Belajar Matematika Asyik Sejak Usia 3 Tahun

Meti kecil masih berusia 3 tahun sangat gemar belajar matematika. Bagi Meti kecil belajar matematika sama saja dengan bermain matematika. Tentu saja hal ini terjadi karena Paman APIQ telah menyiapkan beragam permainan matematika kreatif untuk Meti.

Onde milenium adalah permainan matematika yang sangat disukai anak-anak kita. Meti, juga anak-anak lain, menyukai permainan matematika onde milenium. Onde dengan warna-warni menarik memancing Meti untuk memainkannya. Ketika asyik main onde ini, Meti tanpa sadar telah menguasai konsep dasar penting dalam matematika. Meski baru berumur 3 tahun, Meti adalah jago berhitung matematika.

Bagaimana dengan anak Anda?

Anak Anda pasti juga jago matematika seperti Meti. Setiap anak berpotensi untuk menjadi bintang matematika. Ijinkan anak Anda bersinar sebagai bintang matematika.

“1 + 1 berapa?” tanya Meti.
“2,” jawab Paman APIQ.

“Kalau 2 + 1 ?”
“3.”

“2 + 2 ?”
“4.”

“Kalau 7 x 6 berapa?” tanya Meti.
“42,” jawab Paman APIQ.

Meti terus secara berulang-ulang menanyakan pertanyaan di atas kepada Paman APIQ atau kepada siapa pun yang Meti temui.

“1 + 1 berapa?” tanya Meti.
“Berapa ayo…” Paman APIQ balik tanya.
“2,” jawab Meti bergembira.

“2 + 1 berapa?” tanya Meti lagi.
“Berapa ya… 2 + 1?” Paman APIQ balik tanya.
“3,” jawab Meti bergembira lagi.

Bermain matematika asyik bersama Paman APIQ.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
angger | agus Nggermanto | Pendiri APIQ

4 responses to “Belajar Matematika Asyik Sejak Usia 3 Tahun

  1. Slamet pagi, slamet berpuasa, menurut ketentuan dari KemDikbud, untuk anak balita atau di playgroup/ Taman kanak2 blum boleh diajarai/ dikenalkan CALISTUNG, yakni Baca, Tulis dan berhitung, karena di level ini anak2 hanya diajar / dilatih bermain, menyanyi, menggambar dan menari; blum layak belajar formal ttg Calistung kecuali sambil bermain, kata para ahli, jika dipaksakan akan terjadi kejenuhan berpikir dan bernalar pada saat dewasa, gimana komen Anda

  2. Belajar, bermain, dan berpetualang adalah satu kesatuan bagi setiap anak.

    Melarang anak untuk belajar adalah melanggar hak asasi anak.
    Pun memaksa anak untuk belajar adalah melanggar hak asasi anak.
    Anak belajar memalui bermain dan bermain melalui belajar.

    Sedangkan untuk anak dewasa keperluan belajar dan bermain lebih penting lagi. Hanya saja untuk anak dewasa, memungkinkan untuk lebih fokus pada tujuan tertentu bila sudah yakin. Dengan sedikit mengurangi porsi bermain. Tetapi bermain tetap penting bagi anak kecil, remaja, dan bahkan orang dewasa.

    Salam hangat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s