Arsip Tag: Inspirasi

Tulisan-tulisan Lebih Lengkap dari Paman APIQ

Akhir-akhir ini, Paman APIQ lebih fokus menulis tema yang berhubungan dengan matematika. Bukan berarti Paman APIQ tidak menulis tema-tema lain. Hanya saja tema-tema yang tidak berkaitan dengan matematika biasanya ditulis dalam blog lain yaitu:

gusngger.wordpress.com

Silakan teman-teman mengunjungi gusngger di atas untuk mendapatkan ide-ide menarik. Berikut ini beberapa artikel oleh agus nggermanto:

1. Penetapan Idul Fitri 1 Syawal 1432 H / 2011 Berbeda?
2. Pengorbanan dan Sedekah Apakah Beda?
3. Petualangan Mencari Tuhan

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Sisi Lain Sang Pendiri APIQ: Agus Nggermanto

Bertahun-tahun menulis di blog APIQ ini membuat saya menjadi berpikir sangat matematis. Atau lebih tepatnya berpikir sangat APIQ. Bahkan teman-teman dan mahasiswa saya banyak yang memanggil saya dengan Mr APIQ, Pak APIQ, Paman, dan lain-lain APIQ. Tetapi bagaimana pun saya sebagai manusia seutuhnya tetap memiliki sisi lain. Sisi lain tersebut saya rekan dalam weblog khusus:

www.GusNGGER.wordpress.com

Silakan mengunjungi sisi lain dengan klik tautan di atas.

Salam hangat…

Bagaimana Mendapatkan Ide Kreatif Tiap Hari?

Saya berusaha secara konsisten menulis setiap hari. Bagaimana caranya dapat menulis setiap hari? Bagaimana dapat memperoleh ide setiap hari? Bagaimana caranya agar konsisten?

Saya meyakini bahwa ada banyak hal semakin dibagi maka semakin berkurang – definisi pembagian secara matematis memang pengurangan berulang. Tetapi ada hal-hal tertentu semakin dibagi justru semakin bertambah. Ide adalah contohnya. Semakin kita berbagi ide maka ide semakin berkembang. Biarkan ide-ide Anda mengalir.

Ide bagaikan air. Semakin mengalir maka semakin bening.

Jadi jawaban saya, bagaimana mendapatkan ide setiap hari, adalah dengan berbagi ide.

Pengertian pembagian di sini berbeda dengan matematika kuno yang mendefinisikan pembagian adalah pengurangan berulang. Maka berbagi ide adalah mengurangi ide secara berulang. Tetapi pengertian pembagian di sini adalah kreasi berulang. Maka berbagi ide bermakna berkreasi berulang. Sehingga terjadi ko-kreasi.

Berbagi ide mirip dengan dengan berbagi file digital. Ketika kita berbagi file digital tidak terjadi pengurangan tetapi justru terjadi produksi kreasi. Dengan dibagi, dicopy, file digital justru semakin bertambah.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Pertarungan Sang Juara Layar

Sudah tiga tahun berturut-turut Joko Lelono berhasil menjuarai lomba berlayar. Semua pelayar ternama sudah pernah dikalahkannya. Bahkan Joko berani sesumbar menantang semua pelayar agar bersatu melawan Joko dan timnya.

Kenyataannya, memang Joko selalu menang dalam setiap pertandingan perahu layar. Tetapi masyarakat mulai tidak suka dengan sikap Joko yang terkesan sombong itu. Masyarakat ingin mengalahkan Joko, bagaimana caranya? Semua pelayar tangguh telah takluk oleh Joko.

Masyarakat punya satu harapan: Bejo. Memang Bejo bukanlah pelayar tangguh. Tapi Bejo dikenal sebagai orang yang cerdik. Masyarakat mengirim utusan untuk menemui Bejo. Tentu saja, dengan sopan, Bejo menolak permintaan masyarakat.

“Bagaimana mungkin dapat mengalahkan hiu di laut?”

Karena Bejo merasa iba juga dengan masyarakat maka Bejo minta waktu untuk memikirkannya dulu. Akhirnya dengan berat hati, Bejo menerima permintaan masyarakat untuk menantang Joko bertarung berlayar.

Joko yang mendengar berita itu sangat gembira. Joko merasa akan segera berhasil mengalahkan Bejo yang dikenal sebagai orang paling pandai itu. Tentu saja Joko tidak berani menantang Bejo untuk adu kecerdasan. Tetapi untuk adu perahu layar….memang Joko adalah juaranya.

Beberapa hari kemudian Bejo mendatangi Joko untuk menyatakan tantangannya adu layar secara resmi.

“Tetapi karena saya pemula dalam berlayar maka ijinkan saya mengajukan beberapa permintaan,” Bejo meminta.
“Tidak masalah,” jawab Joko mantap.
“Agar kita tidak saling mengganggu atau mengintip teknik masing-masing maka kita akan berlayar dari arah yang berbeda. Kamu berlayar dari pantai Jawa menuju pantai Sumatera dan aku berlayar dari pantai Sumatera menuju Pantai Jawa.”
“Tidak masalah,” jawab Joko dengan mantap lagi.
“Kita akan bertanding di hari Senin Wage bulan depan.”
“Baik!” Joko yakin.
“Siapa pun pemenangnya adalah juara sejati.”
“Ya, memang itu yang kutunggu!” Joko merasa gelar juara sejati akan semakin melekat pada dirinya.

Tiba waktu yang telah disepakati itu.

Joko telah siap dengan tim layarnya di Pantai Jawa. Sedangkan Bejo telah bersiap dengan tim layarnya di Pantai Sumatera.

Pertandinga dimulai…

Pada menit pertama tampak Joko bergerak dengan lebih cepat dan mantap. Menit kelima Joko semakin tampil memimpin jarak tempuh. Menit kesepuluh Joko semakin yakin akan menang.

Masyarakat yang menyaksikan semakin khawatir. Pertandingan ini tampaknya justru akan mengukuhkan keunggulan Joko. Tetapi akhir pertandingan justru dimenangkan oleh Bejo dan timnya. Masyarakat bersorak gembira!

Apa yang terjadi? Bagaimana Bejo dapat menang?

Sejak menit kesebelas dan seterusnya angin bertiup dengan kencang dari arah Sumatera menuju Jawa. Sehebat apa pun Joko dan timnya akan sangat sulit berlayar melawan arah angin bertiup kencang. Sebaliknya, Bejo dan timnya sangat terbantu dengan berlayar searah angin bertiup.

Bagaimana Bejo dapat mengetahui bahwa hari itu angin akan bertiup ke arah pulau Jawa?

Bejo telah banyak berkonsultasi dengan para ahli cuaca, angin, dan meteorologi sebelumnya.

Bagaimana menurut Anda?

Selamat Tahun Baru 2011 dan Pengunjung ke – 1.234.321

Memasuki tahun baru 2011 ini blog APIQ akan mencapai hit ke – 1.111^2.

Terima kasih atas dukungan teman-teman semua.

Dan siapakah di antara kita yang beruntung menjadi pengunjung istimewa ke – 1.111^2 ?

Berapakah 1.111^2 itu?

Tentu saja Algeometi sudah dapat menebaknya. Kita pun juga dapat menebaknya.

1^2 = 1
11^2 = 121
111^2 = 12321
1.111^2 = ….?

Ya, betul!

1.111^2 = 1234321.

Andakah pengunjung yang beruntung itu?

Selamat tahun baru 2011…!

Bagaimana Mengubah Nasib Buruk Menjadi Nasib Baik?

Jika kita berhasil mengubah setiap nasib buruk menjadi nasib baik maka sangat membahagiakan. Bagaimana caranya?

Saat itu Paman APIQ sedang bersantai ngobrol bersama Al. Paman APIQ mencoba bercerita. Paman APIQ terkejut ternyata Al, yang masih berumur 5 tahun, dapat memahami cerita tersebut.

….
Ada seorang kakek tua yang hidup dengan anak lak-lakinya yang masih muda dan memiliki seekor kuda.

Suatu hari anaknya terjatuh dari kuda sehingga kaki kirinya patah. Para tetangga menjenguk si kakek.

“Aduh Kakek, kasihan sekali Kamu. Siapa lagi yang merawatmu? Satu-satunya anakmu kini sakit. Kamu sungguh bernasib buruk,” kata seorang tetangga.

“Sudahlah, jangan Kau bilang ini nasib buruk atau baik. Ini memang sudah semestinya terjadi,” sahut si kakek.

Para penduduk merasa kasihan pada si kakek. Sudah dirundung nasib buruk tapi belum menyadarinya.

Besoknya, karena kudanya tidak ada yang memelihara maka menghilang pergi ke tengah hutan.

“Aduh Kakek, Kamu benar-benar bernasib buruk. Kemarin anakmu yang kakinya patah. Kini satu-satunya kudamu malah hilang,” kata penduduk.

“Sudahlah, jangan Kau bilang ini nasib buruk atau baik. Ini memang sudah semestinya terjadi,” sahut kakek dengan tenang.

Para penduduk semakin kasihan dengan si kakek. Sudah tertimpa nasib buruk dan tampaknya sudah mulai pikun.

Beberapa hari kemudian tersiar kabar terjadi peperangan di negeri itu. Kerajaan kekurangan pasukan. Sehingga raja memerintahkan agar setiap pemuda yang sehat harus ikut perang. Demikian juga di desa si kakek tinggal. Semua pemuda ikut perang kecuali anaknya si kakek karena kakinya sedang sakit.

“Kakek, Kamu sungguh bernasib baik. Anak laki-laki kami semua ikut perang. Sedangkan anakmu bisa tinggal di ruman,” komentar penduduk.

“Sudahlah, jangan Kau bilang ini nasib baik atau buruk. Ini memang sudah semestinya terjadi,” sahut kakek.

Beberapa hari kemudian terdengar kabar bahwa pemuda yang ikut perang dari desa itu gugur semua di medan tempur. Sedangkan si anak kakek kakinya mulai sembuh.

Lalu kuda yang tadinya kabur ke hutan pulang kembali ke rumah kakek. Bahkan kuda ini sambil membawa lima ekor kuda liar masuk ke kandang.

“Waduh Kakek, Kamu benar-benar bernasib baik!” seru penduduk.

“Sudahlah, jangan Kau bilang ini nasib baik atau buruk. Ini memang sudah semestinya terjadi,” sahut kakek.
….

Al tertawa, “Hahaha… kudanya menjadi 6 dong!”

Paman APIQ sama sekali tidak menduga akan ada komentar Al seperti itu.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Batas-batas

Memahami batas-batas fisik tampak jelas.
Tapi batas-batas imajinasi?

Manusia memang memiliki batas-batas
Tetapi dapat menembus batas
Karena menjaga batas
Menjadi tak terbatas

Karena melanggar batas
Malah terbatas
Makin terbatas

Menembus batas
Dengan menjaga batas

Jangan Salah Dua Kali

Tampaknya cukup jelas: jangan salah dua kali.

Orang beriman juga tidak akan terperosok pada lubang yang sama dua kali. Tetapi implementasi dari pelajaran ini tidak selalu mudah. Banyak orang melakukan kesalahan berulang-ulang.

Belajar dari kesalahan sangat berharga.

Apakah kesalahan yang sama dan berulang itu?

Ketika Al kecil belajar perkalian,

5 x 5 = …?

Al tidak dapat menjawab. Kemudian Paman APIQ memberi tahu bahwa 5 x 5 = 25. Al kecil mengerti.

Esok hari, Al ditanyai lagi 5 x 5 = …?
Ternyata Al tidak bisa menjawab dengan benar lagi. Paman APIQ memberi tahu 5 x 5 = 25.

Apakah kesalahan Al adalah kesalahan yang sama dan berulang?
Tidak. Sama sekali tidak sama. Hari pertama Al menebak 5×5 = 20, hari kedua menebak 5×5 = 35, hari ketiga menebak yang lain lagi. Sampai akhirnya Al yakin bahwa 5 x 5 = 25.

Tidak ada yang salah dalam proses belajar seperti di atas. Orang tua dan guru memang harus sabar mendampingi anak-anak.

Mari kita lihat situasi yang berbeda. Suatu rapat direncanakan mulai 10.00 dan selesai 12.00. Tetapi karena satu dan lain hal rapat mulai terlambat. Hal ini jelas salah.

Karena mulai rapat diundur maka selesainya harus diundur menjadi 12.30. Ini kesalahan dua kali. Jangan melakukan kesalahan dua kali usul para peserta rapat.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…

Indahnya Karunia Lupa dan Kekuatan Memori

Lupa adalah karunia dan nikmat. Karena lupa kita dapat melupakan beban berat pedih luka kehidupan. Bayangkan jika seseorang selalu ingat dengan hutang-hutangnya, alangkah berat beban hidupnya. Bagaimana pun lupa adalah karunia.

Di saat yang sama, memori atau daya ingat juga merupakan karunia. Karena kita ingat dengan berbagai macam pelajaran maka kita dapat mengambil keputusan yang tepat.

Saat ini Paman APIQ sedang terus mengembangkan sistem memori yang dapat membantu kita. Teknologi dapat banyak membantu dalam hal ini. Tetapi kita juga harus mengandalkan metode-metode konvensional.

1. Weblog APIQ atau blog APIQ ini sendiri merupakan catatan ide dari Paman APIQ. Lebih hebat lagi, blog APIQ ini dapat langsung terbuka mendapat masukan-masukan dari para pembaca. Dengan demikian Paman APIQ terus memperoleh banyak ide.

2. Facebook APIQ juga banyak berperan. Sedikit berbeda dengan blog, facebook memberi lebih banyak kebebasan untuk diskusi. Tetapi facebook agak tertutup. Karena kita harus menjadi anggota facebook APIQ terlebih dulu agar dapat diskusi. Sedangkan blog APIQ lebih terbuka.

3. Buku catatan; saat ini Paman APIQ mengaktifkan kembali buku catatan pribadi. Meski buku ini bersifat tertutup tetapi memiliki beragam keunggulan. Buku catatan memberi kemudahan jika kita hendak membuat gambar ide atau sketsa ide.

Dan lain-lain.

Ayo banyak menulis….!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Pecundang Punya Alasan, Juara Punya Pelajaran

“Wah tidak mungkin kita dapat menjual barang itu,” seru anak muda.
“Mengapa?” tanya sang kawan.

“Barang yang sama telah dijual di sini. Tetapi tak seorang pun yang membelinya.”
“Wah justru itu kesempatan. Semua orang di sini berpotensi untuk membeli barang dari kita,” jawab sang kawan.

Anak muda akhirnya tidak berhasil menjual apa pun. Sedangkan sang kawan berhasil meraih sukses di tempat yang sama.

Pecundang punya alasan, juara punya pelajaran.

“Wah di sini kita tidak akan berhasil menjual barang ini,” seru anak muda.
“Mengapa?” tanya sang kawan.

“Karena hampir semua orang di sini sudah pernah membeli barang serupa sebelumnya.”
“Wah itu justru bagus. Orang di sini pasti membutuhkannya. Kita tinggal menawarkannya dengan lebih baik.”

Anak muda tidak berhasil menjual apa pun, lagi. Sang kawan kembali menikmati sukses yang luar biasa.

Pecundang punya alasan, juara punya pelajaran. Hal yang sama dapat menjadi alasan untuk gagal. Hal yang sama pula dapat menjadi inspirasi dan pelajaran untuk meraih sukses.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…