Arsip Tag: peluang

Berlatih Test Ujian Saringan Masuk Perguruan Tinggi: Test Masuk UI

Soal-soal yang diujikan untuk test masuk perguruan tinggi ternama tentu memiliki bobot yang berkualitas. Bagi para siswa perlu berjuang keras dan cerdas untuk dapat menyelesaikan ujian saringan masuk UI, ITB, UGM, IPB, ITS, Unair atau lainnya.

Berikut ini adalah kiriman soal test masuk UI 2010.( Terima kasih kepada Pak Hussain Bumulo atas soalnya).

Selamat menikmati….

3). Peluang Kris mendapat nilai A (dari nilai-nilai yang dapat diraih A, B, C, D atau E) untuk Matematika adalah 0,6 dan untuk bahasa Inggris 0,7 . Berapakah peluang Kris hanya mendapatkan satu A ? (dari Test masuk UI 2010 (kode 308))

Jawab:
P (Matematika dan Bahasa) = 0,60 x 0,70 = 0,42

P (Matematika saja) = 0,60 – 0,42 = 0,18
P (Bahasa saja) = 0,70 – 0,42 = 0,28

P (Matematika saja ATAU Bahasa saja) = 0,18 + 0,28 = 0,46 (Selesai).

Catatan:

Soal semacam ini jarang ditemui oleh anak-anak SMA. Para siswa lebih takut lagi karena sistem nilai menggunakan A, B, C, D, E. Sementara anak-anak SMA sering mengenal nilai dengan bilangan dari 1 sampai dengan 100. Padahal sistem nilai di atas tidak berpengaruh ke inti masalah. Lengkap sudah soal di atas menguji nyali anak-anak SMA.

Soal di atas juga menguji kemampuan anak-anak memahami konsep peluang sekaligus menghubungkannya dengan konsep himpunan (lebih bagus lagi dengan konsep logika).

Paman APIQ mengusulkan agar kita memanfaatkan diagram Venn untuk memahami permasalah di atas. Kemudian menguji berbagai macam pertanyaan yang mungkin.

Dengan membayangkan diagram Venn,

himpunan M = P (Matematika) = 0,60
himpunan B = P (Bahasa) = 0,70
himpunan irisan M dan B = P (Matematika) x P (Bahasa) = 0,60 x 0,70 = 0,42

Berapakah peluang Kris hanya mendapatkan satu A?

Hanya mendapatkan satu A maksudnya adalah matematika dapat A dan bahasa inggris tidak atau bahasa inggris dapat A dan matematika tidak.

Masih dengan memanfaatkan diagram Venn biasa,

P (matematika saja) = P (matematika) – P (irisan M dan B) = 0,60 – 0,42 = 0,18

P (bahasa saja) = P (bahasa) – P (irisan M dan B) = 0,70 – 0,42 = 0,28

Jadi, peluang hanya mendapatkan satu A =

P (matematika saja) atau P (bahasa saja) = 0,18 + 0,28 = 0,46 (Selesai).

Setelah berlatih beberapa kali dan mengamati diagram Venn maka kita juga dapat menghitung langsung,

Peluang hanya mendapat satu A = P (matematika) + P (bahasa) – 2 [P (matematika) x P (bahasa)]

= 0,60 + 0,70 – 2.(0,60)(0,70)
= 1,30 – 2.(0,42)
= 1,30 – 0,84
= 0,46 (Selesai).

Mari berlatih dengan beberapa pertanyaan lain sesuai saran Paman APIQ.

a. Berapakah peluang mendapat nilai A dua-duanya?

Jawab: P (matematika) x P (bahasa) = 0,60 x 0,70 = 0,42

b. Berapakah peluang mendapat nilai A setidaknya satu?

Jawab: P (matematika) + P (bahasa) – P (matematika) x P (bahasa) = 0,60 + 0,70 – 0,42 = 0,88

c. Berapakah peluang tidak mendapat nilai A sama sekali?

Jawab: 1,00 – P (nilai A setidaknya satu) = 1,00 – 0,88 = 0,12

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Inovasi dalam 3 Dimensi

1. Inovasi produk atau jasa. APIQ berinovasi melahirkan produk-produk dan jasa baru dalam kategori pemebelajaran matematika kreatif.

2. Inovasi market. APIQ berinovasi mendekati market-market baru. Mendekati market untuk anak-anak usia dini, anak usia sekolah, anak usia pre-university. Bahkan APIQ juga mengembangkan APIQ untuk orang dewasa.

3. Inovasi model bisnis. APIQ mengembangkan model bisnis kerja sama win/win. Bahkan mitra hanya perlu modal awal yang sangat kecil untuk memulai bisnis APIQ, nyaris mendekati 0 rupiah.

Bagaimana dengan Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Peluang Terbuka Setelah Hasil Pengumuman SNMPTN 2008

Meski Anda gagal SNMPTN 2008, Anda tetap bisa kuliah di PTN yang Anda idamkan. Tentu Anda perlu kreatif untuk menggapaiya!

Pertama-tama, Selamat untuk Anda yang sudah lulus SNMPTN! Manfaatkan kesempatan Anda ini untuk kebaikan bersama.

Bagi Anda yang belum lulus SNMPTN, tetaplah berpikiran terbuka untuk peluang baru.
Hanya 10 PTN yang sudah penuh kursi mahasiswa baru SNMPTN. Masih ada 37 PTN yang terbuka kusrsi untuk mahasiswa baru. Seleksi penerimaan yang masih terbuka ini sepenuhnya wewenang rektor setempat.

Jadi kreatif-kreatiflah mencari peluang. Masih tersedia 9.019 kursi kosong mahasiswa baru, 2.894 di antaranya adalah di program studi Pertanian dan Peternakan.

Selamat berjuang kawan…

Bagi yang ingin cek hasil SNMPTN 2008 silakan klik
di sini.

Terimakasih

Cara Berhitung Cepat Matematika Statistik UN

Sudah langganan dari tahun ke tahun, statistik selalu muncul dalam UN, SPMB, UMPTN, atau SMN PTN ( atau apa pun namanya nanti). Soal SPMB biasanya lebih cerdik dari soal UN. SPMB memancing beberapa teknik berpikir tertentu. Tetapi UN kadang hanya mengandalkan hafalan rumus statistik. Saya sendiri lebih menyukai soal yang tipe cerdik.

Topik paling sering muncul dalam statistik adalah menghitung nilai rata-rata (mean). Tentu konsep rata-rata (mean) sangat sederhana. Hanya cara menghitungnya yang kadang agak menakutkan. Kita harus menjumlahkan semua data kemudian membagi dengan banyaknya data.

Contoh soal.
Dari 11 siswa yang diukur tinggi badannya, diperoleh data tinggi (dalam cm): 118, 119, 120, 120, 120, 121, 122, 122,123,123, 123. Berapa rata-rata tinggi badan dari 11 siswa tersebut?

Pertama, tinggal jumlahkan semua lalu bagi dengan 11. Tentu kita dapat melakukannya. Hanya masalah semangat saja kan?

Kedua, cobalah menggeser data agar lebih sederhana.

Saya pernah bertemu dengan seorang lulusan matematika ITB yang ahli statistik. Saya bertanya apakah cara menggeser data ini dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah?

Sang ahli statistik itu mengatakan,
”Dalam istilah statistik hal itu disebut dengan transformasi data. Tetapi saya tidak menyangka cara ini dapat kita gunakan untuk menyelesaikan soal UN dan SPMB. Saya sering menggunakannya untuk menghitung data statistik yang rumit.”

Bagaimana cara melakukan menggeser data?

Intinya adalah buat lebih sederhana. Misalnya, 120 kita geser menjadi 0 maka datanya menjadi:
 -2, -1, 0, 0, 0, 1, 2, 2, 3, 3, 3.
Jumlah dari seluruh data = 11.
Maka rata-rata =  11/11 = 1.
Kita peroleh rata-rata sebenarnya = 1 + 120 = 121 (Selesai).

Mungkin beberapa di antara kita ada yang tidak suka dengan bilangan negatif. Maka anggaplah data paling kecil = 0. Jadi 118 kita anggap 0. Maka data tergeser menjadi:
0, 1, 2, 2, 2, 3, 4, 4, 5, 5, 5
Jumlah dari seluruh data = 33
Maka rata-rata = 33/11 = 3.
Kita peroleh rata-rata sebenarnya = 3 + 118 = 121 (Selesai).

Contoh soal:
Dari sebuah tes matematika,
5 anak memperoleh nilai 65,
7 anak memperoleh nilai 70,
8 anak memperoleh nilai 80,
5 anak memperoleh nilai 85,
Berapa nilai rata-rata dari 25 anak di atas?

Pertama, jumlahkan (5×65) + (7×70) + (8×80) + (5×85). Kemudian bagi hasilnya dengan 25. Kita akan memperoleh nilai rata-rata yang diinginkan.

Kedua, geser 65 menjadi 0.
Jumlahkan (5×0) + (7×5) + (8×15) + (5×20) = 255
Maka rata-rata = 255/25 = 10,2
Kita peroleh rata-rata sebenarnya = 10,2 + 65 = 75,2 (Selesai).

Contoh-contoh di atas merupakan contoh sederhana. Tapi cukup jelas mengilustrasikan maksud untuk memudahkan perhitungan rata-rata. Dengan berlatih mengerjakan beberapa soal lagi, saya yakin, kita akan menguasainya dengan baik.

Selamat berjuang….Semoga sukses!
Bagaimana pendapat Anda?

Salam hangat…
(agus Nggermanto; Pendiri APIQ)
 

Evolusi Metamorfosis Kursus Matematika Kumon dan Sempoa

Membaca iklan Kumon yang mempromosikan kursus matematika dan bahasa Inggris, mengingatkan saya kepada seorang teman. Lebih tepatnya, istri saya yang ingat duluan. Teman saya itu adalah kepala pengelola bisnis kursus sempoa yang sangat sukses di jamannya. Saat ini bisnis kursus sempoa memang sedang surut. Tetapi, teman saya itu orangnya sangat baik. Dia tidak murni mencari keuntungan uang dalam bisnis sempoa itu. Dia punya misi ikut mencerdaskan putra-putri melalui matematika.

Bisnis sempoanya telah tersebar luas. Jaringannya hampir ada di seluruh Indonesia. Tapi saat ini jumlah siswa hanya sedikit. Secara kreatif ia mengambil langkah baru. Kini kursus sempoa itu berubah menjadi kursus bahasa Inggris. Saya kagum. Langkah yang bagus. Saya sangat mendukung.

Apakah langkah ini meniru langkah Kumon? Saya tidak tahu. Seandainya memang meniru Kumon, tetap saja, ini adalah terobosan bagus.

Bahasa Inggris sangat diperlukan oleh putra-putri kita. Ketika globalisasi semakin menguat, dengan diperkuat oleh fenomena internet blogging, putra-putra kita semakin membutuhkan bahasa internasional. Bahasa internasional paling umum adalah bahasa Inggris disusul bahasa Arab, Jepang, Mandarin, dan lain-lain.

Jadi, kursus bahasa Inggris lebih penting dari matematika? Tidak. Tidak begitu maksud saya. Maksud saya adalah kursus bahasa Inggris lebih penting dari kursus sempoa – mohon tetap membedakan antara kursus sempoa dengan kursus matematika.

Bolehkah saya menyimpulkan kursus yang terbaik adalah Kumon? Karena Kumon mengajarkan bahasa Inggris dan matematika, betul kan? Bila anak Anda cocok, kesimpulan di atas menjadi benar. Tetapi bila anak Anda tidak cocok dengan metode Kumon jangan memaksanya! Bisa berbahaya.

Apakah APIQ akan memberikan kursus bahasa Inggris?
Hmmm… ide menarik!
Saya pikir-pikir dulu deh.

Awalnya saya berpikir APIQ akan hanya berfokus pada kursus matematika. Dengan fokus saya berharap APIQ dapat memberikan pembelajaran matematika yang unggul. Saya menilai keberhasilan Kumon justru karena fokus kepada matematika. Berbeda dengan lembaga bimbingan belajar yang serba bisa: matematika, bahasa Inggris, fisika, kimia, biologi, dan lain-lain. Fokus kepada matematika memberi nilai lebih bagi Kumon.

Mungkin APIQ bisa meniru langkah Google. Google hanya fokus pada search engine. Google telah membuktikan menjadi nomor satu di dunia maya dalam search engine dengan strategi fokus. Google ingin melebarkan kekuatan ke search engine video. Tetapi Google kalah melawan Youtube.com. Semakin Google berjuang, Youtube semakin unggul.

Bukan Google namanya, bila gampang menyerah. Dari pada repot-repot bertanding lawan Youtube, Google malah merangkul Youtube. Google membeli Youtube. Kini Youtube masuk dalam grup Google. Google telah mengakuisisi Youtube.

Kelak, mungkin, APIQ akan mengakuisisi kursus bahasa Inggris terbaik yang pernah ada. Mengapa tidak? Mimpi boleh-boleh saja kan?   

Bagaimana pendapat Anda?

Salam hangat…
(agus Nggermanto; Pendiri APIQ) 
 

APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. Anda dapat menghubungi APIQ di apiq.wordpress.com atau 0818 22 0898 atau quantumyes@yahoo.com . APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.
 

Lompatan Iqra

Beberapa bulan lalu, anak-anak saya belajar baca AlQuran di TPA (Taman Pendidikan AlQuran) dekat rumah. Entah karena apa, TPA itu tutup, tidak berlanjut. Kemudian kami mengundang Ustadzah untuk mengajari baca Quran di rumah setiap Sabtu dan Minggu. Anak-anak senang belajar Iqra. Tidak lama kemudian Ustadzah itu minta ijin untuk berhenti. Ia akan segera menikah dan pergi merantau bersama suaminya. (Ngomong-ngomong mereka berjodoh melalui internet blogging lho…)

Wah… bagaimana cara mengajari anak-anak saya baca Quran ya? Saya ingat waktu di Tulungagung dulu belajar baca Quran itu setiap habis magrib. Tapi siapa yang akan mengajar?

Saya putuskan anak-anak untuk belajar Iqra setiap habis magrib bersama bapaknya. Di luar dugaan, anak-anak malah senang dapat Ustadz baru itu. Saya benar-benar kagum dengan metode Iqra. Bahkan anak saya yang masih 5 tahun sudah sampai Iqra 5. Terima kasih dan salam kepada KH. As’ad Humam – penemu Iqra.

Mengajari anak setiap hari baca Iqra menjadi tanggung jawab tersendiri bagi bapaknya. Belum lagi bapaknya kadang-kadang belum sampai rumah di saat magrib. Bagaimana cara mengatasinya? Bagaimana menurut Anda?

Mitos-mitos Cara Berhitung Cepat Matematika yang Berguna untuk UN, SPMB, UMPTN

Mitos selalu megagumkan. Jika tidak mengagumkan mengapa disebut mitos? Mitos cara berhitung cepat matematika adalah salah satu kesukaan saya.

Seorang guru SD yang mengajar matematika merasa ngantuk. Karena semalaman ia tidak tidur nonton bola sampai pagi. Otaknya berjalan. Mencari cara agar bisa tidur tapi harus mengajar matematika kelas 3 SD.

”Anak-anak, sekarang kita belajar berhitung. Hitunglah berapa hasil penjumlahan bilangan 1 + 2 + 3 + 4 + ….. sampai + 2000?”

Dengan hati senang guru itu berpikir, ”Kreatif juga ya saya ya!”
Guru itu duduk. Pura-pura baca buku. Lalu tidur. Satu jam pelajaran tidak mungkin ada anak yang dapat menyelesaikan tugas itu.

Baru satu menit berlalu, seorang siswa mengacungkan tangan,
“Saya sudah selesai Pak!”
“Ah…masak?”

Guru itu tidak percaya. Tanpa kalkulator, tanpa sempoa, tanpa komputer mana mungkin bisa menghitung secepat itu? Bahkan dengan alat bantu pun masih perlu waktu cuku lama.

“Coba tunjukkan mana hasilnya?”
“2.001.000”
“Bagaimana caranya?”

Tentu jika kita menghitung dengan cara biasa, satu jam juga tidak akan selesai. Mungkin malah salah hitung. Siswa kecil itu menghitung dengan cara memasangkan bilangan pertama dan terakhir.

1 + 2000 = 2001
2 + 1999 = 2001
3 + 1998 = 2001

dan seterusnya…jumlah setiap pasangan awal dan akhir selalu = 2001. Kemudian siswa itu berpikir, ” Dari 2000 bilangan, dipasang-pasangkan terbentuk 1000 pasang bilangan. Jadi kita peroleh jumlah seluruhnya adalah 2001 x 1000.”

2001 x 1000 = 2.001.000 (Selesai).

Guru itu heran, kagum, tidak jadi tidur. Stress…malahan.

Kabarnya, siswa kecil itu bernama Gauss. Tokoh besar matematika sepanjang jaman asal Jerman. Orang meragukan apakah cerita di atas benar-benar terjadi pada Gauss atau hanya mitos tentang Gauss. Meski pun seandainya hanya mitos, kisah di atas banyak memberi inspirasi.

Orang-orang yang mendengar cerita itu dari saya sering mengatakan bahwa anak kecil itu bukan bernama Gauss tapi Agus. Agak mirip memang. Mitos baru lagi!

Saya sendiri mendengar cerita di atas pertama kali dari guru matematika SMP 2 Tulungagung: Pak EKO, Mr X. Pak Eko adalah guru matematika yang hebat. Ia dapat menjelaskan matematika SMP dengan sederhana dan akrab dengan para siswa. Tetapi masalah PR, Pak Eko tidak akan kompromi.

Biasanya, Pak Eko memberi PR untuk mengerjakan soal nomor 50 sampai 70. Jam pelajaran matematika dimulai. Semua anak merasa tegang karena Pak Eko akan memeriksa PR yang nomor 50 sampai 70 itu. Pemeriksaan dimulai dari bangku paling depan.

Siswa yang tertangkap basah tidak mengerjakan PR akan mendapat hukuman. Dicubit tangannya atau telinganya atau lainnya. Sakit sekali rasanya, meski pun hukuman itu sambil bercanda.

Saya aman karena duduk di bangku belakang. Tetapi saya belum mengerjakan PR itu. Hanya menunggu waktu, Pak Eko pasti mendekati bangku saya dan….hukuman itu menimpaku.

Sebelum Pak Eko mendekat, saya buru-buru mengerjakan PR nomor 69 – tidak yakin benar atau salah. Kemudian segera mengerjakan nomor 70 – tidak tahu benar atau salah. Langsung saya lanjutkan nomor 71 – saya yakin nomor ini benar. Ketika saya mulai mengerjakan nomor 72, Pak Eko sudah mendekat ke bangkuku.

”Pak, nomor 72 begini ya, cara mengerjakannya?”
”Coba saya lihat….”

Pak Eko tampak mengangguk-anggukkan kepala. Dengan bangga Pak Eko mengatakan,
”Hai kalian, anak-anak! Contohlah Angger ini! PR hanya sampai nomor 70 tapi ia sudah menyelesaikan sampai nomor 72.”

Setelah kejadian itu tersebar mitos bahwa Angger rajin mengerjakan PR matematika. Itu memang hanya mitos. Tetapi mitos itu membuat saya harus membuktikannya. Akhirnya setiap ada PR saya selalu mengerjakannya dengan baik. Terima kasih Pak EKO, Mr X.

Saya belum pernah menceritakan rahasia ini kepada Pak Eko secara langsung. Paling saya menceritakan hanya ke beberapa teman SMP2 Tulungagung. Semoga Pak Eko tidak marah dan memaafkanku atas kejadian waktu itu. Doa ku untukmu Pak Eko, guru matematika terbaikku.

Mitos bisa berguna lebih dari keabsahan mitos itu. Mari kembali kepada Gauss. Pemahaman cara berhitung deret cara Gauss ini sangat membantu untuk menyelesaikan soal UN, SPMB, dan UMPTN.

Contoh soal:
Seorang ibu membagikan permen kepada 8 anak-anaknya sesuai dengan aturan deret aritmetika. Anak paling muda memperoleh permen paling banyak. Jika anak kedua mendapat 7 permen dan anak ketujuh mendapat 27 permen, berapa banyak seluruh permen yang dibagikan oleh ibu itu kepada 8 anaknya?

Pertama, kita buat deretan bilangan-bilangan yang mungkin:

…, 7, … …. …27, ….

Dengan cara coba-coba kita akan berhasil menemukan barisan bilangan yang tepat – bila beruntung. Setelah itu, jumlahkan seluruh bilangan tersebut. Kita akan memperoleh barisan berikut:
3, 7, 11, 15, 19, 23, 27, 31
Jumlahkan seluruh bilangan di atas.

Kedua, gunakan rumus deret aritmetika.
Suku ke-2 = 7 = a + b. 
Suku ke-7 = 27 = a + 6b
Dengan dua persamaan di atas kita peoleh nilai a dan b. Lalu hitung jumlah 8 suku pertama.

Ketiga, gunakan cara Gauss di atas. Pasangkan awal dan akhir.
(7 + 27) x 4 = 136 (Selesai)

Latihlah beberapa alternatif cara penyelesaian. Pasti kita akan memperoleh banyak kemajuan. Semoga sukses UN, SPMB, dan UMPTN. Selamat berjuang!

Salam hangat…
agus Nggermanto

Cara Cepat, Mudah, dan Tepat Lulus UN, SPMB, dan Perguruan Tinggi

Lebih cepat, lebih mudah, lebih kuat, lebih mulus, lebih lembut, lebih hemat, lebih tepat  adalah tanda kemahiran.

Bagi seseorang yang mahir, untuk lulus UN adalah mudah. Untuk lulus SPMB (UMPTN) juga mudah. Untuk lulus perguruan tinggi juga mudah. Mudah bukan berarti gampang begitu saja. Mudah selalu bergandengan dengan sulit. Kemudahan kita peroleh bila kita mahir menangani kesulitan. Bagaimana bila seseorang hanya ingin kemudahan tanpa mau menghadapi kesulitan? Bisakah dia menjadi mahir?

Aturan main yang berbeda menuntut cara main yang berbeda. Aturan UN sangat berbeda dengan aturan SPMB (UMPTN). Siswa yang lulus UN dengan nilai tinggi tidak dijamin lulus SPMB dengan nilai tinggi atau jurusan favorit. UN dan SPMB adalah dua hal yang berbeda. Kita memerlukan strategi dan taktik yang berbeda. Lebih-lebih bila kita bandingkan dengan tugas menyelesaikan kuliah di perguruan tinggi. Jelas sangat berbeda. Menyelesaikan belajar kuliah di perguruan tinggi tidak sama dengan menaklukkan SPMB.

Dalam matematika SMA, saya tidak mengenal dalil L’Hospital. Memang, saat saya SMA kurikulum tidak menetapkan dalil Hospital sebagai materi ajar. Tetapi teman-teman saya yang ikut les bimbingan belajar menggunakan dalil Hospital untuk menyelesaikan soal limit dengan mudah sekali. Sedangkan saya harus bersusah payah menggunakan algoritma aljabar standar.

Apakah saya, saat SMA, perlu belajar dalil Hospital?

Jawaban saya: YA. Positif. Mengapa?

Jelas karena soal UN tidak memperhatikan cara kita menyelesaikan soal. UN hanya memperhatikan hasil akhir. Proses, urusan lain. Begitu juga dengan SPMB, hanya memperhatikan hasil akhir. Tentu saja, ketika ulangan harian di kelas SMA, saya tidak menggunakan Hospital. Guru saya tidak akan mengijinkannya.

Mengapa dalil L’Hospital tabu diajarkan di SMA?
Sedangkan bimbingan belajar dengan mudahnya mengajarkan dalil Hospital. Saya mulai memahami alasan ini ketika mengambil kuliah kalkulus di ITB.

Kita cenderung berpikir secara urut – pendekatan otak kiri. (Sedangkan otak kanan cenderung berpikir tidak urut, acak, berputar, paralel, dan banyak alternatif.) Dengan konsep berpikir urut, dalil L’Hospital dapat kita kuasai setelah kita menguasai konsep turunan. Sedangkan kita dapat menguasai turunan setelah kita mahir teori limit. Jadi, urutannya adalah limit kemudian turunan kemudian dalil L’Hospital. Jika seorang siswa mengerjakan limit menggunakan Hospital dinilai salah secara logika. Bagaimana mungkin seorang cucu melahirkan neneknya?
Tetapi itu kan kosep berpikir menggunakan otak kiri. Bagaimana dengan pendekatan otak kanan? Tentu, dengan pendekatan otak kanan kita akan menemukan banyak alternatif. Bagaiamna pun kita tetap perlu memperhatikan berbagai aturan dan batasan. Beberapa contoh penerapan dalil L’Hospital akan saya ulas kemudian.

Kembali ke tema utama kita, bagaimana cara cepat dan mudah lulus UN, SPMB, dan perguruan tinggi?

Pertama, rajin belajar. Jawaban klise yang kadang berhasil, kadang gagal. Cara ini adalah cara paling melelahkan untuk sukses UN dan SPMB. Untuk UN, rajin belajar banyak memberi hasil. Untuk SPMB, rajin belajar saja tidak cukup. Perlu taktik tambahan. Untuk lulus perguruan tinggi, rajin belajar sangat membantu. Tetapi tidak cukup. Untuk menyelesaikan tugas akhir (skripsi) kita perlu motivasi tinggi. Komunikasi dengan pembimbing dan teman kuliah juga sangat berpengaruh.

Kedua, belajar cara belajar. Inilah jawaban paling ampuh. Ketika kita menguasai seni belajar cara belajar, nyaris apa pun masalah yang datang, kita akan dapat menghadapinya dengan baik. Untuk UN, kita belajar cara belajar UN yang efektif. Mencari kisi-kisi dan prediksi UN. Berlatih dengan cara-cara cepat dan praktis untuk soal UN. Menyusun strategi dak taktik. Demikian juga untuk SPMB, kita belajar cara belajar menaklukkan SPMB. Saat kuliah di perguruan tinggi, kita perlu belajar cara belajar yang paling tepat di perguruan tinggi. Sukses menanti Anda.

Bahkan dalam kenyataan hidup sehari-hari, belajar cara belajar menjadi kompetensi dasar. Seorang karyawan yang mampu belajar cara belajar akan menanjak prestasinya. Seorang pebisnis atau pengusaha yang mampu belajar cara belajar akan tumbuh pesat usahanya. Seorang investor yang terus belajar cara belajar akan berhasil meraih berbagai keuntungan.

Ketiga, belajar cerdik. Keterampilan khusus yang berguna pada kondisi khusus. Untuk lulus UN Anda hanya perlu menguasai materi yang diujikan saja. Untuk SPMB Anda juga hanya cukup menguasai materi yang diujikan saja. Tidak harus menguasai materi sepenuhnya. Ketika ikut UMPTN, saya memperoleh nilai yang tinggi dalam biologi. Padahal saya tidak menguasai pelajaran biologi. Saya hanya belajar cerdik tentang soal-soal biologi yang diujikan dalam UMPTN. Tidak kurang, tidak lebih.

Apakah salah mempelajari biologi hanya untuk lulus SPMB?

Salah. Bila tujuan kita adalah untuk mempelajari disiplin biologi. Untuk mengusai ilmu biologi kita perlu belajar dengan tingkat disiplin yang tinggi. Tidak cukup hanya menyelesaikan soal biologi UMPTN. Tetapi bisa menjadi benar jika memang tujuan kita sekedar untuk lulus SPMB. Benar atau salah bergantung pada tujuan kita. Mengapa tidak dua-duanya sekalian? Mempelajari biologi sekaligus lulus SPMB. Bagus bila Anda dapat melakukannya. Tetapi dalam kondisi tertentu kita terbatasi oleh sumber daya yang tersedia. Kita perlu belajar cerdik.

Ketika kuliah, kita juga perlu cerdik. Misalnya sering-sering diskusi dengan dosen. Dari diskusi dengan dosen kita menjadi lebih mudah memahami sudut pandang dosen. Kita juga dapat memberikan beberapa ide kepada dosen. Dosen menjadi lebih kenal dengan kita. Sehingga dosen tidak salah menilai kepada diri kita. Yang lebih penting lagi, semakin sering diskusi dengan dosen, semakin terjaga motivasi kita untuk menyelesaikan kuliah kita dengan baik.
 
Tidak ada satu solusi yang mampu menyelesaikan seluruh persoalan. Kita tetap perlu menjaga agar pikiran kita tetap terbuka terhadap ide-ide baru. Selamat berjuang!
Bagaimana pendapat Anda?

Salam hangat….

(agus Nggermanto; pendiri APIQ)

APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. Anda dapat menghubungi APIQ di apiq.wordpress.com atau 0818 22 0898 atau quantumyes@yahoo.com . APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.

Manfaat Dadu Milenium: Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif dengan Geometri

Maukah kemampuan matematika anak Anda meningkat dengan pesat dan cepat?
Bagaimana anak usia TK mampu menguasai matematika kelas 3 SD?
Bahkan mampu menguasai matematika kelas 6?

Semua dapat Anda raih, bahkan dengan cara menyenangkan. Anak Anda akan dengan lancar mampu menghitung luas, keliling dan volume. Hanya diperlukan waktu beberapa menit saja.

Dadu Milenium adalah permainan edukatif matematika yang akan melejitkan kemampuan matematika anak Anda. Dadu Milenium cocok untuk anak mulai usia TK sampai SD kelas 6. Manfaat Dadu Milenium adalah:

1. Hitung dasar: 1 sampai 5
Dadu Milenium akan memudahkan anak Anda menguasai perhitungan dasar 1 sampai 5. Latihlah anak Anda (mulai usia 4 tahun) menghitung banyaknya dadu. Hanya sebanyak 1 sampai 5, dengan berulang-ulang dan bergembira. Niscaya anak Anda akan lancar berhitung dasar.

2. Hitung dasar: 5 + n
Gunakan Dadu Milenium untuk meningkatkan kemampuan anak Anda. Tunjukkan dadu sebanyak 5+1=6, 5+2=7, 5+3=8, 5+4=9, 5+5=10. Latihlah perhitungan bilangan-bilangan di atas. Setelah lancar, variasikan dengan angka lain semisal 4+4 = 8 atau lainnya.

3. Hitung dasar: sampai 20
Rangkailah 10 dadu menjadi sebuah puluhan. Kemudian latih anak Anda untuk menghitung 10+n, seperti 10+1 = 11, 10+2 = 12, dan lain-lain. Setelah lancar, perkenalkan anak Anda dengan 6+6 = 12, 7+7 = 14, dan yang sejenisnya.

4. Pengurangan dasar
Setelah anak Anda lancar dengan penjumlahan dasar, tiba waktunya untuk memperkenalkan pengurangan. Latihlah anak Anda secukupnya saja dalam pengurangan. Anak Anda tidak harus mahir benar pada tahap ini. Nanti, pada waktunya, ia akan menguasai konsep pengurangan lebih mahir.

5. Perkalian dasar: 2, 3
Tantangan berikutnya yang paling disukai anak-anak adalah perkalian. Perkenalkan anak Anda hanya konsep perkalian dengan bilangan 2 atau 3. Contoh 2×3 = 6, 2×4 = 8, 2×5 = 10, 3×2 = 6 dan lain-lain.

6. Perkalian dasar: 4, 5, 1, 0
Setelah lancar naikkan tantangan dengan perkalian 4 atau 5. Setelah itu baru perkenalkan dengan perkalian 1 atau 0. Hati-hati dengan perkalian 1 atau 0. Meski tampaknya mudah, tetapi sebenarnya agak sulit bagi anak-anak.

7. Perkalian dasar 10
Rangkailah 10 dadu menjadi sebuah puluhan. Buatlah beberapa puluhan. Kemudian perkenalkan anak Anda dengan perkalian 10. Contoh 2×10 = 20, 3×10 = 30. Mudah bukan. Anak Anda akan menyukai perkalian 10 ini.

8. Perkalian dasar sampai 100
Setelah anak lancar, baru perkenalkan anak dengan perkalian yang lebih bervariasi. Contoh 6×6 = 36, 7×7 = 49 dan lain-lain. Anak Anda hanya cukup mengenalnya. Tidak harus mahir. Sambil jalan, anak Anda akan sedikit demi sedikit menghafalnya. Jangan dipaksakan untuk menghafalnya. Dukunglah agar hafalannya bertambah sedikit demi sedikit.

9. Menghitung luas segi empat
Perkenalkan anak Anda dengan konsep luas.
Susun dadu (kubus) membentuk segi empat ukuran 2 x 4.
Hitung banyaknya dadu.
Luas = panjang x lebar = banyaknya dadu
Perkaya dengan ukuran segi empat yang beragam. Termasuk persegi (bujur sangkar).

10. Menghitung keliling segi empat
Perkenalkan anak Anda dengan konsep keliling.
Susun dadu (kubus) membentuk segi empat ukuran 2 x 4.
Hitung sisi dadu mengelilingi segi empat.
Keliling = panjang+lebar+panjang+lebar
Perkaya dengan ukuran segi empat yang beragam. Termasuk persegi (bujur sangkar).

11. Menghitung volume balok dan kubus
Perkenalkan anak Anda dengan konsep volume.
Susun 2 segi empat masing-masing ukuran 2×2
Tumpukkan satu segi empat di atas segi empat lain
Hitung banyaknya dadu
Volume = panjang x lebar x tinggi = banyaknya dadu
Perkaya dengan ukuran balok yang beragam. Termasuk kubus.

12. Kembangkan motorik halus
Dukung anak Anda untuk menyusun dadu secara mandiri. Mengambil dan menyusun dadu membantu perkembangan motorik halus anak Anda.

13. Kembangkan kecerdasan spatial
Dukung anak Anda mengenal berbagai susunan dadu. Semakin banyak dadu yang Anda miliki, semakin banyak variasi yang dapat Anda buat. Latihan ini akan mengembangkan kecerdasan spatial anak Anda.
14. Kembangan ketangkasan arsitektur
Dukung anak Anda untuk berkreasi membentuk berbagai bentuk bangunan atau benda menggunakan tumpukan dadu. Anda dapat membuat rumah-rumahan, mobil-mobilan atau kreasi lainnya. Latihan ini akan mengembangkan ketangkasan arsitektur anak Anda.

Lakukan setiap latihan di atas secara bertahap. Tetap jaga suasana ceria. Ini adalah permainan. Setiap anak menyukai permainan. Orang tua juga suka permainan. Ini permainan yang berbonus pemahaman konsep matematika. Lebih tepatnya pemahaman konsep matematika secara cepat.

Masih banyak lagi peluang untuk megembangkan kreativitas putra-putri kita dengan menggunakan dadu. Lakukan berbagai eksperimen dengan anak Anda. Selamat bermain! Salam sukses Anda dan anak Anda!

Bagaimana pendapat Anda?

Salam hangat….

(agus Nggermanto; pendiri APIQ)

APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. Anda dapat menghubungi APIQ di apiq.wordpress.com atau (022) 2008621 atau 0818 22 0898 atau quantumyes@yahoo.com . APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.

Lowongan Kerja untuk 99.000 Tenaga Kerja Indonesia yang Berpendidikan

Lowongan kerja untuk Anda.

 

Apakah Anda lulusan S1 atau sedang menyelesaikan S1?

Apakah Anda memiliki pengalaman berorganisasi?

Bila Anda menjawab positif pertanyaan-pertanyaan di atas, lowongan kerja ini untuk Anda.

 

Apakah Anda lulusan program diploma atau sedang menyelesaikannya?

Apakah Anda memiliki keterampilan kerja khusus?

Bila Anda menjawab positif pertanyaan-pertanyaan di atas, lowongan kerja ini untuk Anda.

 

Apakah Anda lulusan SMA atau yang sederajat?

Terbuka lowongan kerja khusus untuk Anda.

 

PT Astra membutuhkan Anda.

Pertamina memerlukan Anda.

Telkom membutuhkan Anda.

Telkomsel juga memerlukan Anda.

 

Masih banyak perusahaan-perusahaan besar lain yang membutuhkan Anda.

 

Bagaimana caranya?

 

Hanya ada satu syarat untuk mendapatkan posisi itu…

 

Anda harus dapat memberi NILAI TAMBAH bagi pelanggan dan perusahaan.

 

Konsep berpikir yang hanya sederhana. Setiap perusahaan pasti akan menerima Anda bila Anda mampu memberi NILAI TAMBAH. Konsep kerja yang sederhana bukan?

 

Bila Anda memberi nilai tambah bagi perusahaan 100 juta rupiah per bulan, apa susahnya perusahaan membayar gaji Anda 10 juta rupiah per bulan? Saya pun juga berminat merekrut Anda karena kemampuan Anda menghasilkan nilai tambah.

 

Tetapi mengapa banyak orang yang tidak memperhatikan nilai tambah? Mereka hanya ingin bekerja. Tidak peduli apakah pekerjaan itu memberi nilai tambah atau justru membebani perusahaan. Tunggulah kemerosotan jabatan atau bahkan PHK.

 

Bila Anda selalu memberi nilai tambah, prestasi Anda akan menanjak. Perusahaan semakin maju. Bonus menanti Anda. Anda juga puas di tempat kerja. Anda memiliki kerja yang bermakna. Bermakna bagi perusahaan, pelanggan, dan jiwa Anda sendiri.

Bagaimana saya bisa memberi nilai tambah, kesempatan bekerja saja tidak ada?

 

Cara berpikir di atas terbalik! Terbalik 180 derajat!

 

Buktikan dulu bahwa Anda mampu memberi nilai tambah maka pekerjaan yang akan mengejar Anda. Memberi nilai tambah di tempat Anda sekarang. Bila Anda sebagai operator komputer, tunjukkan Anda memberi nilai tambah dalam pekerjaan Anda sekarang. Bila Anda penjaga toko, tunjukkan Anda memberi nilai tambah bagi pembeli dan perusahaan. Bila Anda seorang penganggur, tunjukkan bahwa Anda mampu memberi nilai tambah bagi orang di sekitar Anda. Pasti pekerjaan mendatangi Anda! Indonesia tidak hanya membutuhkan 99.000 tenaga kerja bernilai tambah tetapi butuh juataan.

 

Bagaimana menurut Anda?

 

Salam hangat…

 

 (agus Nggermanto; pendiri APIQ)