Saya pikir apakah ini peluang bisnis baru?
Pengalaman ini berasal dari Al kecil, usia 4 tahun.
Waktu itu hari Jumat. Al bersama ayahnya sholat di masjid. Ayah memberi selembar uang kertas kepada Al untuk dimasukkan ke kotak amal di Masjid. Biasanya kotak amal diputar ketika sedang khotbah berlangsung. Tetapi entah mengapa waktu itu tidak ada kotak amal yang mendekat ke Al.
Seusai sholat, Al dan ayahnya mencari kotak amal.
“Masukkan uangnya ke kotak itu Al.”
“Siap Bos!” jawab Al.
“Itu tadi, kita ngapain Ayah?” tanya Al.
“Itu tadi nama kita beramal sodakoh,” jawab ayah Al.
“Oh… kirain menabung!” sahut Al.
“O ya, itu memang juga menabung,” kata ayah.
“Menabung bagaimana?” tanya Al.
“Menabung pahala untuk di akhirat.”
“Kalau itu namanya membeli,” seru Al.
“Maksudmu…?”
“Iya… Allah itu punya pahala banyak. Kita membeli pahala. Nanti Allah memberi kita pahala. Makin banyak membeli maka kita akan mempunyai makin banyak pahala,” Al menjelaskan.
Tampaknya, bagi Al kecil, usia 4 tahun, ada juga bisnis jual-beli pahala.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)