Archive Bulanan: September 2011

Rumus Cepat Luas Segitiga Sama Sisi

Menurut Paman APIQ, segitiga sama sisi adalah segitiga yang sangat istimewa. Semua segitiga sama sisi adalah sebangun. Mirip dengan lingkaran, semua lingkaran adalah sebangun. Sehingga rumus untuk luas lingkaran hanya ada satu bentuk saja. Begitu juga seharusnya dengan segitiga sama sisi.

Tentu saja kita sudah memiliki rumus luas segitiga yang berlaku umum yaitu 1/2 alas x tinggi. Masalahnya, untuk mencari tinggi dari segitiga sama sisi tidak selalu mudah bagi anak-anak kita. Karena itu rumus khusus dapat membantu.

L = 1/4 s^2 akar 3.

Contoh:

Tentukan luas segitiga sama sisi yang panjang sisinya adalah 10 cm.

Jawab:

L = 1/4 10^2 akar 3
= 25 akar 3. (Selesai).

Bagaimana kita membuktikan rumus luas segitiga sama sisi?

1. L = 1/2 alas x tinggi

alas = s
tinggi = 1/2 s akar 3

L = 1/2 (s) x (1/2 s akar 3)
= 1/4 s^2 akar 3 (Terbukti).

Untuk membuktikan bahwa tinggi = 1/2 s akar 3 kita dapat menggunakan trigonometri atau Pythagoras.

2. L = 1/2 a.b Sin C

a = b = s
Sin C = Sin 60 = 1/2 akar 3

L = 1/2 s.s. (1/2 akar 3)
= 1/4 s^2 akar 3 (Terbukti).

3. L = akar k(k – a)(k – b)(k – c)

k = 1/2 keliling = 1/2 (s + s + s) = 3/2 s
a = b = c = s

L = akar 3/2 s (3/2 s – s)(3/2 s – s)(3/2 s – s)
= akar 3/2 s (1/2 s)(1/2 s)(1/2 s)
= akar (3/16 s^4)
= 1/4 s^2 akar 3 (Terbukti).

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Belajar Saling Menghargai dengan Logika Fuzzy (Fuzzy Logic)

Menurut Paman APIQ, belajar matematika dapat membuat kita semakin arif. Matematika mengajarkan kita untuk berpikir dengan benar, konsisten, dan jelas. Misalnya logika matematika mengajarkan kita berpikir menarik kesimpulan dengan benar. Perkembangan logika selanjutnya mengajarkan kita untuk terbuka terhadap kebenaran-kebenaran lain. Logika Fuzzy (Fuzzy Logic) memberi nilai kebenaran secara bergradasi 0 sampai 100%. Dengan demikian, kita terbuka dengan beragam level kebenaran.

Misalnya, di antara Al, Geo, dan Meti siapakah yang besok pagi bangun sebelum pukul 05.00 waktu setempat?

Bagaimana jawaban kita?

Dengan logika konvensional kita tidak dapat menjawab dengan menyakinkan. Misal kita menjawab bahwa “Meti besok pagi bangun sebelum pukul 05.00.” Apakah pernyataan di atas benar? Ataukah pernyataan di atas salah?

Logika konvensional tidak dapat menyimpulkan bahwa Meti akan bangun sebelum pukul 05.00 besok pagi. Juga tidak dapat menyimpulkan sebaliknya. Sehingga kita menyebut pernyataan di atas adalah kalimat terbuka yang belum dapat disimpulkan nilai kebenarannya. Karena itu kita tidak dapat melangkah lebih jauh lagi.

Namun logika fuzzy dapat menjawab dengan meyakinkan masalah di atas. Karena logika fuzzy menerima level kebenaran kurang dari 100%. Misalnya jawaban logika fuzzy adalah sebagai berikut.

“Meti besok pagi bangun sebelum pukul 05.00.” (80%)
“Geo besok pagi bangun sebelum pukul 05.00.” (50%)
“Al besok pagi bangun sebelum pukul 05.00.” (25%)

Dengan angka persentasi dalam kurung sebelah kanan menyatakan tingkat kebenaran masing-masing. Jawaban logika fuzzy di atas sah dan dapat diproses secara lebih lanjut untuk berbagai kepentingan. Sedangkan logika konvensional tidak dapat melakukannya.

Contoh di atas, Paman APIQ mengilustrasikan logika fuzzy terhadap sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Sehingga persentasi level kebenaran dapat juga kita pandang sebagai peluang kemungkinan terjadinya pernyataan tersebut. Tetapi logika fuzzy juga dapat kita terapkan kepada sesuatu yang sudah terjadi. Sehingga pada kondisi ini tidak secara langsung berhubungan dengan teori probabilitas.

“Apa warna rumah Paman APIQ?”
“Warna rumah Paman APIQ adalah orange.” (90%)

Maksudnya?

Warna sebagian besar dari rumah Paman APIQ memang orange. Tetapi ada bagian tertentu yang tidak orange. Karena itu level kebenaran pernyataan di atas tidak 100% tetapi cukup 90%.

Tiga bulan kemudian kita dihadapkan pada pertanyaan yang sama.

Jawabannya,
“Warna rumah Paman APIQ adalah orange.” (80%).

Mengapa turun menjadi 80%? Apakah Paman APIQ mengganti warna cat rumahnya? Tidak. Sama sekali tidak ada pergantian warna cat. Hanya saja seiring berjalan waktu tiga bulan warna cat dinding yang orange mulai memudar. Sehingga level orange hanya 80%.

Paman APIQ suatu saat meminta Al untuk menentukan apa warna rumah Paman APIQ lengkap dengan level kebenarannya.

“Warna rumah Paman APIQ adalah orange.” (70%).
“Wah tinggal 70%?” Paman APIQ heran.
“Makin lama makin memudar warnanya,” sahut Al.
“Kalau begitu sudah waktunya untuk mencat ulang rumah.”

Meski warna orange kita anggap benar, logika fuzzy mungkin saja menerima warna bukan orange sebagai benar juga.

“Warna rumah Paman APIQ adalah bukan orange.” (30%)

Dengan cara ini kita dapat berpikir lebih terbuka. Warna orange memiliki tingkat kebenaran 70%. Sedangkan warna bukan orange memiliki tingkat kebenaran 30%. Sikap menghargai pendapat orang lain lebih terbuka dengan logika ini.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Rumus Luas Segitiga Lengkap dan Cepat

Paman APIQ mengamati banyak sekali siswa dan guru yang mencari ilmu tentang rumus luas segitiga. Memang luas segitiga sangat menarik. Tampaknya luas segitiga itu sulit tapi ternyata mudah. Kadang tampaknya mudah tapi sulit.

Berikut ini adalah beberapa rumus luas segitiga. Silakan teman-teman memanfaatkannya. Jika ada rumus yang belum tercantum silakan menambahkannya lagi.

1. Setengah luas segi empat

Prinsip dasar dari luas segitiga adalah setengah dari luas segi empat yang berhubungan.

L = 1/2 (p x l)

Contoh:

Sebuah persegi panjang dengan panjang = 4 dan lebar = 6 dibagi menjadi 2 bagian sama besar menurut garis diagonal. Berapa luas salah satu segitiga yang terbentuk?

Jawab:

L = 1/2 (p x l)
= 1/2 (4 x 6) = 12 (Selesai).

2. Setengah alas x tinggi

Rumus ini merupakan rumus yang paling terkenal.

L = 1/2 a.t

Contoh:

Tentukan luas segitiga siku-siku yang ukuran sisi datar = 6 dan sisi tegak = 8.

Jawab:

L = 1/2 a.t
= 1/2 (6.8) = 24 (Selesai).

3. Rumus umum setengah alas x tinggi

Menariknya, rumus setengah alas x tinggi ini berlaku umum untuk semua segitiga. Persoalannya, kadang-kadang kita harus berusaha keras untuk menemukan alas dan tingginya.

Contoh:
Hitunglah luas seluruh segitiga yang dibentuk dengan menghubungkan titik O(0 , 0), A(1 , 4), B(3 , 0), C(5 , 4), D(10 , 0) dan alas sumbu-X.

Jawab:

L = 1/2 a.t
= 1/2 (10 x 4) = 20 (Selesai).

4. L = 1/2 a.b Sin C

Contoh:
Tentukan luas segitiga yang panjang sisi a = 4, b = 6, dan sudut C = 30 derajat.

Jawab:
L = 1/2 a.b Sin C
= 1/2 (4.6. Sin 30)
= 1/2 (4.6. 1/2)
= 6 (Selesai).

5. Luas segitiga sama sisi = 1/4 s^2 akar 3

6. Akar s(s – a)(s – b)(s – c)

7. Pengurangan terhadap segi empat berhubungan

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kebenaran Pelangi Matematika Modern

Paman APIQ sempat mengalami matematika sebagai ilmu pasti. Sedangkan ilmu lain ada yang tergolong ilmu sosial – jadi ilmu tidak pasti? Sementara anak-anak sekarang cenderung menyebut matematika sebagai matematika saja. Bahkan istilah aljabar, geometri, dan aritmetika pun sekarang jarang dipakai oleh anak-anak kita di sekolah.

Matematika sebagai ilmu pasti, di jaman dulu, sudah mulai berbeda dengan jaman sekarang. Apakah matematika menjadi tidak pasti? Matematika modern semakin berkembang. Jika matematika kuno secara pasti dapat menilai suatu pernyataan matematika sebagai 100% benar atau 100% salah maka matematika modern mengijinkan nilai kebenaran 25%. Sehingga kebenaran 25% ini menjadi tidak pasti.

Paman APIQ mengistilahkan matematika kuno sebagai kebenaran hitam-putih. Sedangkan matematika modern mengijinkan kebenaran pelangi – merah, jingga, kuning, hijau….

Dalam kehidupan sehari-hari kebenaran pelangi ini menjadi penting untuk rasa saling menghormati. Dengan adanya semangat pelangi maka masing-masing orang menghargai pendapat orang lain dengan baik. Tidak harus memaksa pendapat dirinya saja yang benar.

Secara matematis kebenaran pelangi ini mendapatkan dukungan kuat dari teori peluang dan teori logika fuzzy (fuzzy logic). Berikut contoh catatan Paman APIQ tentang kebenaran pelangi.

P: Geo mungkin melihat bulan.
~P: Geo mungkin tidak melihat bulan.

Q: Meti pasti melihat bulan.
~Q: Meti pasti tidak melihat bulan.

Untuk pernyataan Q, kebenaran pelangi dan hitam-putih menghasilkan kesimpulan yang sama. Tetapi untuk pernyataan P dapat menghasilkan negasi yang beda. Logika hitam-putih dapat memilih,

~P: Geo tidak mungkin melihat bulan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Ingkaran dari Suatu Pernyataan adalah Dirinya Sendiri (Logika)

Paman APIQ melanjutkan petualangan negasi dari suatu pernyataan. Penelitian lebih lanjut memberi suatu kesimpulan mengejutkan,

~P = P

Mana mungkin?

Mana mungkin negasi dari suatu pernyataan adalah pernyataan itu sendiri?

Ketika kita membahas logika dengan cara konvensional memang tidak mungkin ~P = P. Tetapi pemikiran inovatif modern membuka cakrawala baru dalam matematika.

Baik mari kita ambil contoh.

P = Ibu pergi ke pasar.

Maka negasinya adalah,

~P = Ibu tidak pergi ke pasar.

Jelas P tidak sama dengan ~P.

Hal ini dapat kita pahami karena nilai kebenaran dari P adalah benar atau salah. Atau dalam kehidupan sehari-hari dinilai secara hitam putih, tidak ada abu-abu sama sekali. Ketika kenyataan alam memang ada abu-abu bahkan pelangi maka nilai hitam putih tidak mudah lagi kita terapkan.

Untungnya logika matematika telah berkembang juga melahirkan logika fuzi (fuzzy logic). Di mana logika fuzi mengijinkan nilai kebenaran abu-abu, tidak sekedar hitam putih.

Namun pernyataan awal Paman APIQ bahwa terdapat suatu pernyataan yang negasinya adalah pernyataan itu sendiri perlu penjelasan lebih jauh. Suatu contoh dapat memberi kita ide.

P: Ibu mungkin pergi ke pasar.
~P: Ibu mungkin pergi ke pasar.

Jadi, P = ~P.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Ide Kreatif Logika Matematika Muncul dari MUI

Paman APIQ selalu belajar setiap saat. Belajar dari kebenaran mau pun dari kesalahan. Melakukan kesalahan itu manusiawi. Akui kesalahan, minta maaf, dan perbaiki. Lalu berjanji tidak mengulangi lagi.

Apa lagi suasana lebaran adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan.

Saat ini saya tertarik dengan ungkapan MUI ketika sidang isbat (penentuan hari raya). Saat itu MUI menggunakan istilah “tidak mungkin.” Jelas ungkapan “tidak mungkin” dimaksudkan untuk menegasikan ungkapan “mungkin”. Apakah benar negasi dari “mungkin” adalah “tidak mungkin”?

Memang saat itu, ungkapan MUI sedikit lebih rumit dari sekedar negasi. Ungkapan MUI juga melibatkan logika implikasi yang sering disalahpahami sebagai biimplikasi.

Jika matahari terbenam maka mulai maghrib.

Kebalikannya (konvers) juga bernilai benar:

Jika mulai maghrib maka matahari terbenam.

Pernyataan di atas adalah biimplikasi. Bandingkan dengan pernyataan implikasi berikut ini.

Jika kuda maka berkaki empat.

Kebalikannya (konvers),

Jika berkaki empat maka kuda.

Perhatikan bahwa konvers tidak bernilai benar karena pernyataan di atas adalah implikasi. Tentu pembahasan akan menarik dengan memperhatikan invers dan kontra posisi.

Tetapi saya sangat tertarik dengan ungkapan “mungkin melihat”. Apa ingkaran (negasi) dari “mungkin melihat”?

P: Saya mungkin melihat bulan.

Apa ingkaran dari pernyataan di atas?

~P: Saya tidak mungkin melihat bulan.

Atau,

~P: Saya mungkin tidak melihat bulan.

Sambil memikirkan logika negasi di atas saya coba cari informasi melalui google. Baik yang berbahasa Indonesia mau pun berbahasa lain, saya tidak menemukan pembahasan tentang negasi dari “mungkin”.

Hipotesa awal saya adalah negasi dari “mungkin” akan lebih tepat bila kita hubungkan dengan teori probabilitas (peluang). Pada dasarnya makna dari “mungkin” juga mengandung peluang terjadinya sesuatu. Untungnya, teori peluang telah berkembang dengan matang. Jadi kita dapat terbantu oleh teori peluang.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Segarkan Pikiran dan Jiwa dengan Training APIQ 24 September

Setelah melewati bulan puasa dan lebaran mari kembali segarkan pikiran matematika dan jiwa matematika dengan training matematika kreatif APIQ.

Training Matematika Kreatif APIQ

Hari: Sabtu
Tanggal: 24 September 2011
Waktu: 08.30 sd 18.00 wib
Tempat: Bandung

Info: quantumyes@yahoo.com

Berbagai macam inovasi terbaru dari APIQ akan membuat kita lebih kreatif dalam belajar dan mengajar matematika. Anak lebih bergembira dengan matematika kreatif APIQ. Anak-anak menjadi lebih berprestasi dengan matematika kreatif APIQ. Ayo bergabung dalam training APIQ.

Salah satu inovasi kreatif terbaru adalah bagaimana belajar deret yang tadinya sulit bagi anak-anak menjadi lebih mudah. Bahkan anak SD pun dapat menguasai konsep deret dengan gembira – padahal materi SMA – menggunakan metode kreatif APIQ.

Dan masih ada sederet inovasi kreatif APIQ yang menjadikan anak-anak kita lebih kreatif dan lebih berprestasi.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kemacetan Lalu Lintas: Fenomena Sederhana Butuh Matematika Tingkat Tinggi

Setiap musim lebaran kita disuguhi kemacetan lalu lintas di mana-mana.

Bila ada yang mengatakan bahwa mengatasi kemacetan lalu lintas adalah mudah maka dapat dipastikan pendapat tersebut salah.

Kemacetan lalu lintas jelas kasat mata. Tetapi model matematika untuk mempelajari kemacetan lalu lintas sangat rumit – matematika tingkat tinggi. Penggunaan integral waktu tak hingga sudah menjadi syarat utama. Pola kedatangan kendaraan perlu dikenali. Pola berkendaraan juga ikut menentukan. Semua ini membentuk model matematika yang kompleks.

Untungnya, sekarang tersedia program komputer untuk menyelesaikan problem matematika ini. Memang komputer sangat membantu. Tetapi sebelum komputer dapat membantu, manusia harus bekerja keras menciptakan model yang tepat untuk kemudian diumpankan ke komputer.

Mungkin dalam beberapa tahun ke depan, komputer dapat mengambil alih seluruh tugas manusia di atas. Tentu saja, sebelumnya, manusia harus merancang komputer yang cerdas itu.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Memilih Logika Ingkaran Matematika

Paman APIQ kembali menegaskan pentingnya logika matematika. Meski kita sadar bahwa logika matematika bukan segala-galanya. Tetapi logika menjadi dasar seluruh keunggulan.

Misalnya beberapa hari lalu MUI menolak kesaksian beberapa orang yang melihat hilal dengan logika negasi – ingkaran. Apakah logika yang dipakai MUI dapat dipertanggungjawabkan?

Mari berlatih logika ingkaran.

Dalam sebuah kandang terdapat 20 ekor ayam, 8 ekor di antaranya berwarna putih. Berapa ekor ayam yang berwarna hitam?

Jawab:
12 ekor berwarna hitam.

Tentu jawaban 12 menjadi benar bila warna ayam hanya ada putih atau hitam saja. Tetapi jika ada ayam berwarna abu-abu atau kuning maka jawaban 12 dapat saja salah.

Contoh lagi.

Tentukan ingkaran dari: Saya mungkin datang pukul 9.

Jawab:
Saya tidak mungkin datang pukul 9.
Atau,
Saya mungkin tidak datang pukul 9.
Atau,
Saya mungkin datang tidak (pada) pukul 9.

Contoh lagi.

Jika tinggi hilal lebih dari 2 derajat maka hilal mungkin terlihat.

Ingkarannya?

Jika tinggi hilal kurang dari 2 derajat maka hilal tidak mungkin terlihat.

Ingkaran di atas yang dipilih oleh MUI kemarin. Karena ada ungkapan tidak mungkin terlihat maka jika ada yang mengaku melihat hilal maka harus ditolak.

Apakah ingkaran di atas sah?

Secara sekilas seperti sah. Tetapi masih tersedia logika ingkaran yang lebih pas dan bahkan lebih bijaksana.

Hanya saja kita perlu sedikit menghubungkan dengan teori dasar peluang.

Jika tinggi hilal kurang dari 2 derajat maka kemungkinan tidak terlihat adalah 90%.

Atau,
Jika tinggi hilal kurang dari 2 derajat maka kemungkinan tidak terlihat adalah 99,99%.

Logika di atas masih menyisakan kemungkinan terlihat 10% atau hanya 0,01%.

Memang menjadi lebih menarik bila para ahli agama belajar logika (mantiq) sinergi dengan matematika probabilitas.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)