Mino Milenium APIQ Semakin Powerful: Bermain Menghitung Keliling Luas Lingkaran

Paman APIQ bermain-main dengan Al, Geo, Meti. Mino menadi salah satu kegemaran mereka. Mino memiliki warna yang menarik dan gambar-gambar titik yang memudahkan anak-anak berhitung.

“Paman,” tanya Geo kepada Paman APIQ ” mino bisa kita gunakan untuk main apa lagi ya…?”

“Banyak sekali…!” sahut Paman APIQ, ” selama ini kalian gunakan untuk apa saja?”

“Aku menggunakan mino untuk berhitung penjumlahan, perkalian, pengurangan dan pembagian,” jawab Meti.

“Kita menggunakan mino untuk bermain jumlah angka,” tambah Al.

“Yang paling asyik,” kata Geo, “aku menggunakan mino untuk menghitung luas dan keliling segi empat.

“O ya…aku juga gunakan mino untuk menghitung akar kuadrat!” teriak Meti.

“Mau tidak, Paman kasih tahu kehebatan mino yang lain?” Paman APIQ menawarkan.

“Mau….!” teriak Al, Geo, Meti.

Paman APIQ mulai menunjukkan mino milenium yang berwarna biru menarik.

“Susunlah 7 mino menjadi garis lurus.”

Al, Geo, Meti langsung bergegas menyusun 7 mino menjadi sebuah garis lurus.

“Kemudian buatlah lingkaran dari mino yang menjadikan 7 mino tadi sebagai diameternya.”

“Diameter itu apa sih Paman?” tanya Al kepada Paman APIQ.

” Diameter itu adalah garis tengah lingkaran,” jawab Geo mendahului Paman APIQ.

“O…diameter adalah garis tengah lingkaran…”

Al, Geo, Meti bermain menyusun lingkaran dari Mino. Tidak mudah ternyata. Setelah berhasil…memang indah susunan lingkaran dengan sebuah garis tengahnya yang terdiri dari rangkaian mino.

“Berhasil…!!!” teriak Al, Geo, Meti.

“Bagus…!” sahut Paman APIQ.

“Sekarang kalian ulangi dengan membuat lagi memakai mino pendek,” perintah paman APIQ.

“Lingkaran saja atau juga diameternya?”

“Kedua-duanya. Keliling lingkaran dan diameternya memakai 7 mino pendek.”

Al, Geo, Meti bermain lagi membuat lingkaran dan diameter dengan menggunakan mino pendek.

“Berhasil…!!!”

Kali ini terbentuk lingkaran mino yang lebih kecil tetapi lebih gemerlap!

“Sekarang kalian hitung lingkaran yang pertama.”

Geo dengan sigap langsung menghitung dan menjawab,

” 22 mino kelilingnya.”
” Diameternya berapa?”
” 7 mino diameternya.”

“Sekarang kalian hitung lingkaran kedua yang memakai mino pendek,” perintah Paman APIQ.

“Kelilingnya….adalah …22 mino.”
“Diameternya… adalah ….7.”

“Lho kok sama dengan lingkaran yang panjang?”

“Ini, Paman punya korek api. Coba kalian buat diameter 7 korek api kemudian susun lingkarannya.”

“Pasti 22 kelilingnya…” teriak Geo menebak duluan.
“Ayo kita coba buat dulu…”
“Betul…! Kelilingnya 22 korek api.”

“Paman APIQ memang hebat…!” teriak Al, Geo, Meti.

“Seandainya ada sebuah lingkaran yang diameternya 14 cm. Kira-kira berapa kelilingnya?”

“Kelilingnya pasti …. 44 cm,” sahut Geo cepat.
“Betul…!”
“Kok bisa?”
“Ya iya lah…!”
“Diamater 14 cm = 7 cm x 2.
Keliling pasti 22 cm x 2 = 44 cm. Gitu….”

“Mengapa kelilingnya mino dan korek api selalu 22 bila diameter 7 ? ” tanya Geo ke Paman APIQ.

” 22/7 adalah bilangan ajaib.”
” 22/7 adalah perbandingan keliling dan diameter lingkaran. Kadang kita dapat menyebut 22/7 = 3,14.”

Lebih tepatnya dalam matematika, perbandingan diameter dan keliling lingkaran di sebut Pi = π yang merupakan bilangan irasional.

Untuk keperluan praktis,

Pi = π = 22/7 = 3,14.

*Bersambung

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

2 responses to “Mino Milenium APIQ Semakin Powerful: Bermain Menghitung Keliling Luas Lingkaran

  1. Met siang paman APIQ …
    Bukan main ! hebat banget penemuan paman ini…
    Salam dari ponakan,
    Maju terus APIQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s