Produktif Bersama Matematika

”Mengapa repot-repot belajar matematika?”

Seorang ibu bertanya kepada saya dalam sebuah diskusi. Saya tidak menyangka akan mendapat pertanyaan semacam itu. Saya berasumsi bahwa matematika itu penting bagi kita. Dalam pikiran saya hanya ada pertanyaan bagaimana cara belajar matematika yang baik. Bukan mengapa matematika penting.

”Maksud Ibu bagaimana?” saya balik bertanya.
”Saya perhatikan, matematika tidak ada gunanya dalam kehidupan,” ibu itu menjelaskan.
”Matematika kita perlukan hanya untuk lulus sekolah saja. Setelah lulus kita tidak akan pernah memerlukan matematika lagi.”
”Saya belajar matematika dari kecil sampai kuliah. Tidak ada rumus matematika yang saya gunakan saat kerja. Dalam kehidupan sehari-hari, saya juga tidak butuh dengan matematika. Paling-paling, saya melakukan perhitungan penambahan dan pengurangan biasa ketika berbelanja. Perhitungan ini bisa dikerjakan oleh setiap orang dewasa tanpa harus belajar matematika. Penjual sayur itu, bisa melakukan perhitungan jual-beli tanpa rumus matematika. Mengapa harus belajar matematika?”
”Beberapa pekerjaan memerlukan rumus matematika. Beberapa pekerjaan yang lain hanya membutuhkan kemampuan berhitung standar,” saya mulai sedikit menjawab.

SUkses Matematika depan

Diskusi itu berlangsung hangat, mungkin seru. Ibu itu sangat bersemangat – tepatnya berkeras kepala – untuk mengatakan bahwa matematika itu tidak penting dalam kehidupan. Tetapi ibu-ibu dan bapak-bapak yang lain, mereka sudah yakin bahwa matematika itu penting. Mereka saling adu argumen. Hasil akhirnya adalah semua peserta diskusi sepakat bahwa matematika penting untuk kehidupan kecuali si ibu yang bertanya pertama kali tadi. Saya sendiri tidak bisa terus-terusan meladeni pertanyaan ibu itu. Karena peserta yang lain juga memiliki pertanyaan yang macam-macam. Akhirnya diskusi berjalan terus membahas inovasi-inovasi pembelajaran matematika.

Saya menjelaskan inovasi pembelajaran matematika teknik perkalian bintang. Sebuah teknik yang saya kembangkan untuk membantu kita menghitung perkalian secara visual. Teknik perkalian bintang menjadi salah satu idola siswa-siswa di APIQ. Peserta diskusi semangat mencoba teknik bintang. Bahkan ibu penanya yang tadi, termasuk orang yang sangat semangat mencoba teknik bintang. Diskusi berakhir dengan sukses. Semua pihak senang.

Selesai dari diskusi itu saya masih memikirkan mengapa perlu belajar matematika. Meski pun semua peserta diskusi sudah sangat puas dengan jalannya diskusi tetapi saya pribadi masih punya PR: mengapa belajar matematika?

Saya mencoba membuka-buka catatan sejarah. Tokoh-tokoh besar dunia menjadi incaran saya. Phytagoras, Plato, Al-Kharitzmi, Cartesius, Newton, Einstein adalah beberapa nama yang saya pikirkan. Tokoh-tokoh matematika di atas menjadi orang yang sangat disegani di masanya. Tetapi tidak memberi gambaran nyata bahwa matematika berguna untuk kehidupan sehari-hari.

Plato, misalnya, adalah orang sangat arif waktu itu. Plato menguasai matematika khususnya geometri. Tetapi kita tidak banyak memperoleh gambaran yang jelas bagaimana geometri waktu itu berperan dalam masyarakat. Mengapa Plato tidak merancang rumah atau bangunan berdasar rumus-rumus geometrinya? Apakah geometri membuat Plato menjadi orang sukses?

Al-Kharitzmi adalah tokoh revolusioner dalam aljabar dan aritmetika. Teori Al-Khawaritzmi mendorong berkembangnya astronomi. Lagi-lagi, kita tidak memiliki gambaran nyata bagaimana peran astronomi dalam kehidupan nyata. Apakah Al-Kharitzmi menjadi orang sukses karena aljabar dan astronomi? Apakah kehidupan menjadi lebih baik dengan aljabar dan astronomi?

Einstein, tokoh nomor satu abad lalu, adalah ahli fisika dan matematika modern. Einstein berperan mendorong majunya fisika kuantum (quantum) dengan pendekatan matematika tingkat tinggi. Rumusan paling terkenal dari Einstein adalah E = mc2. Rumus ini menggambarkan betapa besarnya energi nuklir yang dihasilkan oleh sebuah reaksi nuklir. Bom Hiroshima-Nagasaki menggambarkan kedahsyatan – kengerian – energi nuklir. Apakah rumus nuklir itu berperan dalam kehidupan masyarakat? Apakah Einstein menerapkan rumus-rumus matematika dalam kehidupan nyata?

Bagi saya, jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah positif: YA. Tokoh-tokoh itu membuktikan bahwa matematika penting bagi kehidupan. Tetapi bagi kebanyakan orang, apalagi yang skeptis terhadap matematika, tokoh-tokoh itu masih belum menjadi bukti bahwa matematika penting bagi kehidupan.

Untunglah saat ini peran matematika semakin gamblang bagi kehidupan. Era komputer melipat-gandakan manfaat matematika. Komputer itu sendiri adalah mesin matematika. Berbeda dengan mesin-mesin atau teknologi kuno, komputer adalah wujud dari rumus matematika modern. Teknologi kuno dapat dikembangkan berdasarkan cara coba-coba, diamati, lalu diperbaiki. Tetapi komputer harus berdasar perhitungan matematis super teliti baru diciptakan mesin nyatanya.

Larry Page – dan Sergey Brin – dua anak muda pecinta matematika dan sukses karena matematika. Page dari kecil senang matematika. Ia hidup di lingkungan yang kondusif menekuni matematika. Ketika remaja ia menemukan rumus matematika yang dapat ia gunakan untuk menyusun ranking dari berbagai macam tulisan. Rumus – lebih tepatnya algoritma – ini dikenal sebagai page rank. Dengan page rank kita dapat menyusun prioritas dari jutaan judul buku, jenis rumah, macam obat, atau apa saja.

Page bersama Brin memanfaatkan rumus page rank ini untuk menyusun prioritas data di internet. Mereka mendirikan perusahaan mesin pencari (search engine) bernama: Google. Dengan Google, siapa saja dapat mencari informasi sangat mudah di internet yang tersambung ke seluruh penjuru dunia. Kita tinggal mengetikkan informasi yang kita butuhkan ke Google, Google akan memilihkan informasi paling tepat untuk kita. Informasi ini telah disusun oleh Google berdasar prioritas paling relevan.

Misalnya, coba Anda ketikkan ”kursus matematika kreatif” di Google. Anda akan memperoleh banyak informasi tentang kursus matematika kreatif. Salah satu informasi yang muncul di ranking awal Google adalah informasi APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. Cobalah kata yang lain, misalnya: manfaat matematika, sukses bisnis, hidup bahagia dan lain-lain. Anda akan memperoleh informasi yang menarik dari Google.

Rumus matematika page rank telah mengantarkan Page dan Brin menjadi orang sukses. Dua anak muda ini sekarang menjadi orang terkaya di dunia bersama Bill Gates, Warren Buffet dan lain-lain. Rumus matematika page rank bukan hanya mengantar dua anak muda menjadi kaya. Tetapi juga telah menyerap ribuan tenaga kerja. Memberi manfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Mendorong kemajuan bagi ribuan bisnis lainnya. Semua bermula dari sebuah rumus matematika: page rank.

Saya semakin yakin bahwa matematika sangat penting bagi kehidupan. Karena itu saya semakin menekuni matematika kreatif APIQ. Satu hal penting yang harus saya ingat: jangan pisahkan matematika dari kehidupan nyata. Biarkan matematika bersinergi dengan kehidupan sehari-hari. Biarkan mereka tumbuh bersama. Biarkan masyarakat memetik buah manfaat matematika dalam kehidupan.

Kesimpulan saya adalah matematika menjadi sangat penting bagi kita bila kita hidup produktif. Jika kita hendak menghasilkan produk atau jasa, maka matematika menjadi sangat penting. Tetapi jika seseorang hanya hidup konsumtif belaka, matematika seperti tidak terlalu penting. Padahal kita tahu, kita perlu produktif, kita perlu berpartisipasi memberi nilai tambah, kita perlu berkontribusi. Selamat hidup produkti!

Salam hangat…

(agus Nggermanto; pendiri APIQ)

APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.

2 responses to “Produktif Bersama Matematika

  1. Ping-balik: Silaturahmi APIQ Hari ini « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum·

  2. Gabung bersama MATEMATIKA itu memang menyenangkan. MATEMATIKA induk segalah ilmu. Sebab semua butuh perhitungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s