Arsip Kategori: un 2010

UN 2010, Unas 2010: Tolak, Haram, Bocor

Akhir pekan kemarin, harian terbesar di Jawa Barat meliput demo besar-besaran menolak UN 2010. Bahkan peserta demo membawa poster “haramkan UN 2010″. Sementara itu bocoran UN 2010 sangat sulit ditolak peluang terjadinya.

Saat itu saya justru di Jawa Timur membaca liputan harian terbesar di Jatim. Mendiknas menyatakan tidak benar bila UN sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa.

Memang dari tahun ke tahun para pejabat kita menyatakan bahwa UN bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa. Ini jawaban yang sulit diterima bagi para penuntut yang meminta agar UN jangan dijadikan satu-satunya penentu kelulusan siswa.

Karena kali ini yang berbicara adalah Mendiknas M Nuh maka saya tergoda untuk sedikit membahasnya dengan logika matematika.

Mendiknas menyatakan bahwa UN bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa. Siswa lulus dengan syarat:

1. Menyelesaikan proses pembelajaran di sekolah.
2. Berakhlak, bermoral, berbudi pekerti.
3. Lulus ujian sekolah.
4. Lulus ujian nasional: UN/unas.

Di antara 4 poin penentu kelulusan di atas, apa logika penghubungnya?
Apakah logika penghubungnya adalah AND?
Apakah logika penghubungnya adalah OR?

Misal, logika penghubung adalah AND (DAN).

Maksudnya, untuk lulus sekolah, siswa harus lulus syarat 1 AND syarat 2 AND syarat 3 AND syarat 4.

Jadi 4 syarat di atas harus lulus semua. Bila ada salah satu syarat yang tidak lulus maka siswa tersebut juga tidak lulus sekolah.

Dalam situasi seperti ini memang tampak benar bahwa UN bukan satu-satunya penentu kelulusan. Tetapi lebih benar lagi bahwa UN sangat sangat sangat satu-satunya penentu kelulusan.

Ini merupakan jawaban yang absurd menanggapi para penuntut.

Misal logika penghubung adalah OR (ATAU).

Maksudnya, siswa dapat lulus sekolah dengan memenuhi syarat 1 OR syarat 2 OR syarat 3 OR syarat 4.

Bila ada salah satu dari syarat di atas lulus maka siswa tersebut lulus sekolah. Tentu bila lulus lebih dari satu syarat maka siswa juga lulus.

Dalam situasi seperti ini memang benar pernyataan bahwa UN bukan satu-satunya penentu kelulusan. Lebih benar lagi pernyataan ada 4 alternatif untuk lulus sekolah. Salah satunya melalui UN.

Ini adalah jawaban yang logis, masuk akal, dan tidak absurd bagi para penuntut.

Mari kita tegaskan lagi, dari 4 syarat untuk lulus sekolah, apakah logika penghubungnya adalah AND atau OR?

Kita berharap para pejabat kita tidak memilih situasi absurd. Tetapi kita lebih yakin bahwa para pejabat kita memiliki logika yang baik.

Bagaimana menurut Anda?

Salam…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Dilema UN 2010, Bocoran, dan Mendiknas yang Bodoh

UN 2010 tetap menghadirkan pro kontra. Kabarnya, jadwal UN dimajukan menjadi Maret 2010, makin ramai saja.

Keputusan pengadilan yang memenangkan penggugat (siswa dan orang tua) atas ketidakadilan penyelenggaraan UN pun tampaknya tidak mendapat cukup pertimbangan.

Gosip dan realitas di depan mata bahwa UN bocor tahun demi tahun juga tak dihiraukan. Saya telah menulis berkali-kali bahwa dari beragam sudut pandang, UN pasti bocor, tidak mungkin mengamankan UN 100%. Bahkan tahun 2009 kemarin, dikabarkan, UN sempat bocor 100%. Tentu pihak berwenang buru-buru menyangkalnya.

Mengapa tampak begitu semrawut dunia pendidikan kita?
Apakah karena kita memiliki Mendiknas, Menteri Pendidikan Nasional, yang bodoh?

Mendiknas kita saat ini adalah M Nuh. Sebelumnya adalah Bambang S. Apakah Mendiknas kita bodoh?

Justru di situ masalahnya!

Saya yakin Mendiknas kita adalah orang cerdas. Karena itu mereka menganggap UN itu mudah bagi setiap orang. Hanya orang bodoh saja yang tidak lulus UN. Masa meraih nilai 6 saja tidak mampu? Pantaslah anak-anak bodoh itu diganjar tidak lulus sekolah.

Saya juga yakin anak-anak kita juga tidak bodoh. Mungkin mereka tidak berbakat menyelesaikan soal-soal UN. Tetapi mereka cerdas dalam seni, olah raga, teknologi dan lain-lain.

Seandainya kita memiliki Mendiknas yang bodoh, mungkin akan lain persoalannya.

Bagaimana menurut Anda?
Salam…