Arsip Kategori: UN

Mengenali Pola Latihan UN SMP Kreatif

Mengenali pola adalah salah satu keterampilan penting untuk menjadi kreatif. Paman APIQ senang dengan kurikulum matematika SMP yang memasukkan mengenali pola sebagai salah satu bahan ajar. Bahkan mengenali pola masuk juga dalam salah satu materi yang diujikan dalam UN SMP.

Mari berlatih UN SMP untuk 2011. Bersiaplah…!

7. Dua suku berikutnya dari barisan bilangan 50, 45, 39, 32, … adalah …

A. 24, 15
B. 24, 16
C. 25, 17
D. 25, 18

Jawab:
32 – 8 = 24
24 – 9 = 15

Catatan: Lagi-lagi ini adalah mengenali pola. Jadi silakan menebak-nebak untuk mengenali pola.

Untuk contoh di atas, setiap bilangan selalu berkurang. Banyaknya pengurangan adalah,

5, 6, 7, … … …

Jadi suku berikutnya berkurang 8, lalu berkurang 9.

Kita juga dapat berlatih lagi dengan menentukan suku-suku berikutnya dari barisan-barisan:

5, 8, 13, 20, 29, …

1, 6, 16, 31, 51, …

Yang berikut ini sering muncul dalam mengenali pola. Tetapi tampak seperti acak meski berpola.

1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, …

2, 4, 6, 10, 16, 26, ….

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Persiapan UN – UASBN SD 2011: Perkalian Bilangan Negatif

Paman APIQ mengajak kita berlatih persiapan UASBN SD. Semakin banyak berlatih maka akan semakin mahir. Ayo…berlatih.

3. Hasil dari –9 × [25 + (–23)] = …..
A. 432
B. 18
C. –18
D. –432

Jawab:

-9 x [2] = -18 (Selesai).

Catatan: Selesaikan yang di dalam kurung lebih dulu.

25 + (-23) = 25 – 23 = 2

Kita dapat membayangkan seperti berjalan di atas garis bilangan.

25 bermakna berjalan ke kanan 25 langkah

+ (-23) bermakna dilanjutkan berjalan ke kiri 23 langkah

= 2 bermakna hasil akhir adalah 2 langkah sebelah kanan.

Selanjutnya,

-9 x 2 = -18

Negatif x positif = negatif
(Arah ke kiri x dilanjutkan = tetap ke kiri)

Negatif x negatif = positif
(Arah ke kiri x dibalik = arah ke kanan)

Bagi anak-anak yang sering menjadi pertanyaan adalah mengapa negatif x negatif justru hasilnya positif?

Bukan hanya anak-anak, bahkan orang dewasa pun juga sering bertanya-tanya. Sebagai guru, kita tidak mudah menjelaskannya.

Seorang teman pernah mengatakan tidak setuju bahwa negatif kali negatif hasilnya positif. Dia mengibaratkan, berhutang adalah negatif. Kalikan berulang-ulang terus. Berhutanglah terus. Masa jadi positif? Mestinya tetap negatif kan?

Matematika memang menarik. Bagaimana pun negatif kali negatif memang positif. Berbeda dengan negatif tambah negatif, memang semakin negatif.

Permainan mino milenium dan mutiara milenium dari APIQ dapat kita manfaatkan untuk menjelaskan mengapa negatif kali negatif adalah positif.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Bocoran Kunci Jawaban UN UASBN 2011 Semakin Banyak Dicari

Rencananya, UN 2011 akan diselenggarakan mulai 18 April. Tetapi beberapa hari terakhir ini sudah banyak yang mencari “bocoran kunci jawaban UN 2011″. Apa maksudnya?

Memang weblog ini telah banyak membahas tentang bocoran kunci jawaban UN dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan weblog ini juga telah membahas banyak tentang jawaban UN dari tahun-tahun sebelumnya.

Saya sendiri masih yakin bahwa UN 2011 pasti akan bocor. Mengapa?

1. Melihat data statistik yang cukup tinggi pada blog saya ini maka para peminat bocoran UN 2011 ini tampaknya tidak mudah untuk menyerah. Dan melihat beberapa kondisi nyata di sekolah maka semakin besar peluang bocoran UN 2011 ini terjadi dan tersebar.

2. Berdasar teori konspirasi, bocornya UN 2011 tidak ada pihak yang dirugikan maka peluang terjadinya bocor UN 2011 sangat besar. Bila bocor maka nilai UN siswa menjadi tinggi. Siswa senang, orang tua senang, guru senang, sekolah senang, diknas senang, menteri senang, presiden pun senang. Siapa yang rugi? Tidak ada! (Kecuali hati kecil, nurani, yang tersenbunyi).

3. Berdasar teori security (keamanan) semakin panjang jalur maka semakin sulit mengamankan kebocoran. Dan jalur UN 2011 sangatlah panjang. Dari para pembuat soal, proses pembuatan soal, proses percetakan, distribusi bahan soft copy dan hard copy, penyimpanan, pelaksanaan UN, penjaga UN, dan lain-lain. Jadi sangat banyak sekali titik rawan bocornya UN.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat,
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

900 Kecurangan di UN 2010, Termasuk Bocoran: Bagaimana UN 2011?

Mau log in ke yahoo… e ada berita:

Ditemukan 900 Kecurangan di UN 2010

Liputan6.com, Bandung: Kementerian Pendidikan Nasional RI menemukan 900 temuan kecurangan selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP) 2010. Sekitar 200 di antaranya adalah temuan mengenai bocoran kunci jawaban.

Silakan baca selengkapnya di yahoo.

Bagaimana menurut Anda?
Bagaimana dengan UN 2011?

Saya telah lama menuliskan peringatan keras tentang hal ini.

Bocoran Kunci Jawaban UN 2010 Paling Banyak Dicari

Kunci jawaban UN 2010 adalah kata kunci yang paling banyak dicari. Beberapa hari atau pekan terakhir ini “kunci jawaban UN 2010″ menempati posisi paling tinggi dalam blogku.

Apa arti semua ini?

Pertama saya bersyukur karena masih banyak orang yang bertanggung jawab di negeri ini. Para siswa, guru, dan siapa pun yang mencari kunci jawaban UN melelui internet adalah orang-orang yang bertanggung jawab. Mereka ingin para siswa lulus UN 2010 dengan baik.

Kedua saya prihatin karena bocoran kunci jawaban UN 2010 tidak disahkan secara formal. Bahkan beberapa pihak menanyakan halal-haramnya bocoran kunci jawaban UN. Saya sendiri telah lama mengusulkan agar disusun skenario besar untuk membocorkan UN secara sah.

Ketiga saya prihatin dengan wajarnya kecurangan. Karena kondisi yang menghimpit beberapa pihak terpaksa mengambil langkah curang. Asal tidak tertangkap maka tindakan curang dapat dimaklumi. Ini adalah kerugian terbesar kita di bidang pendidikan.

Saya sendiri yakin bahwa bocoran UN 2010 tidak harus identik dengan curang atau haram. Bocoran UN 2010 dapat saja adil, halal, dan disahkan secara formal. Hal itu bergantung bagaimana kita mendesainnya.

Sementara ini saya masih prihatin bahwa bocoran UN didekatkan dengan kasus pidana. Mestinya kita banyak belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalu.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Sulap UN 2010: Latihan Soal dan Kunci Jawaban

Permainan sulap matematika dapat kita gunakan untuk membantu anak kita lulus UN (uan) 2010 SD, SMP, atau SMA.

Tentu asyik kan bermain sulap angka sekaligus membuat kita lulus UN?

Anda siap?

Soal latihan berikut berhubungan dengan fungsi dalam pelajaran matematika.

Contoh soal:

1.
f(x) = 5(2x + 2) – 5

maka f(7) = ….

Kunci jawaban dan pembahasan:

Bagi anak SD, seperti Al, Geo, Meti, maka soal di atas adalah soal latihan berhitung atau aritmetika saja.

Pilih angka 7
Kalikan 2 = 14
Tambah 2 = 16
Kali 5 = 80
Kurangi 5 = 75 (Selesai).

Jadi kunci jawaban untuk soal di atas adalah:
f(7) = 75

Tunggu dulu, Al, Geo, Meti akan mengubah soal di atas menjadi sulapan bersama Paman APIQ.

Bagi siswa SMP, soal di atas menjadi soal relasi fungsi.

f(x) = 5(2x+2) – 5
maka
f(7) = 5(2.7 + 2) – 5 = 5.(16) – 5 = 75 (Selesai).

Bagi siswa SMA, soal di atas terasa terlalu mudah. Soal UN SMA akan sedikit lebih rumit karena memanfaatkan komposisi dan invers fungsi.

Contoh soal:

2.

f(x) = 5(2x+2) – 5
Jika f(p) = 95 maka p = ….

Kunci jawaban dan pembahasan.

Nah ini dia… sepadan untuk anak SMA.

Umumnya, anak SMA akan mencari fungsi inversnya:

y = 5(2x + 2) – 5
y + 5 = 5(2x + 2)
(y + 5)/5 = 2x + 2
(y + 5)/5 – 2 = 2x

x = 1/2 [(y+5)/5 - 2]

Atau dapat kita sederhanakan:

x = (y+5)/10 – 1

f(p) = 95 maka

x = (95 + 5)/10 – 1
= 10 – 1 = 9

Jadi, p = 9 (Selesai).

Sekarang saatnya kita bermain sulap matematika.

“Paman APIQ, tolong bayangkan sebuah bilangan,” kata Geo yang didampingi Al dan Meti.
“Ya. Sudah,” jawab Paman APIQ.

“Kalikan 2.”
“Sudah.”

“Tambahkan 2.”
“Sudah.”

“Kalikan 5″
“Sudah.”

“Kurangi 5.”
“Sudah.”

“Berapa hasil akhirnya?” tanya Geo.
“95,” kata Paman APIQ.

“Paman APIQ pasti membayangkan angka 9 kan…?” kata Geo.
“Betul, hebat kamu!” seru Paman APIQ.

Bagaimana caranya?
“Cukup lihat puluhannya saja,” kata Al, Geo, Meti.

Mari kita coba dengan memilih angka 7.

Kalikan 2 = 14
Tambahkan 2 = 16
Kalikan 5 = 80
Kurangi 5 = 75

Puluhannya adalah 7. (Selesai).

Bagaimana bila kita memilih angka 21?

Kalikan 2 = 42
Tambahkan 2 = 44
Kalikan 5 = 220
Kurangi 5 = 215 (Selesai).

Tampak jelaskan?

Semoga sukses untuk kita semua…

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

UN 2010: Apakah Anda Siap? (Contoh Soal Latihan dan Kunci Jawaban)

Siap…..!!!

Begitulah jawaban seharusnya.

Apapun yang akan terjadi, bagi Anda yang duduk di kelas 6, 9, dan 12 harus siap UN. Orang lain boleh pro kontra terhadap UN. Tetapi siswa yang harus berhadapan dengan UN harus mempersiapkan diri.

Semoga sukses untuk kita semua!

Berikut ini sekedar contoh soal latihan UN 2010 matematika SMP (mungkin juga bisa untuk SMA) beserta kunci jawaban pembahasan.

Soal:
1. Dari 18 peserta tes matematika, nilai rata-rata 65. Setelah nilai 2 orang yang ikut susulan dimasukkan, nilai rata-ratanya menjadi 67. Nilai rata-rata kedua anak itu adalah ….

A. 69
B. 85
C. 90
D. 95

Pembahasan.

Cara umum yang dipakai adalah:
total nilai = rata-rata x anggota

Total nilai dari 18 peserta adalah:
T(18) = 65×18
= 130×9 = 1170

Total nilai dari 20 peserta adalah:
T(20) = 67×20
= 1340

Penambahan nilai yang disebabkan 2 peserta susulan adalah:
T(2) = T(20) – T(18)
= 1340 – 1170
= 170

Rata-rata dari 2 peserta adalah:

x = T(2)/2
= 170/2
= 85 (Selesai)

Kunci jawaban: B. 85

Adakah cara lain?
“Pasti ada,” sahut Paman APIQ.

Matematika kreatif APIQ selalu menganjurkan banyak cara untuk melihat dan menyelesaikan suatu persoalan. Mempunyai banyak cara pandang adalah salah satu tanda orang kreatif.

Apakah Anda kreatif?
Mari makin kreatif bersama APIQ!

Berikut ini alternatif pembahasannya.

Bila kita memahami inti ceritanya, maka soal di atas dapat kita selesaikan hanya dengan imajinasi kreatif kita saja. Tanpa harus menghitung di atas kertas.

Misal 2 peserta susulan adalah Meti dan Al. Nilai rata-rata bersama 18 siswa menjadi naik 2 poin dari 65 menjadi 67.

Meti menyumbang 2 poin kepada 9 siswa, total menyumbang 18 poin. (Begitu juga Al, menyumbang 18 poin.)

Jadi nilai asli Meti adalah 18 + 67 = 85 (Selesai).

Bagaimana menurut Anda?
Semoga sukses selalu bersama kita…!

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

UN 2010, Unas 2010: Tolak, Haram, Bocor

Akhir pekan kemarin, harian terbesar di Jawa Barat meliput demo besar-besaran menolak UN 2010. Bahkan peserta demo membawa poster “haramkan UN 2010″. Sementara itu bocoran UN 2010 sangat sulit ditolak peluang terjadinya.

Saat itu saya justru di Jawa Timur membaca liputan harian terbesar di Jatim. Mendiknas menyatakan tidak benar bila UN sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa.

Memang dari tahun ke tahun para pejabat kita menyatakan bahwa UN bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa. Ini jawaban yang sulit diterima bagi para penuntut yang meminta agar UN jangan dijadikan satu-satunya penentu kelulusan siswa.

Karena kali ini yang berbicara adalah Mendiknas M Nuh maka saya tergoda untuk sedikit membahasnya dengan logika matematika.

Mendiknas menyatakan bahwa UN bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa. Siswa lulus dengan syarat:

1. Menyelesaikan proses pembelajaran di sekolah.
2. Berakhlak, bermoral, berbudi pekerti.
3. Lulus ujian sekolah.
4. Lulus ujian nasional: UN/unas.

Di antara 4 poin penentu kelulusan di atas, apa logika penghubungnya?
Apakah logika penghubungnya adalah AND?
Apakah logika penghubungnya adalah OR?

Misal, logika penghubung adalah AND (DAN).

Maksudnya, untuk lulus sekolah, siswa harus lulus syarat 1 AND syarat 2 AND syarat 3 AND syarat 4.

Jadi 4 syarat di atas harus lulus semua. Bila ada salah satu syarat yang tidak lulus maka siswa tersebut juga tidak lulus sekolah.

Dalam situasi seperti ini memang tampak benar bahwa UN bukan satu-satunya penentu kelulusan. Tetapi lebih benar lagi bahwa UN sangat sangat sangat satu-satunya penentu kelulusan.

Ini merupakan jawaban yang absurd menanggapi para penuntut.

Misal logika penghubung adalah OR (ATAU).

Maksudnya, siswa dapat lulus sekolah dengan memenuhi syarat 1 OR syarat 2 OR syarat 3 OR syarat 4.

Bila ada salah satu dari syarat di atas lulus maka siswa tersebut lulus sekolah. Tentu bila lulus lebih dari satu syarat maka siswa juga lulus.

Dalam situasi seperti ini memang benar pernyataan bahwa UN bukan satu-satunya penentu kelulusan. Lebih benar lagi pernyataan ada 4 alternatif untuk lulus sekolah. Salah satunya melalui UN.

Ini adalah jawaban yang logis, masuk akal, dan tidak absurd bagi para penuntut.

Mari kita tegaskan lagi, dari 4 syarat untuk lulus sekolah, apakah logika penghubungnya adalah AND atau OR?

Kita berharap para pejabat kita tidak memilih situasi absurd. Tetapi kita lebih yakin bahwa para pejabat kita memiliki logika yang baik.

Bagaimana menurut Anda?

Salam…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Dilema UN 2010, Bocoran, dan Mendiknas yang Bodoh

UN 2010 tetap menghadirkan pro kontra. Kabarnya, jadwal UN dimajukan menjadi Maret 2010, makin ramai saja.

Keputusan pengadilan yang memenangkan penggugat (siswa dan orang tua) atas ketidakadilan penyelenggaraan UN pun tampaknya tidak mendapat cukup pertimbangan.

Gosip dan realitas di depan mata bahwa UN bocor tahun demi tahun juga tak dihiraukan. Saya telah menulis berkali-kali bahwa dari beragam sudut pandang, UN pasti bocor, tidak mungkin mengamankan UN 100%. Bahkan tahun 2009 kemarin, dikabarkan, UN sempat bocor 100%. Tentu pihak berwenang buru-buru menyangkalnya.

Mengapa tampak begitu semrawut dunia pendidikan kita?
Apakah karena kita memiliki Mendiknas, Menteri Pendidikan Nasional, yang bodoh?

Mendiknas kita saat ini adalah M Nuh. Sebelumnya adalah Bambang S. Apakah Mendiknas kita bodoh?

Justru di situ masalahnya!

Saya yakin Mendiknas kita adalah orang cerdas. Karena itu mereka menganggap UN itu mudah bagi setiap orang. Hanya orang bodoh saja yang tidak lulus UN. Masa meraih nilai 6 saja tidak mampu? Pantaslah anak-anak bodoh itu diganjar tidak lulus sekolah.

Saya juga yakin anak-anak kita juga tidak bodoh. Mungkin mereka tidak berbakat menyelesaikan soal-soal UN. Tetapi mereka cerdas dalam seni, olah raga, teknologi dan lain-lain.

Seandainya kita memiliki Mendiknas yang bodoh, mungkin akan lain persoalannya.

Bagaimana menurut Anda?
Salam…

100% Bocoran UN 2009, Bagaimana UN 2010?

Para pejabat yang berwenang membantah bahwa ada bocoran UN 2009 yang 100% benar.

Tetapi di handphone para siswa peserta UN 2009 beredar bocoran kunci jawaban UN 2009 yang 100% benar. Bocoran kunci UN ini beredar bebas melalui sms dan media lainnya. Para siswa menerima bocoran kunci ini sesaat sebelum UN atau kadang ketika UN berlangsung.

Siapa yang rugi dengan bocoran UN?

Pihak berwenang berikukuh menyatakan bahwa UN tidak bocor. “Ayo, buktikan…kalau memang ada bocoran UN!” kata salah satu pejabat penting.

Tentu saja tidak akan ada yang mau membuktikan kebocoran UN. Apa untungnya? Paling malah akan berurusan dengan pihak berwajib.

Mari kita sedikit berlatih matematika peluang (probabilitas) untuk menunjukkan bahwa UN 2009 itu bocor atau tidak.

Seperti kita tahu, bentuk soal UN 2009 dan sebelumnya adalah pilihan ganda. Setiap soal akan memiliki 5 pilihan jawaban: A, B, C, D, E. Salah satu dari pilihan jawaban itu adalah benar dan 4 pilihan yang lain adalah salah.

Misal seorang siswa dengan brutal, tanpa membaca soal, memilih jawaban A untuk nomor 1. Berapa peluang jawabannya benar?

Peluang jawaban benar adalah 1 dari 5 atau 1/5 = 20%.

Misal seseorang menyebar kunci jawaban UN bahwa nomor 1 adalah A. Dan ternyata memang benar jawaban yang tepat adalah A. Dapatkah kita mengatakan bahwa UN telah bocor?

Tidak. UN tidak dapat dikatakan bocor dalam kasus ini. Karena peluang “kebetulan” cukup besar yaitu 1/5 = 20%.

Bagaimana dengan peluang 2 soal bocoran benar UN benar?

1/5 x 1/5 = 1/25 = 4%

Hmmm….semakin kecil peluang “kebetulan” = 4%.

Bagaimana dengan peluang 3 soal bocoran benar?

1/5 x 1/5 x 1/5 = 1/125 = 0,8%.

Semakin kecil lagi peluang “kebetulan” = 0,8%.

Apa artinya?

Jika soal UN 2009 tidak bocor maka seseorang hanya memiliki peluang 0,8% untuk mendapatkan bocoran kunci jawaban dengan benar 3 butir soal.

Atau mari kita sedikit ubah istilah-istilah kita.

Peluang “kebetulan” = peluang “tidak bocor”

Peluang “tidak bocor” = 0,8%
maka
peluang “bocor” = 100% – 0,8% = 99,2%

Jadi peluang bahwa UN 2009 bocor itu sangat besar = 99,2%.

Itu tadi dengan asumsi bahwa hanya ada bocoran kunci dengan 3 soal yang benar.

Bagaimana dengan 4 butir bocoran soal yang benar?

Bagaimana dengan 40 butir bocoran soal yang benar semua? Hal ini justru yang terjadi di sebuah kota di jawa barat, tersebar bocoran kunci jawaban yang 100% benar, yaitu 40 butir soal.

Berapa peluang “kebetulan”?
Berapa peluang “tidak bocor”?
Berapa peluang “bocor”?

Peluang “kebetulan” = 1/(10 ribu trilyun trilyun) = Peluang “tidak bocor” = 0%.

Peluang “bocor” = 100% – 0% = 100%.

Artinya tidak mungkin seseorang dapat menyebarkan bocoran kunci jawaban UN dengan benar 40 butir soal (100%) bila ia tidak memperoleh bocoran soal sebelumnya. Pasti orang tersebut telah memiliki bocoran soal. Dengan demikian UN pasti bocor!

Bagaimana dengan UN 2010?

Pasti tidak banyak berbeda dengan UN 2009 kan?
Jadi, pasti bocor lagi kan?

Saya telah banyak memberikan usulan dari tulisan-tulisan saya sebelumnya bagaimana menangani bocoran UN ini. Semoga pihak yang berwenang telah mempelajarinya.

Tetapi jangan khawatir dengan UN 2010. Kita belum tahu siapa pemenang pemilu presiden 2009. Siapa tahu yang menang adalah orang lain. Lalu ganti sistem pendidikan Indonesia, tidak ada lagi UN di Indonesia pada tahun 2010.

Nah…kita jadi tidak perlu repot-repot membicarakan bocoran UN kan? Bahkan 2010 mungkin tidak ada UN lagi!

Bagaimana pendapat Anda?

Salam hangat…