Pembinaan dan seleksi tahap I IMSO 2012 sudah usai 5 April 2012 kemarin di Grand Seriti Bandung. Kini anak-anak dan para Pembina sedang menantikan pengumuman dan undangan untuk tahap 2 yang rencananya akan disampaikan 2 atau 3 minggu setelah selesai tahap I. Semoga Anda sukses dengan IMSO 2012.
Banyak pengalaman menarik dari pembinaan IMSO tahap 1 di Bandung. Karena lokasi di dekat kantor Paman APIQ maka Paman APIQ sering meyempatkan diri berkunjung ke lokasi pembinaan IMSO 2012. Tahap 1 mengundang 50 siswa terbaik Indonesia dari seluruh propinsi. Total 100 siswa dengan rincian 50 siswa matematika dan 50 siswa lagi sains. Siswa-siswa ini telah memenangi seleksi IMSO tahap sebelumnya. Yang paling menarik adalah saat selesai acara pembinaan yakni ketika pembagian amplop. Wah anak-anak begitu bergembira menerima uang saku dan uang ganti transport. Tetapi tampaknya tidak murni masalah uang. Melainkan anak-anak merasa senang sudah menyelesaikan program pembinaan.
Program pembinaan seperti IMSO ini sering disebut orang sebagai karantina. Sebutan karantina ini menciptakan persepsi yang menakutkan – bagi banyak pihak. Bayangkan, anak-anak mulai bangun tidur jam 6 pagi atau bahkan jam 5. Lalu mereka siap-siap. Jam 8 pagi program pertama sudah mulai. Program berkahir jam 9 malam (pukul 21.00 wib). Program dilaksanakan hampir satu minggu penuh. Anak-anak tidak hanya mengikuti pembinaan tapi sekaligus mengikuti seleksi.
Makanya wajar sekali bila anak-anak tampak sangat bergembira ketika selesai program karantina.
Saya sendiri mengusulkan istilah karantina jangan dipakai lagi. Misalnya kita mengganti dengan istilah super program, program khusus, program cepat, atau lainnya. Dengan menggunakan istilah program super misalnya, maka kita akan terbuka dengan ide-ide baru. Barangkali dalam satu hari dari waktu satu minggu itu digunakan oleh anak-anak berkunjung ke fakultas matematika ITB, laboratorium fisika ITB, atau lainnya. Dengan demikian anak-anak juga memperoleh tambahan semangat inspirasi.
Kembali ke tahapan IMSO 2012, ada berapa tahap?
Kita tidak dapat memperoleh informasi tertulis yang jelas tentang tahapan IMSO 2012. Tetapi dalam acara pumbukaan dan penutupan di Bandung, Diknas menyampaikan bahwa IMSO 2012 akan berlangsung sebanyak 5 tahap. Tahap 1 sudah selesai di Bandung. Tahap 2 mungkin di Jakarta. Tahap-tahap seterusnya kita tunggu informasi berikutnya.
Bagaimana agar seorang siswa dapat diundang untuk mengikuti IMSO tahap 1?
Masing-masing wilayah tampaknya berbeda-beda. Misalnya di Bandung, IMSO jalur B tampaknya menyatu dengan OSN jalur A. Jadi sebelum seleksi di tingkat propinsi 1 Maret 2012, Bandung telah melakukan seleksi tingkat gugus dan tingkat kota. Peringkat 1 dan 2 dari seleksi tingkat kota Bandung maka berhak melaju masuk seleksi IMSO di tingkat propinsi 1 Maret 2012. Mungkin saja masing-masing kota mengirimkan 2 wakil atau lebih ke tingkat propinsi.
Sampai tingkat propinsi mulai dibatasi dengan jelas bahwa masing-masing propinsi hanya berhak mengikutkan 50 siswa terbaiknya untuk ikut seleksi. Tetapi untuk masing-masing kota berapa wakil dan bagaimana caranya tidak ditentukan. Misal di Bandung dilakukan seleksi untuk tingkat kota sedangkan di Cirebon tanpa seleksi hanya dilihat prestasi dan track record siswa terbaik.
Tahun 2012, Kota Bandung berhasil menempatkan 2 siswa terbaiknya lolos masuk IMSO 2012 tahap 1 nasional untuk matematika dan 1 siswa terbaik untuk sains. Siswa terbaik matematika adalah Syihab dari SDN Sukarasa 1 Bandung dan Nadya dari SD Muhammadyah 7 Bandung.
Meski seleksi dilakukan pada tingkat propinsi tapi penilaian sebenarnya adalah tingkat nasional. Masing-masing propinsi mengikutkan 50 siswa terbaik.
50 siswa x 33 propinsi = 1650 siswa
Dari 1650 siswa itu dibuat 50 rangking terbaik yang berhak masuk tahap 1 IMSO 2012 di Bandung awal April 2012 kemarin. Jadi rangking dibuat berdasar nilai nasional. Dengan demikian ada propinsi yang menempatkan banyak siswa di 50 besar tahap 1 IMSO. Ada juga propinsi yang menempatkan hanya 1 siswa.
Bahkan kabarnya ada propinsi yang sengaja tidak menempatkan siswa terbaiknya untuk IMSO. Mereka mengatur strategi siswa terbaiknya untuk masuk jalur A OSN 2012. Dengan menempatkan siswa terbaik di jalur A OSN, propinsi tersebut berharap agar anak itu meraih medali emas dalam OSN 2012. Setelah itu anak yang mendapat medali emas OSN juga berhak bergabung dalam tim IMSO ke tingkat internasional.
Bagaimana jika tidak mendapatkan emas OSN? Itu adalah risiko sebuah pilihan.
Tampaknya kota Bandung mengambil strategi langsung. Yakni menempatkan siswa terbaiknya untuk bertanding di IMSO. Jika berhasil maka Bandung akan menempatkan siswa terbaik berikutnya untuk bertanding di jalur A OSN. Seandainya pada jalur B IMSO seorang siswa tidak lolos sampai akhir maka ia mempunyai kesempatan untuk mengambil jalur A. Jika berhasil terus maka ia akan meraih emas OSN dan kembali bergabung dengan tim IMSO. Sukses untuk Anda.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APIQ