Mencintai Kursus Matematika Sempoa, Kumon, dan APIQ

Salah satu kehebatan kursus matematika adalah selalu dicintai oleh siswa mau pun orang tua. Khususnya pada awal-awal pelaksanaan kursus. Anak-anak senang belajar sempoa, Kumon, mau pun APIQ. Motivasi mereka tinggi di tahap awal ini.

Tetapi bagaimana selanjutnya?

Seperti sudah kita dengar dari pengalaman teman-teman, banyak di antara mereka yang bosan. Ada yang bosan setelah belajar sempoa 3 bulan, ada yang bosan setelah belajar Kumon 6 bulan, ada juga yang berbeda. Bagaimana bila sudah begini? Apa anak harus terus ikut kursus matematika? Sebaiknya dihentikan dulu. Bila terus dipaksakan, akan membawa risiko yang berbahaya. Anak bisa berbalik membenci matematika. Bukankah tujuan kita membuat anak-anak cinta matematika?

Tentu saja kita dapat memilih alternatif solusi yang lebih baik. Membicarakan dengan anak, guru, dan orang tua. Mungkin ada terobosan-terobosan kreatif agar anak tetap semangat ikut kursus matematika tersebut. Semoga berhasil! Bila tidak, jangan dipaksakan!

Apakah siswa kursus Matematika Kreatif APIQ juga mengalami kebosanan?

Tidak dan Ya!

Tidak bosan. Sebagian besar siswa APIQ tidak bosan belajar kursus matematika kreatif APIQ. Karena APIQ selalu mencari terobosan-terobosan baru yang kreatif dalam pembelajaran matematika. APIQ banyak menggunakan media permainan dalam pembelajaran.

Ya, bosan. Beberapa siswa APIQ mengalami bosan juga. Khususnya terjadi kepada siswa kelas 1 SD. Kemampuan matematika mereka jauh di depan dibanding dengan yang dituntut di sekolah kelas 1 SD. Anak-anak jadi lebih cerdas dari usianya. Tidak usah belajar dulu lah, kata mereka, kan sudah bisa semua? Tantangan tersendiri bagi APIQ untuk menanganinya.

Tim APIQ kemudian menyiapkan strategi-strategi khusus. Bahkan dari tantangan macam ini sering muncul inovasi-inovasi baru. Dan kembali lagi bersama-sama mencintai matematika untuk kemajuan bersama.

Tambahan lagi, banyak orang tua mencintai APIQ karena produk dalam negeri, Indonesia. Berbeda dengan sempoa dan Kumon yang aslinya dari luar negeri. “Mari dukung APIQ sebagai karya anak bangsa!” kata mereka.

Awalnya, saya anggap biasa saja dukungan tersebut. Setelah banyak orang tua yang mendukung APIQ sebagai karya anak bangsa, saya mulai perhatian. “Benar juga,” pikir saya,” kita butuh hasil karya anak bangsa yang membanggakan!”

Apakah APIQ akan menjadi hasil karya anak bangsa Indonesia yang membanggakan?

Saya tidak tahu!

Mari kita buktikan! Indonesia dapat menjadi kebanggaan bagi umat dunia.

Terima kasih atas dukungan teman-teman sekalian selama ini! Terima kasih juga atas dorongan motivasinya agar APIQ terus maju ke depan!

Aku cinta matematika. Aku cinta anak-anak Indonesia. Aku cinta Indonesia.

Salam hangat…

(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

5 responses to “Mencintai Kursus Matematika Sempoa, Kumon, dan APIQ

  1. Ping-balik: Inovasi-inovasi Terhebat: Kumon, Sempoa, Jarimatika, dan APIQ « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum·

  2. Ping-balik: Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif Lagi: Mino Milenium APIQ « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s