiarkan generasi bangsa kita bingung dengan konsep-konsep matematika yang sebenarnya mudah dan menyenangkan.

    Salam,

    Semangat terus pak !

  2. Ping-balik: Semakin Kreatif dengan Alat yang Sederhana: Bahasa | Update Blog Terbaru·

  3. Menurut saya menjelaskan faktor dan kelipatan tidak membingungkan siswa… karena memang faktor pasti lebih kecil dari bilangan yang terkait, sedang kelpatan pasti lebih besar dari bilangan yang terkait. Apalagi kalau di awal kita dan siswa menemukan konsep faktor dan kelipatan secara bersam-sama… Wallohu a’lam.

  4. saya sebagai orang tua juga kesulitan untuk menjelaskan kepada anaknya. saya setuju usulannya,tolong lebih dipermudah. Untuk Bpk. Abdurrachim, dapatkah saya memperoleh cara mencari FPB/KPK dengan cara pagarnya?. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s