Paman APIQ sering mengungkapkan bahwa belajar logika itu penting. Tetapi banyak anak merasa bahwa matematika menjadi tidak logis ketika membahas logika. Sayang sekali!
Paman APIQ ingin merumuskan cara belajar logika dasar yang penting bagi anak-anak kita.
1. Perkenalkan logika dasar dengan contoh yang benar.
Untuk mendapatkan hadiah sepeda baru, Al harus memenuhi 2 syarat : sholat subuh berjamaah dan membaca Quran setelah sholat.
A: sholat subuh berjamaah
B: membaca Quran setelah sholat
Pernyataan logika yang bersesuaian dengan Al di atas adalah A AND B.
Maksudnya, Al akan berhak mendapat hadiah sepeda jika A bernilai benar dan B bernilai benar. Bila salah satu antara A atau B ada yang salah maka Al tidak berhak menuntut hadiah sepeda. Masuk akal kan?
Contoh lain:
P : Ibu pergi ke pasar
Q : Ayah pergi ke kantor
Logika P AND Q tidak memberi makna berarti bagi siswa kita. Logika P OR Q juga tidak memberi arti bagi siswa kita.
Kenyataannya P dengan Q memang tidak memberi hubungan logika secara langsung. Paman APIQ menyarankan agar kita tidak menggunakan contoh kurang tepat seperti P atau Q di atas.
Logika OR dapat lebih membingungkan. “Segitiga memiliki 3 sudut atau 1 + 2 = 7 adalah bernilai benar.” Hindari contoh yang membingungkan ini. Sebaliknya pertimbangkan saran Paman APIQ untuk memilih contoh-contoh yang tepat.
2. Perkaya contoh logika dengan rekayasa.
Perkembangan teknologi atau rekayasa memberi kita banyak peluang untuk mengembangkan logika matematika. Jika kita sulit mencari contoh logika yang tepat untuk kehidupan sehari-hari maka dunia rekayasa memberi contoh yang berlimpah dan baik untuk logika matematika. Paman APIQ menyarankan agar Bapak Ibu guru memanfaatkan contoh-contoh rekayasa.
Geo dapat mengambil pensil dengan tangan kiri atau tangan kanan.
A: tangan kiri
B: tangan kanan
Pernyataan logika yang tepat, A atau B.
Hati-hati dengan contoh, “Anda boleh minum kopi atau teh.”
Meski sepertinya logika yang tepat adalah OR, tetapi anak-anak lebih memikirkannya sebagai logika XOR. Yaitu pilihan tepat hanya salah satunya saja antara kopi atau teh. Memilih keduanya dianggap salah.
“Kita dapat ke Jakarta naik mobil atau naik kereta.”
Ini juga lebih dekat dengan “XOR” dari pada “OR”.
“Mobil ini akan segera berangkat bila ada penumpang 1 orang atau 2 orang.”
Contoh terakhir dapat diterima anak-anak sebagai OR.
3. Yakinkan dengan contoh-contoh manfaat logika matematika
Contoh-contoh positif kekuatan logika sangat penting kita beberkan. Sayangnya lebih banyak contoh negatif bagi anak-anak kita. Maksudnya, banyak orang lebih sering menunjukkan kesalahan logika dibanding dengan menunjukkan manfaat logika itu sendiri. Sebagai pendidik kita perlu mengumpulkan contoh-contoh inspiratif manfaat logika matematika.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APIQ