Selamat menikmati…
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APIQ
Selamat menikmati…
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APIQ
Belajar matematika sudah lama menjadi persoalan manusia. Untungnya Paman APIQ telah merumuskan berbagai macam cara yang asyik untuk belajar mengajar matematika. Tetapi ide Paman APIQ ini tidak konvensional. Anda perlu berpikir terbuka untuk mempertimbangkan ide Paman APIQ. Hasilnya, anak Anda lebih kreatif dan berprestasi dalam matematika dan lainnya.
1. Belajar matematika dengan kreatif.
Kata kreatif sering dijauhkan dengan matematika. Menurut Paman APIQ, justru matematika itu sangat dekat dengan kreatif. Lalu apa maksud dari kreatif itu?
“Kreatif adalah memiliki lebih dari 2 cara untuk menangani suatu masalah,” itulah definisi kreatif yang jelas dari Paman APIQ.
Dalam belajar matematika maka semangat kreatif itu perlu terus kita junjung, ” memiliki lebih dari 2 cara”. Cara 1 adalah cara yang diusulkan oleh guru, cara 2 adalah cara yang diusulkan oleh siswa, dan cara 3 adalah cara yang mari kita cari bersama-sama.
2. Belajar matematika dengan inovatif
1 + 1 = 10
10 + 7 = 5
Pernyataan di atas adalah BENAR.
Bagaimana mungkin?
Itulah, matematika selalu berinovasi menghasilkan teori-teori baru. Jadi, sesuai saran Paman APQ, kita harus terbuka menerima ide-ide baru inovasi dalam matematika. Pertama ide baru tersebut kita terima. Kedua kita pelajari. Ketiga kita ambil keputusan akan kita kembangkan atau tidak.
10 + 7 = 5 sepertinya salah kan?
Tetapi pikirkan bahwa operasi di atas adalah bilangan (angka-angka) yang ada pada jam dinding Anda. Bukankah menjadi benar?
3. Pengalaman memperkuat pemahaman
Penjelasan tidak menjadikan matematika jelas.
Penjelasan tidak memperjelas. Penjelasan justru sering membingungkan. Penjelasan panjang lebar menambah luas kebingungan siswa.
Alternatifnya?
Manfaatkan pengalaman. Beri anak-anak kesempatan mengalami matematika. Paman APIQ sering memanfaatkan game untuk memberi pengalaman ke siswa. Setelah anak-anak mengalami matematika maka siswa kita siap untuk menerima penjelasan. Manfaatkan itu.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APIQ
Bersiaplah, anak Anda segera menjadi jago matematika dengan matematika kreatif aljabar. Berikut adalah video multimedia yang membantu Anda menjadi jago matematika aljabar, persembahan dari APIQ.
Selamat menikmati…
Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APIQ
Anak Anda adalah anak kreatif. Masalahnya adalah bagaimana kita mempertahankan kreativitas mereka? Atau lebih bagus lagi bagaimana kita dapat meningkatkan kreativitas mereka?
Kesalahan dalam belajar dapat mengikis kreativitas anak. Kesalahan dalam pengasuhan dapat melunturkan kreativitas anak. Kesalahan lingkungan dapat menghancurkan kreativitas anak.
Padahal dalam tantangan hidup masa kini…
Lebih lengkap baca www.rumahapiq.com klik di sini.
Sumber: http://www.rumahapiq.com/artikel-matematika#ixzz1aKhqx7BI
Ditulis pada APIQ, inovasi pembelajaran matematika
Di-tag APIQ, inovasi matematika, matematika kreatif
Inovasi dari keluarga besar APIQ terus berlanjut. Setelah eksperimen beberapa kali, Paman APIQ tertarik untuk lebih jauh mengembangkan “Jurus 7 Detik Math”. Jurus 7 ini mampu menyelesaikan beragam persoalan matematika rumit hanya dalam waktu 7 detik saja. Pasti seru!
Bagaimana kita dapat menyelesaikan soal matematika yang sulit hanya dalam 7 detik dengan jurus 7?
Silakan menikmati kehebatan jurus 7 dalam training APIQ Quantum yang akan kami selenggarakan:
Hari : Sabtu
Tanggal : 25 Juni 2011
Waktu : 08.30 s.d 18.00 wib
Tempat : Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah
Hanya dalam waktu 7 detik maka Anda akan dapat menyelesaikan soal matematika yang sulit. Sungguh luar biasa.
Berikut adalah beberapa contoh soal latihan yang dapat Anda selesaikan dengan jurus 7. Bayangkan betapa hebatnya bila anak-anak kita mampu menyelesaikannya hanya dalam 7 detik.
1. Tentukan luas bidang yang dibatasi kurva
y = ax^4 + bx^3 + cx^2 + dx + e
dengan sumbu-X bila kurva memiliki puncak (5 , 10) dan memotong sumbu-X di (3 , 0) dan (7 , 0).
2. Tentukan panjang garis singgung yang menghubungkan lingkaran berjari-jari 25 dan lingkaran yang berjari-jari 16 yang saling bersinggungan.
3. Siapakah aku? Aku adalah bilangan asli terkecil yang bila dibagi 48 sisa 46 dan bila dibagi 60 sisa 58.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Ditulis pada APIQ, inovasi pembelajaran matematika
Di-tag APIQ, cara cepat matematika, inovasi matematika, jurus 7 detik, matematika kreatif, rumus cepat
Sebentar lagi kita akan kembali berpesta inovasi dalam training matematika kreatif APIQ Quantum.
Hari : Sabtu
Tanggal : 25 Juni 2011
Waktu : 08.30 s.d 18.00 wib
Tempat : Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah, Anjungan Lampung TMII
Investasi: FREE bagi Anda yang pernah mengikuting training APIQ sebelumnya (excluded lunch). Rp 750.000,- bagi peserta baru dan FREE mengikuti training APIQ berikutnya (excluded lunch).
Berbagai macam inovasi matematika kreatif terbaru akan kita bahas di sini. Inovasi ini menjadikan anak-anak kita lebih kreatif dan berprestasi. Bukan hanya anak didik yang makin kreatif tetapi orang tuanya juga ikut menjadi lebih kretif dan berprestasi.
Paman APIQ mencatat beberapa inovasi terbaru yang pasti seru.
1. APIQ digital yang semakin kuat dengan memanfaatkan multimedia, internet, smart tv. Suksesnya penampilan APIQ di televisi kini lebih jauh akan kita eksplorasi untuk membantu anak-anak kita lebih mudah belajar matematika yang asyik. Tentu saja anak menjadi lebih kreatif dan berprestasi.
2. Jurus 7 detik menyelesaikan soal matematika yang rumit. Berbagai soal matematika yang rumit dapat kita selesaikan dengan cepat kurang dari 7 detik dengan jurus 7 detik. Jurus 7 detik dari Paman APIQ ini membekali anak-anak kita dengan kekuatan imajinasi anak-anak yang dahsyat. Anak-anak semakin percaya diri, makin kreatif dan makin berprestasi.
3. Pola-pola lebih kreatif. Anak-anak menjadi lebih kreatif dengan mengenali pola. Kali ini Paman APIQ melangkah lebih mendalam lagi bagaimana mengenali pola tingkat tinggi untuk mengantarkan anak kita lebih kreatif dan berprestasi.
Selamat bergabung dalam training APIQ Angkatan 28 di Jakarta.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Beberapa hari lalu Paman APIQ berjumpa dengan beberapa anak muda yang sangat bersemangat mengembangkan cara belajar matematika yang kreatif, mudah dan menyenangkan. Tentu saja Paman APIQ membawakan puluhan – bahkan ratusan, dalam komputer – game matematika kreatif yang asyik.
“Bagaimana caranya menemukan inovasi matematika yang begitu asyik?” tanya para anak muda itu.
Paman APIQ berpikir sejenak dan mulai menjawab dengan agak perlahan. Ada 3 cara untuk berinovasi yang membuat matematika lebih mudah dan kreatif.
1. Dengan sengaja mencari inovasi pada tema tertentu. Misalnya kita sengaja mencari cara yang lebih mudah untuk mengajarkan segitiga siku-siku maka kumpulkan sebanyak-banyaknya alternatif. Dari banyak alternatif ini lakukan berbagai macam inovasi: menambah, mengurangi, menata ulang, mengacaknya, dan lain-lain.
Buah dari inovasi segitiga ini Paman APIQ menghasilkan taxonomy segitiga yang merupakan cara belajar segitiga mudah dan asyik. Pada kesempatan training 28 Mei di Bandung kita akan banyak membahas taxonomy segitiga.
2. Dengan sengaja menginovasi sesuatu yang sudah bagus untuk matematika. Misalnya Paman APIQ sangat tertarik dengan kelereng super. Tetapi saat itu kita tidak tahu manfaat kelereng super. Paman APIQ dengan keyakinan menyimpan kelereng super itu dan berusaha menginovasinya.
Setelah kira-kira 3 tahun, akhirnya Paman APIQ menemukan inovasi game super marble yang sangat disukai anak-anak. Super marble benar-benar membantu anak-anak kita untuk belajar matematika dengan asyik.
3. Dan lain-lain. Masih banyak cara untuk berinovasi. Misalnya dengan asosiasi brutal. Saat ini terdapat produsen tv yang telah memproduksi tv cerdas semisal LG smart tv. Paman APIQ, dengan brutal, memaksakan agar tv cerdas tersebut dapat digunakan untuk belajar matematika yang asyik. Maka lahirlah konsep APIQ digital.
Mari kita dukung putra-putri kita lebih maju dengan matematika!
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Baca juga: Rumus Matematika Mudah dan Cepat
Mencari cara yang asyik belajar matematika adalah tantangan kita semua. Paman APIQ telah membuktikan bahwa luas lingkaran = luas segitiga = 1/2 x alas x tinggi. Tetapi Paman APIQ tidak berhenti sampai pada pembuktian yang meminjam teori kalkulus itu. Paman APIQ ingin membuat permainan asyik yang dengan memainkan itu anak-anak paham bahwa luas lingkaran = luas segitiga.
Dalam Training APIQ kemarin Mas Yudhi membawa inovasi yang sangat menarik. Sebuah segitiga sama kaki dan sebuah sektor lingkaran. Segitiga memiliki ukuran alas 15 cm dan tinggi 18 cm serta ketebalan 1 satuan. Sektor lingkaran memiliki jejari r = 18 cm dan panjang busur 15 cm. Eksperimen pun dimulai…!
Kita mengisi segitiga dengan air sampai penuh. Kemudian memindahkan air dari segitiga itu ke sektor lingkaran. Hasilnya tepat sama-sama penuh. Lalu kami mengulangnya lagi…
Sebuah fenomena yang menakjubkan!
Kok bisa ya…luas lingkaran = luas segitiga?
Memang begitu adanya!
Dengan pengalaman yang menarik ini, anak menjadi paham betul bahwa luas lingkaran = luas segitiga. Dengan rumus ini anak-anak menjadi lebih sederhana.
1. Luas segitiga sudah akrab bagi anak-anak kita.
2. Lebih mudah karena tidak melibatkan bentuk kuadrat.
3. Lebih mudah karena tidak melibat bilangan irasional pi dalam banyak kasus.
Kami bersyukur dapat bereksperimen dengan matematika kreatif APIQ. Tetapi tekad kami adalah terus berinovasi untuk menciptakan matematika yang lebih kreatif dan asyik sehingga anak-anak kita lebih kreatif, lebih berprestasi, dan lebih berkontribusi.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
*Liputan tentang tim APIQ sangat menarik dapat kita baca pada blog Yudhistira dengan klik yudhistira31.wordpress.com.
Saat ini Paman APIQ sedang mengejar inovasi pembelajaran kalkulus dengan pendekatan gambar visual.
Untuk memahami integral, Paman APIQ telah menemukan pendekatan visual. Anak-anak menjadi lebih mudah belajar integral dengan mengenali pola-pola gambar. Yang menarik dari pola gambar adalah anak-anak sangat cepat menangkap maksud dari masalah integral. Gambar-gambar integral berlaku untuk seluruh fungsi aljabar polinom, trigonometri, dan lain-lain.
Sedangkan untuk memahami konsep diferensial (turunan), Paman APIQ juga sudah menemukan gambar-gambar. Gambar diferensial cukup berdekatan dengan konsep gradien (tanjakan). Dengan pengenalan bertahap, anak-anak menjadi lebih mudah memahami konsep diferensial.
Sementara itu konsep limit masih butuh lebih banyak inovasi lagi. Untuk limit menuju tak hingga, Paman APIQ telah menemukan ilustrasi gambar karung dan butir beras, butir pasir, butir gula atau lainnya. Dengan ilustrasi gambar ini, anak-anak sangat mudah menangkap konsep limit tak hingga.
Tetapi untuk melangkah ke konsep yang lebih tinggi kita juga memerlukan gambar visual untuk limit menuju 0. Untuk konsep limit menuju 0 Paman APIQ masih terus-menerus bereksperimen. Memang kita dapat saja membentuk limit menuju 0 dengan cara membagi dengan tak hingga. Apakah cara ini akan memudahkan anak-anak belajar?
Yang jelas, inovasi terus kita kembangkan agar anak-anak kita semakin maju dalam belajar matematika kreatif.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Ditulis pada APIQ, inovasi pembelajaran matematika
Di-tag APIQ, inovasi matematika, kalkulus kreatif, matematika kreatif, math pictorial, visual math