CIA Turun untuk Mengamankan UN

”Mengapa CIA repot-repot mengurus UN 2008?”
”Apakah polisi anti teror sudah tidak mampu menangani UN 2008?”
”Bukankah mereka telah berhasil menangkapi Kepsek dan guru-guru?”
”Berhasil? Apanya yang berhasil?”

Bila ada yang mengatakan UN 2008 tidak bocor, mereka harus lebih membuka mata dan telinga. Jika masih tidak berhasil mengetahuinya, mungkin perlu membuka hati. Atau haruskah bertanya kepada para malaikat?

Pagi tadi, sebuah TV swasta menyiarkan bocornya UN 2008. Siswa itu mengaku dapat bocoran. Dengan kunci jawaban yang valid.

“Enak dong dapat bocoran?” tanya wartawan.
“Ya, iyalah….” jawab siswa yang menerima bocoran itu.

Saya pernah bertemu dengan orang yang mahir membocorkan. Bukan membocorkan UN tetapi membocorkan uang. Orang semacam itu sering dikenal sebagai HACKER.

”Mudah membobol sebuah sistem. Mudah mengambil uangnya.”
”Lalu mengapa tidak kalian lakukan terus-menerus?”
”Ada yang tidak mudah.”
”Apa itu?”
”Menghapus jejak.”
”Mengapa penting?”
”Percuma saja berhasil mencuri tapi tertangkap.”
”Bagaimana caranya menghapus jejak?”

Lalu ia menjelaskan cara menghapus jejak yang paling sederhana. Bila seseorang berhasil membobol sistem kartu ATM misalnya. Jangan langsung mencuri dengan kartu ATM itu. Pasti akan tertangkap. Tetapi bobollah kartu ATM yang banyak. Misalnya bobol 1000 kartu ATM. Kemudian bagi-bagikan kartu ATM itu ke banyak orang. Orang-orang itu akan mencuri dengan kartu ATM. Ada 1000 pencuri. Lalu si hacker yang sebenarnya juga akan ikut mencuri dengan ATM itu dengan cara sedikit lebih canggih.

Apa yang akan terjadi?

Polisi tidak akan menangkap si hacker sebenarnya. Mengapa? Sulit menangkap hacker itu. Polisi juga sudah sibuk menangkap seribu pencuri gadungan itu.

Bagi pihak tertentu yang ingin menghilangkan jejak kecurangan dalam UN bisa saja menyebar seribu SMS palsu. Semua mata tertuju pada SMS palsu itu. SMS bocoran yang asli terlindungi dan dapat dengan bebas berseliweran melalui gelombang elektromagnetik.

Penangkapan kepala sekolah dan beberapa guru di Sumut juga bisa menjadi penghapus jejak. Semua mata tertuju pada kasus Sumut. Kecurangan yang sebenarnya dapat bebas bergerak tak tersentuh. Siapakah mereka? Aku tidak tahu. Cari sendiri!

Saya berdoa semoga para guru dan kepala sekolah di Sumut itu dapat menghadapi segala cobaan dengan tabah. Anda rela berkorban demi siswa-siswi Anda. Tetapi ada pihak yang tidak setuju dengan jalan yang Anda tempuh. Ada pula pihak tertentu yang perlu mencari tangkapan. Saya mengusulkan agar pemerintah tidak berlebihan memproses kasus Sumut ini. Ini adalah kasus biasa dalam proses ujian di sekolah. Tidak perlu diperbesar sampai pidana.

Mari kembali ke bocornya UN. Apa kriteria UN tidak bocor?

Saya beruntung banyak berinteraksi dengan ahli security nowor wahid di Indonesia. Beliau sering mengatakan bahwa suatu informasi itu secure, aman, tidak bocor, bila paling tidak memenuhi aspek CIA.

C: confidentiality; kerahasiaan. Informasi itu hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang berhak. Orang yang tidak berhak tidak boleh melihat. Misalnya password, hanya Anda sendiri yang boleh tahu. Orang lain tidak boleh tahu. Bagaimana dengan soal UN? Apakah hanya orang yang berhak yang dapat melihatnya? Bagaimana dengan proses pencetakannya? Bagaimana dengan format digital sebelum dicetak? Carilah informasi yang lebih lengkap. Anda akan dapat menyimpulkan bahwa soal UN itu bocor atau tidak.

I: integrity; integritas. Informasi itu harus terjaga keutuhannya. Saya mengirim uang ke Anda 1.000.000. Anda memang menerima uang kiriman saya tetapi hilang 0 nya satu biji. Kiriman uang ini tidak memenuhi aspek integritas. Bagaimana dengan UN? Apakah lembar soal yang dikirim sama persis dengan yang diterima? Kabarnya di Solo ada yang kekurangan lembar soal. Bagaimana pendapat Anda?

A: availability; ketersediaan. Informasi tersedia tepat saat dibutuhkan. Ketika Anda butuh mengambi uang di ATM, memang di ATM itu tersedia uangnya. Itulah availability. Ketika siswa akan mengerjakan UN, panitia harus mem-fotocopy dulu soal karena ada yang kurang. Jadi bagaimana?

CIA adalah syarat minimal agar sebuah sistem dapat disebut aman – tidak bocor. Semoga soal-soal UN memenuhi tiga kriteria CIA di atas.

Bagaimana menurut Anda?

(aNgger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s