Arsip Tag: bisnis

Bisnis Jual Beli Pahala

Saya pikir apakah ini peluang bisnis baru?

Pengalaman ini berasal dari Al kecil, usia 4 tahun.

Waktu itu hari Jumat. Al bersama ayahnya sholat di masjid. Ayah memberi selembar uang kertas kepada Al untuk dimasukkan ke kotak amal di Masjid. Biasanya kotak amal diputar ketika sedang khotbah berlangsung. Tetapi entah mengapa waktu itu tidak ada kotak amal yang mendekat ke Al.

Seusai sholat, Al dan ayahnya mencari kotak amal.

“Masukkan uangnya ke kotak itu Al.”
“Siap Bos!” jawab Al.

“Itu tadi, kita ngapain Ayah?” tanya Al.
“Itu tadi nama kita beramal sodakoh,” jawab ayah Al.

“Oh… kirain menabung!” sahut Al.
“O ya, itu memang juga menabung,” kata ayah.

“Menabung bagaimana?” tanya Al.
“Menabung pahala untuk di akhirat.”
“Kalau itu namanya membeli,” seru Al.
“Maksudmu…?”

“Iya… Allah itu punya pahala banyak. Kita membeli pahala. Nanti Allah memberi kita pahala. Makin banyak membeli maka kita akan mempunyai makin banyak pahala,” Al menjelaskan.

Tampaknya, bagi Al kecil, usia 4 tahun, ada juga bisnis jual-beli pahala.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

More Sharing More Empowering: Laut Luas

Great sharing great empowering.
Good sharing good empowering.
More sharing more empowering.

itunes likes
itunes knowledge

Empowering by Power9.

Fokus APIQ dan Open Mind

APIQ berfokus kepada Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif. Ketika APIQ sudah menetapkan fokus, di dalam fokus itu sendiri ternyata sangat luas, dalam, dan beragam.

APIQ memilih fokus kepada matematika kreatif level anak usia dini (PAUD) sampai siswa SMA plus pre-university. Untuk level anak usia dini APIQ telah melakukan berbagai inovasi seperti Onde Milenium, Ular Angka, Kartu Milenium, Dadu Milenium. Sedangkan untuk inovasi di tingkat yang lebih tinggi, APIQ banyak berinovasi di aritmetika cepat seperti perkalian cepat teknik bintang, pangkat dan akar 2, pangkat dan akar 3. Sedangkan untuk level siswa yang lebih matang APIQ banyak berinovasi di bidang geometri dan aljabar seperti hitung kilat segitiga pythagoras (phytagoras), aljabat 3 variabel, deret, dan lain-lain.

APIQ tidak pernah merasa cukup berinovasi. APIQ terus menerobos berinovasi pada bidang matematika kreatif.

Ketika kami berfokus kepada matematika kreatif, bagaimana dengan sikap open mind? Berpikiran terbuka?

Bagaimana pun kami memiliki pemikiran-pemikiran yang melampaui matematika kreatif.

1. Mengapa tidak mengembangkan metode mind map (peta pikiran) yang sudah kita mulai sejak tahun 2000 dan sudah kita terbitkan pada buku Quantum Quotient?

2. Mengapa tidak mengembangkan teknik memori quantum yang kaya dengan local content sebagaimana juga sudah tertulis pada buku Quantum Quotient?

3. Mengapa tidak mengembangkan teknik speed reading yang lagi-lagi juga sudah terrumuskan pada buku Quantum Quotient?

4. Mengapa tidak mengembangkan kecerdasan secara utuh, holistik, sebagaimana formula buku SEPIA?

5. Mengapa tidak mengembangkan bimbingan belajar untuk berbagai macam pelajaran sekolah?

6. Mengapa tidak mengembangkan bisnis dengan model MLM melalui internet?

7. Mengapa…mengapa…mengapa…?

Saya sendiri tetap ingin fokus. Di saat yang sama saya ingin tetap open mind, berpikiran terbuka.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Pengusaha Sukses Memulai Karirnya sebagai Seorang Sales (Wiraniaga)

Suka atau tidak, nyaman atau tidak, setuju atau tidak, ini lah kenyataan yang paling umum terjadi: Pengusaha (pebisnis) yang sukses selalu memulai karirnya sebagai seorang sales (wiraniaga).

Tentu saja, bila kita memiliki modal yang besar maka kita bisa saja merekrut tim sales (penjualan) ketika awal membangun bisnis. Tetapi strategi ini sangat berisiko.

Thomas Watson pendiri IBM adalah seorang sales handal.
Ray Kroc pendiri Mc Donald juga wiraniaga yang ampuh.
Begitu juga dengan pengusaha-pengusaha sukses Indonesia. Mereka mengawali karirnya dari seorang penjual, sales.

Saya sendiri di APIQ, juga menempatkan diri sebagai seorang sales wiraniaga. Di mana pun, kapan pun ada kesempatan, saya selalu menawarkan APIQ kepada orang yang saya temui. Saya menawarkan APIQ agar anaknya mendaftar ke APIQ. Saya menawarkan agar mereka membeli produk APIQ: Buku APIQ, Kartu APIQ, atau mainan APIQ. Saya menawarkan agar mereka bekerja sama membeli franchise APIQ. Dan lain-lain.

Jadi berhati-hatilah bila bertemu saya…saya akan menjual produk APIQ kepada Anda.

Bagaimana agar menjadi sales, wiraniaga, tenaga penjual yang baik?

Menurut Brian Tracy, ada empat tahap dalam proses selling:

1. Membangun trust, kepercayaan, sebagai dasar relationship.
2. Mengenali need, kebutuhan, calon prospek.
3. Menyiapkan dan menyampaikan presentasi.
4. Closing, menutup penjualan dengan sukses.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Rekomendasi Bisnsis Frachise APIQ

Saat ini saya merekomendasikan Anda yang berminat memiliki bisnis untuk mengambil kesempatan bisnis franchise.

Banyak kelebihan bisnis franchise – tentu juga ada kelemahannya. Tetapi keunggulan bisnis franchise lebih besar dibanding kelemahannya. Makanya APIQ lebih cenderung mengembangkan sistem kerja sama franchise.

Saya pernah membaca data bahwa tingkat kegagalan bisnis konvensional adalah 80% : 20%.

Dari 100 bisnis yang dirintis, 80 di antaranya gulung tikar.

Sedangkan tingkat kegagalan franchise adalah 20% : 80%.

Dari 100 bisnis franchise yang dirintis, 20 di antaranya gulung tikar.

Tentu Anda dapat mengambil posisi sebagai franchisor (seperti saya di APIQ). Atau Anda juga mengambil posisi sebagai franchisee (seperti mitra APIQ di beberapa cabang).

Mari berbisnis…
Mari berwirausaha…
Mari menciptakan lapangan kerja…

Salam hangat,
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Inovasi dalam 3 Dimensi

1. Inovasi produk atau jasa. APIQ berinovasi melahirkan produk-produk dan jasa baru dalam kategori pemebelajaran matematika kreatif.

2. Inovasi market. APIQ berinovasi mendekati market-market baru. Mendekati market untuk anak-anak usia dini, anak usia sekolah, anak usia pre-university. Bahkan APIQ juga mengembangkan APIQ untuk orang dewasa.

3. Inovasi model bisnis. APIQ mengembangkan model bisnis kerja sama win/win. Bahkan mitra hanya perlu modal awal yang sangat kecil untuk memulai bisnis APIQ, nyaris mendekati 0 rupiah.

Bagaimana dengan Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Silaturahmi Keluarga Besar APIQ

Dengan hormat, kami mengundang Bapak, Ibu, dan teman-teman sekalian untuk menghadiri acara SILATURAHMI KELUARGA BESAR APIQ yang akan berlangsung pada

hari minggu, 28 Desember 2008

10.00 – 11.30 wib

di Cafe Daun Pisang, jalan Setiabudi Bandung (dekat Borma dan BCA Setiabudi).

Susunan acara:

10.00 – 10.30 : Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif APIQ

10.30 – 11.00 : Inovasi Permainan matematika Kreatif APIQ

11.00 – 11.30 : Diskusi santai

11.30 – ……..  : Makan siang dan ramah tamah.

Bagi teman-teman yang berminat mendapatkan undangan acara ini, silakan hubungi saya melalui email:

quantumyes@yahoo.com

Terima kasih atas kerja samanya.

Salam hangat…

(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Middle Management Sebagai Sumber Kompleksitas

Banyak sekali masalah yang dihadapi oleh organisasi. Semakin besar ukuran organisasi maka akan semakin besar potensi masalah yang akan muncul. Dari masalah finansial, marketing, kualitas, kepuasan pelanggan, kepuasan karyawan, dan lain-lain.

Penelitian mendalam melahirkan berbagai pendekatan untuk mengenali dan mengatasi masalah tersebut di atas. Saya menemukan sebuah buku yang telah menyusun formula berupa rumus matematika. Dari rumus ini kita dapat melihat berbagai sumber yang menimbulkan masalah. Di antaranya adalah produk cacat, keterlambatan, kompleksitas, kesalahan dan lain-lain.

Yang jelas banyak sekali sumber masalah. Tetapi ada yang menjadi biang kerok dari berbagai sumber masalah. Biang kerok ini yang melahirkan berbagai macam sumber masalah lain. Yang pada gilirannya sumber masalah tersebut memunculkan masalah yang sebenarnya.

Biang kerok sumber masalah tersebut adalah kompleksitas.

Semakin kompleks manajemen Anda maka akan semakin rentan dengan munculnya masalah. Semakin kompleks proses bisnis Anda maka rentan terjadi kesalahan. Semakin kompleks layanan Anda maka akan semakin berpotensi mengecewakan pelanggan.

Dari sisi management, sumber dari kompleksitas adalah middle management (manajemen menengah). Seharusnya middle management adalah jembatan penghubung antara top management dengan pelaksana tetapi sering terjadi malah sebagai penghalang.

Wajar jika bapak manajemen modern Peter Drucker pernah menyarankan:

bila middle management Anda pergi – entah karena pensiun, mengundurkan diri, dipecat, atau mati – maka jangan buru-buru mencari penggantinya. Tetapi cobalah menjalankan perusahaan itu tanpa mengisi kursi kosong itu dengan pengganti. Bila perusahaan menjadi lebih baik maka memang sebaiknya tidak perlu middle management tersebut.

Bagi saya, ini adalah pesan untuk mengurangi kompleksitas di sisi middle management.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…

(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

The Apple Way: Jatuh Bangun Steve Jobs

Membaca buku The Apple Way membuat jantung berdegup. Berbeda dengan buku-buku yang lain semisal Toyota Way, Google Success Story, atau Nokia, The Apple Way menampilkan perusahaan Apple yang mungkin bakal sukses tapi mungkin juga bakal ambruk.

Kita juga menyaksikan bagaimana jatuh bangunnya Steve Jobs. Terusirnya dia dari Apple. Kemudian kembali lagi bergabung dengan Apple.

Meski terdapat salah ketik di sana-sini, buku ini, The Apple Way bahasa Indonesia, masih bagus untuk kita pelajari.

Kursus Matematika Kreatif APIQ: Bisnis yang Mulai Bertunas

Bagi saya, bisnis adalah dunia baru. Sebuah tantangan yang menarik. Hanya sedikit pengalaman saya di dunia bisnis. Untungnya saya mempunyai banyak teman yang terus membantu saya dalam bisnis. Terima kasih untuk kalian teman-teman yang selalu mendukung kami.

APIQ Bawean 2 adalah cabang pertama dari APIQ yang bermarkas di Picung Bandung.

Mulai beroperasi, APIQ Bawean 2, efektif awal Juni 2008.

Target bulan pertama, tercapai 80%. (lumayan, awal yang bagus).

Target bulan kedua, tercapai 130%. (terlampaui dari target aslinya, syukur)

Secara kumulatif target selama dua bulan tercapai sebesar 105%. Melebihi target yang saya perkirakan. Salut untuk tim APIQ Bawean 2.

Bila trend seperti di atas mampu bertahan beberapa bulan ke depan, maka:

APIQ Bawean 2 akan mencapai BEP (Break Event Point) pada bulan ke-3. Cashflow menjadi positif setelah beroperasi efektif 3 bulan.

ROI (Return on Investment), balik investasi akan dicapai APIQ Bawean 2 pada bulan ke-8 setelah operasi. Saya sendiri memasang target ROI sedikit lebih konvensional, yaitu di bulan ke-12. Jika memang dapat kita capai lebih cepat, mengapa tidak?

Perolehan siswa, kini, sudah mulai banyak dari mulut ke mulut – word of mouth. Marketing tipe ini memang yang menjadi andalan utama APIQ sejak dari pengalaman pusat Picung. Terima kasih kepada para orang tua siswa dan para siswa yang dengan sukarela mengajak rekan-rekannya untuk bergabung dengan APIQ.

Sebelumnya, siswa memperoleh informasi APIQ dari internet, brosur, dan koran.

Dengan perjuangan yang sungguh-sungguh, semoga APIQ dapat memberi manfaat yang besar bagi pendidikan Indonesia dan dunia.

Anda juga dapat membantu kami bekerja sama untuk mengembangkan APIQ. Dengan senang hati, kami menerimanya.

Salam hangat…

(angger; agus Nggermanto: pendiri APIQ)