Paman APIQ sangat perhatian bagaimana cara mengajarkan matematika aljabar yang kreatif dan asyik. Dengan pendekatan gaya yang kreatif menjadikan Al, Geo, Meti selalu senang belajar matematika. Baik belajar aljabar, geometri, mau pun aritmetika.
Untuk memperkenalkan konsep aljabar, Paman APIQ menyarankan agar kita memberi kesempatan kepada anak-anak untuk bermain tebak-tebakan. Secara umum, mengenalkan konsep matematika memang menjadi lebih asyik dengan tebak-tebakan.
a + b = 9
c + d = 8
a + c = 5
b + d = x
Berapakah x = ….?
Kontan Al, Geo, Meti langsung menebak-nebak.
Meti menebak a = 0 , maka b = 9, c = 5, d = 3. Jadi b + d = 12.
” x adalah 12,” seru Meti.
“Ya, betul. x = 12,” Al dan Geo setuju.
Tetapi Geo menebak dengan cara berbeda.
a = 1 maka b = 8, c = 4, d = 4. Jadi b + d = 12.
Al menebak dengan bilangan yang lain lagi.
a = 2 maka b = 7, c = 3, d = 5. Jadi b + d = 12.
“Betul. Jawabannya x = 12,” sahut Paman APIQ.
Paman APIQ memberi berbagai macam tebakan seperti di atas. Al, Geo, Meti bergembira saja menebak jawabannya. Al, Geo, Meti juga heran mengapa jawaban mereka bisa sama padahal cara menghitungnya berbeda-beda.
Permainan tebak-tebak di atas adalah salah satu contoh cara Paman APIQ mengenalkan konsep aljabar. Bila kita perhatikan secara serius soal di atas sudah termasuk soal aljabar linier tingkat tinggi – untuk SMA atau kuliah.
Sistem persamaan aljabar di atas sudah melibatkan 4 variabel yang belum diketahui yaitu a, b, c, dan d. Bila kita mencoba menyelesaikan dengan substitusi atau eliminasi akan cukup memberatkan bagi sebagian besar siswa.
Tetapi karena Paman APIQ menampilkannya sebagai tebak-tebakan maka aljabar di menjadi semacam permainan yang menyenangkan.
Tantangan berikutnya dapat berupa,
a + b + c = 28
d + e + f = 31
g + h + i = 41
a + d + g = 18
b + e + h = x
c + f + i = y
Berapakah x + y = ….?
Selamat berpetualang….
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)