(R)Evolusi AlKhawaritzmi : Matematika Sistematis

Mengagumkan memang, revolusi metode aritmetika AlKhawaritzmi. Sebelumnya, orang sangat sulit memecahkan masalah perhitungan. Hanya sempoa (abacus) yang dapat memudahkan perhitungan. Tetapi belajar sempoa tidak mudah. Waktu itu, masyarakat hanya menggunakan sistem angka kuno semisal angka Romawi. Apakah Anda ingin mencoba mengalikan dua belas dengan empat belas menggunakan sistem angka Romawi? Cobalah! Anda akan merasakan sulitnya.

 

Nyaris hampir setiap angka yang kita gunakan sekarang adalah angka AlKhawaritzmi. Angka yang biasa kita pakai 1,2,3,…10,11,12,…adalah angka AlKhawaritzmi. Orang lebih sering mengenal angka tersebut sebagai angaka Arab – AlKharitzmi berasal dari Arab. Kita mengenal dua macam sistem angka Arab. Pertama angka Arab yang dipakai untuk menandai halaman-halaman AlQuran. Kedua adalah angka yang kita pakai setiap hari: 1,2,3,…100, 200, …dan seterusnya.

 

Begitu besar jasa AlKhawaritzmi. Tanpa AlKhawaritzmi, kita mungkin masih berkutat dengan sistem angka Romawi dan terpaksa harus pakai sempoa untuk berhitung – kalkulator bisa berkembang karena menggunakan sistem logaritma dari AlKhawaritzmi juga.

 

Apa kontribusi AlKhawaritzmi?

 

Tidak mudah menjawabnya.

 

Karena hampir semua dasar-dasar aljabar dan aritmetika modern adalah kontribusi AlKhawaritzmi.

 

Pertanyaan di atas mirip dengan:

 

Mengapa matahari bersinar di siang hari ketika tidak gelap? Mengapa matahari tidak bersinar di malam hari saja? Sehingga kita tidak perlu lampu di waktu malam ketika misalnya ada matahari.

 

Wajar saja bila seorang anak kecil menyimpulkan bahwa bulan lebih berjasa dari matahari karena bulan bersinar ketika situasi gelap sedangkan matahari bersinar ketika siang hari yang terang benderang.

 

Bagaimana pendapat Anda?

 

Jasa AlKhawaritzmi bisa saja terlupakan seperti jasa matahari menerangi bumi. Terlupakan karena jasanya terlalu banyak dalam hidup kita sehari-hari.

 

Saya ingin mencoba mengenang sebagian saja dari jasa-jasa AlKhawaritzmi.

 

Pertama, penemuan angka 0 (nol). Coba bayangkan jika kita harus berhitung tanpa angka 0! Apa jadinya? Rumit sekali. AlKhawaritzmi denga jenius memanfaatkan angka 0 ini. Dengan cara ini, kita dapat menuliskan bilangan berapa saja cukup hanya dengan sepuluh simbol angka: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Kita bisa menuliskan bilangan jutaan, milyaran, atau berapa saja cukup hanya dengan sepuluh simbol di atas. Bandingkan dengan sistem angka kuno Romawi. Seratus bersimbol C, seribu bersimbol M, sejuta? Semilyar?

 

Sebelum menemukan angka 0, AlKharitzmi telah mengembangkan sistem berhitung yang sangat sistematis. Ia menggunakan kotak-kotak untuk membingkai angka-angka. Jika ia hendak menulis angka dua pulih satu, misalnya, ia akan menggambar dua kotak. Kotak kiri ia isi angka 2 dan kotak kanan dia isi angka 1. Repotnya, bila ia hendak menulis angka tiga puluh. Ia akan menggambar dua kotak. Kotak kiri ia isi angka 3 dan kotak kanan ia biarkan kosong. Terlihat aneh dengan kotak kosong ini.

 

Setelah lama meneliti, AlKhawaritzmi menemukan angka 0 dari India. Di India, angka nol (0) melambangkan kekosongan atau kehampaan. Hanya itu saja. Tetapi AlKhawaritzmi melangkah lebih jauh. Ia meminjam angka 0 ini untuk menuliskan bilangan 10,100,1000 dan seterusnya. Dengan adanya angka 0 ini kita tidak harus menggambar kotak-kotak dulu untuk menulis angka.

 

Di jaman modern sekarang ini angka 0 tetap memberi pesona khusus. Orang matematika mengistilahkan bilangan sangat besar yaitu angka 1 yang diikuti 100 angka 0 di belakangnya sebagai 1 googlo. Dua anak muda pecinta matematika, Page dan Brin, mendirikan perusahaan bernama Google. Perusahaan ini mengantarkan dua pecinta matematika itu meraih sukses luar biasa.

 

Kedua, aritmetika sistematis. Dengan cara Alkhawaritzmi kita memiliki cara untuk menghitung suatu bilangan secara sistematis. Kita dengan mudah, misalnya, menjumlakan 23+41. Caranya adalah jumlahkan satuan dengan satuan, puluhan dengan puluhan, kita peroleh 23 + 41 = 64. Untuk menghitung perkalian juga menjadi sangat mudah.

 

Trachtenberg, ahli matematika Jerman, mencermati kehebatan AlKhawaritzmi. Trachtenberg berhasil menemukan berbagai macam inovasi berhitung cepat dan menyenangkan. Khususnya, untuk menghitung kuadrat, metode Trachtenberg sangat ampuh. Giliran saya, di APIQ, mencoba menggeluti lebih jauh metode AlKwaritzmi dan Trachtenberg. Alhamdulilah saya berhasil menemukan metode berhitung cepat teknik bintang. Keampuhan teknik bintang adalah karena memungkinkan visualisasi.

 

Ketiga, aljabar. AlKhawaritzmi memiliki nama panjang Muhammad Ibnu Musa Aljabar Alkhawaritzmi. Beliau adalah bapak aljabar dunia. Aljabar – awalnya – adalah teknik khusus untuk memecahkan problem matematika – umumnya dalam bentuk simbol-simbol maatematika. AlKhawaritzmi menyumbangkan banyak teknik yang efektif di bidang aljabar. Apa yang kita pelajari di sekolah semisal teknik elimanasi dan substitusi adalah sumbangan AlKharitzmi. Di jaman modern, aljabar ini berkembang lebih jauh menjadi aljabar abstrak dengan munculnya vektor, matriks dan lain-lain.

Sepatutnya kita berterima kasih kepada AlKhawaritzmi.

Jasa-jasanya sangat besar bagi kemanusiaan dan ilmu pengetahuan.

 

Bagaimana menurut Anda?

 

Salam hangat…

 

(agus Nggermanto; pendiri APIQ)

 

APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. Anda dapat menghubungi APIQ di apiq.wordpress.com atau (022) 2008621 atau 0818 22 0898 atau quantumyes@yahoo.com . APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.

Iklan

6 responses to “(R)Evolusi AlKhawaritzmi : Matematika Sistematis

  1. Kalau AlKhawaritzmi dilupakan? Gimana dengan kita?

    Tapi tenang sudah ada AlKhawaritzmi baru di dunia matematika, Agus ‘AlKhawaritzmi’ Nggermanto!

    Sukses untuk APIQ-nya Bos!

  2. Jelas aja dilupakan coalnya alkwarizmi khan islam,en orang noni khan anggap islam tuh kampungan gak intelek gitu loh……padahal khan sbenarnya cendikiawan islam di era masa kejayaan adalah luar biasa sumbangan bagi iptek di era skarang….wassalam

  3. Ping-balik: Aku Cinta AlKhawaritzmi « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum·

  4. Ping-balik: Angka Nol « Fajar Surya’s Blog·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s