Logika Matematika Aljabar di Dunia Kerja: Masihkah Relevan?

“Mas, mengapa kita repot-repot belajar matematika? Bukankah di tempat kerja kita tidak memerlukan matematika?”

“Jika Ibu bekerja di tempat engineering atau mendesain sebuah mesin maka Ibu akan sangat membutuhkan matematika.”

“Tidak juga. Saya bekerja di engineering. Tetapi saya tidak memerlukan matematika. Jika memerlukan suatu perhitungan maka saya tinggal menggunakan komputer saja. Selesai.”

Saya memang agak kerepotan menjelaskan pentingnya matematika di dunia kerja. Kenyataannya, memang, di tempat kerja kita jarang memanfaatkan matematika. Bukankah begitu?

Sekarang berbeda.

Bimbel Online Percaya Diri

Saya tidak terlalu repot lagi menjelaskan pentingnya matematika di tempat kerja.

Siapa orang terkaya di dunia saat ini?

Warren Buffet. Dia adalah seorang investor kawakan. Buffet adalah seorang ahli matematika. Buffet memanfaatkan matematika untuk kepentingan investasi dan manajemennya. Jadi bila Anda ingin sukses luar biasa seperti Buffet maka manfaatkanlah matematika. Baik secara langsung mau pun tidak langsung.

Bukankah orang terkaya adalah Bill Gates ? Sang pendiri dan pemilik Microsoft? Betul, beberapa tahun yang lalu memang Bill Gates adalah orang terkaya di dunia. Perlu kita ketahui Gates adalah orang yang gemar belajar matematika. Gates dengan cerdik memanfaatkan matematika untuk bisnis Microsoftnya. Mau sukses seperti Bill gates? Belajarlah matematika!

Siapakah anak muda terkaya di dunia?

Tentu, banyak anak muda yang kaya apa lagi dari warisan orang tuanya. Tetapi tidak banyak anak muda yang kaya karena prestasinya sendiri. Forbes mengakui anak muda terkaya adalah pasangan Larry Page dan Sergey Brin.

Siapakah Larry Page dan Sergey Brin?

Mereka adalah sepasang mahasiswa yang mendirikan perusahaan Google.com. Perusahaan terkaya di dunia maya internet. Mesin pencari informasi paling hebat di jagad ini.

Kedua anak muda itu – Page dan Brin – adalah pecinta matematika. Sejak kecil mereka hidup bersama matematika. Bahkan mereka memberi nama perusahaannya dengan istilah matematis: googlo – bilangan yang sangat besar, 10 pangkat 100.

Jadi, banyak contoh bahwa matematika sangat penting untuk sukses. Lebih-lebih di jaman internet seperti sekarang ini.

Saya ingin menekankan,

“Seseorang tidak terlalu perlu matematika jika untuk hidup konsumtif. Tetapi Anda sangat memerlukan matematika jika hidup produktif.”

Kembali ke pertanyaan dasar: masihkah relevan logika matematika aljabar di dunia kerja?

Jawaban saya positif! Masih relevan! Bahkan semakin relevan dengan berkembangnya teknologi baru.

Bagaimana pendapat Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

9 responses to “Logika Matematika Aljabar di Dunia Kerja: Masihkah Relevan?

  1. Matematika sangat diperlukan dalam dunia kerja karena dengan kemampuan nalar dan logika matematika yang baik akan sangat membantu kita di dunia kerja, tapi orang terkaya sekarang bergeser lagi pak, Gates jadi yg pertama lagi….intinya mau yg terkaya no 1 atau 2, dua-duanya ahli matematika…..

  2. Wah…wah…
    orang-orang kaya dan sukses sekarang ternyata pecinta matematika.

    Orang-orang hebat jaman dahulu seperti AlKhawaritzmi, Oemar Khayyam juga ahli matematika.

    Giliran pecinta matematika Indonesia nih untuk segera maju….

    Salam hangat…

  3. Keahlian bermatematika (menggunakan rumus atau simbol) bisa jadi tidak digunakan oleh sebagian besar orang, tapi kemampuan berpikir matematis pasti dipake, contoh: mengenali pola, menyederhanakan masalah, merencanakan pemecahan masalah dll.

    Mau kaya atau kere, saya kira gak urusan, yang dikejar-kejar hutang aja harus pake perhitungan kalo mau slamet tul gak ? he..he.

    math itu ….Ajib dech.
    salam kenal buat smua.
    visit my blog ya….(buat yang seneng math)

  4. Pengalaman pribadi ketika merenovasi rumah.

    Pada saat tahap membuat konstruksi atap, si tukang minta agar disiapkan sebuah balok. Tentunya si tukang mengukur terlebih dahulu berapa panjang balok yang dibutuhkan. Setelah diukur, kemudian dipotong, balok siap dipasang.

    Ternyata ? sungguh konyol. Lebih konyol lagi karena saat itu saya berperan mjd mandor. Balok tidak cukup alias kependekan.

    Bukan salah si kenek yang motong, karena si tukang dengan jelas agar memotong balok sepanjang 3 meter.

    LOGIKANYA, nggak mungkin kan meski dah diukur pake meteran, balok yang dibutuhkan untuk ruang 4×4 meter cuma 3 meter.

    Jadi rugi deh.

  5. Coment saya pendek aja, “matematika bagaikan nyawa dalam ilmu pengetahuan, matematika ujung tombak segala ilmu pengetahuan” he he ^_^

  6. Ping-balik: Silaturahmi APIQ Hari ini « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum·

  7. salam kenal.. saya eka, mhswa matematika yg agak bingung dan gamang ketika akan berkarir menggunakan ilmu matematika..ketemu blog bpk dr google..semoga ilmu dan pengalaman bpk dan tmn2 bs sy serap..terimakasih.

  8. salam kenal.. saya eka, mhswa matematika yg agak bingung dan gamang ketika akan berkarir menggunakan ilmu matematika..ketemu blog bpk dr google..semoga ilmu dan pengalaman bpk dan tmn2 bs sy serap..terimakasih. sekalian bagi2 link blog tmn2 mhswa math di math.web.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s