Arsip Tag: definisi

Definisi-definisi Matematika yang Penting

Bila ingin menundukkan seekor ayam, ikatlah kakinya.
Bila ingin menundukkan seekor kambing, ikatlah lehernya.
Ikatlah manusia dengan hati.
Ikatlah ilmu dengan mencatat.

Pada kesempatan ini saya ingin mencatat beberapa definisi matematika yang penting, menurut saya. Sebenarnya sih bukan matematika tetapi lebih khusus ke aljabar abstrak.

Himpunan (set): kumpulan dari sesuatu yang jelas.
Himpunan bilangan asli = {1, 2, 3, 4, ….}
Himpunan bilangan asli yang kurang dari 6 = {1, 2, 3, 4, 5}
Himpunan bilangan bulat = {… -2, -1, 0, 1, 2, … }

Himpunan dapat saja memiliki anggota terbatas (finite) seperti {1, 2, 3}. Dapat juga himpunan memiliki anggota yang tidak terbatas (infinite) seperti {1, 2, 3, 4…}

Himpunan yang memiliki sifat-sifat khusus kita sebut sebagai grup (group).

Group adalah himpunan dengan operasi tertentu (*) yang
i. operasi * bersifat asosiatif
ii. terdapat elemen e sebagai elemen identitas
iii. setiap elemen memiliki invers

Group dengan sifat-sifat khusus kita sebut sebagai ring.

Ring adalah suatu himpunan dengan operasi + dan x yang
i. + adalah abelian group
ii. x adalah asosiatif
iii. x distributif terhadap +

Ring yang memenui sifat-sifat khusus kita sebut sebagai field.

Field adalah…
commutative ring with unity in which every nonzero element is invertible.

Nah…agak abstrak ya catatan saya di atas ya?

Bukan agak abstrak. Tapi benar-benar abstrak. Memang definisi-definisi di atas dipakai dalam bidang aljabar abstrak. Pasti abstrak juga dong…

Mari sedikit diskusi yang agak ringan. Paman APIQ sering mengingatkan kita himpunan apa yang sedang kita bicarakan?

Misal, dalam berhitung Paman APIQ menyarankan kita agar membatasi pembahasan hanya dalam himpunan bilangan bulat.

Ketika hendak mengenalkan kosep pembagian kepada anak-anak perkenalkan konsep berikut:

4 : 2 = ….
6 : 2 = ….
10 : 2 = ….

Hati-hati, meski pun anak-anak sudah dapat meghitung 10:2 = … jangan buru-buru memperkenalkan

5 : 2 = ….

Kesulitan yang sering muncul biasanya ketika memperkenalkan penarikan akar kuadrat atau segitiga siku-siku Pythagoras.

Misal anak-anak sudah lancar menghitung

akar 16 = ….
akar 25 = ….
akar 49 = ….

Jangan buru-buru meminta anak-anak untuk menghitung akar 24 = …..

Karena akar 24 jelas bukan bilangan bulat. Bahkan bukan bilangan pecahan. Tetapi merupakan bilangan irasional.

Paman APIQ menegaskan agar kita selalu sadar himpunan apakah yang sedang kita bahas.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Definisi Matematika Menghitung 0!

Beberapa hari lalu saya menerima email yang isinya singkat dan menarik,

“Mas, tolong bagaimana cara membuktikan bahwa 0! = 1 ?”

Untungya, saya sudah pernah sedikit membahas definisi 0! (0 faktorial) tersebut. Sehingga saya tinggal memberikan link saja.

Paman APIQ berpikir lebih jauh lagi. Definisi itu penting. Bagaimana kita menyikapi definisi lebih penting lagi.

Dalam matematika kita mengenal beberapa istilah penting seperti definisi, aksioma, dan teorema.

Paman APIQ menyarankan agar kita dapat membedakan hal penting di atas dan memanfaatkannya dengan tepat. Meski sayangnya banyak guru dan penulis buku yang tidak memanfaatkan hal di atas dengan baik.

Misal dalam buku SD, sering muncul soal:

4 x 2 = ……………………………….. = …….

Baik, hasil akhir dari soal di atas adalah 8.
Tetapi prosesnya?

4 x 2 = 4 + 4 = 8 atau
4 x 2 = 2 + 2 + 2 + 2 = 8 ?

Proses perhitungannya adalah masalah definisi. Paman APIQ menyarankan agar kita membenarkan dua proses perhitungan di atas.

Mari kembali kepada definisi, aksioma, dan teorema.

Definisi adalah pernyataan yang memperjelas suatu hal. Definisi mirip dengan makna atau arti. Definisi juga berperan membatasi suatu makna. Dalam matematika – modern – definisi terus berkembang sesuai kebutuhan.

Karena itu, definisi perlu kita pahami bukan harus kita buktikan. Definisi suatu hal juga boleh tidak tunggal. Masing-masing dapat mendefinisikan sesuatu agar lebih berguna.

0! = 1 adalah definisi.

Maka kita perlu memahaminya.

Ada banyak definisi tentang faktorial. Salah satunya, untuk n bilangan asli,

n! = n (n-1)! ; n >=1 dan
n! = 1 ; n = 0

Mari kita ikuti definisi ini.
1! = 1.(0!) = 1
2! = 2.(1!) = 2
3! = 3.(2!) = 6
4! = 4.(3!) = 4.6 = 24
dan seterusnya…

Dengan definisi 0! = 1 hal ini konsisten dengan perhitungan-perhitungan selanjutnya. Seandainya seseorang mendefinisikan 0! = 0 maka tidak akan konsisten dengan perhitungan di atas. Dan orang tersebut perlu menunjukkan apa manfaat dari definisi 0! = 0.

Sedangkan definisi 0! = 1 jelas bermanfaat untuk menghitung permutasi atau kombinasi misalnya.

Permutasi 5 dari 5 adalah,

5!/(5-5)! = 5!/0! = 5!/1 = 5.4.3.2 = 120.

Jadi, definisi perlu kita pahami. Perlu kita ketahui maksud dan gunanya. Tidak perlu kita buktikan – dan sebaiknya tidak usah dijadikan soal latihan matematika. Kita juga perlu menerima beragam definisi yang berbeda-beda.

Apakah aksioma itu?

Aksioma adalah pernyataan yang dianggap sudah jelas atau terbukti dengan sendirinya. Aksioma sudah dianggap benar. Misalnya setiap persegi memiliki 2 pasang sisi yang sejajar. Kerangka kubus memiliki 12 rusuk dan seterusnya.

Apakah aksioma perlu dibuktikan?

Ya. Perlu dibuktikan. Tetapi pembuktiannya sangat mudah. Tampak jelas di depan mata. Jadi tidak perlu dipermasalahka lagi.

Tidak. Tidak perlu dibuktikan. Toh sudah jelas!

Ada juga aksioma yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya tetapi penting. Aksioma tersebut kita sebut dengan postulat.

Postulat yang sangat terkenal adalah postulat Einstein yang menyatakan kecepatan maksimum adalah kecepatan cahaya = c.

Dalam logika matematika, kita juga mengenal premis sebagai pernyataan yang dianggap sudah jelas benar (atau salahnya).

Terakhir, apakah teorema itu?

Teorema adalah suatu pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Teorema yang sangat terkenal adalah teorema Pythagoras untuk segitiga siku-siku.

a^2 + b^2 = c^2

Apakah perlu dibuktikan kebenaran dari suatu teorema?

Ya. Perlu. Bahkan pembuktian teorema dapat menjadi latihan yang sangat menarik dan bermanfaat.

Siswa-siswa APIQ dapat membuktikan kebenaran teorema Pythagoras dengan permainan-permainan matematika kreatif seperti mino milenium atau kubus milenium.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)