Bermain matematika tentu asyik. Betapa senangnya hati kita membayangkan anak-anak bergembira belajar matematika. Dengan APIQ anak Anda benar-benar menikmati petualangan matematika kreatif.
Kali ini Paman APIQ mengajak kita berpetualang dengan matematika modern yang pernah diusulkan oleh Al, bocah usia 10 tahun.
“Balon merah berukuran 5 liter dan tiap detik berkurang 0,12 liter. Sedangkan balon putih berukuran 2 liter dan tiap detik bertambah 0,3 liter. Kapan balon merah dan putih berukuran sama?”
Al menebak dengan 5 detik,
5 – 0,12×5 = 4,4 > 2 + 0,3×5 = 3,5
7 detik,
5 – 0,12×7 = 4,16 > 2 + 0,3×7 = 4,1
8 detik,
5 – 0,12×8 = 4,04 < 2 + 0,3×7 = 4,7
Dari sini Al menyimpulkan bahwa ukuran balon menjadi sama antara 7 sampai 8 detik. Jawaban ini benar. Langkah berikutnya Al dapat menggunakan metode Newton untuk menghampiri nilai yang lebih tepat. Metode Newton ini termasuk salah satu pendekatan matematika modern berupa metode numerik.
7 1/2 detik,
5 – 0,12x 7 1/2 = 4,1 < 2 + 0,3x 7 1/2 = 4,25
7 1/4 detik
5 – 0,12 x 7 1/4 = 4,13 2 + 0,3 x 7 1/8
7 1/7 detik
5 – 0,12 x 7 1/7 = 2 + 0,3 x 7 1/7 (Selesai).
Tentu saja dengan aljabar konvensional kita dapat menemukan solusi pasti dari sistem persamaan di atas.
5 – 0,12t = 2 + 0,3t
3 = 0,42 t
t = 3/0,42
t = 300/42 = 50/7 = 7 1/7 (Selesai).
Paman APIQ tertarik dengan pemikiran Al di atas. Pemikiran intuitif anak-anak dapat saja mengantarkan kita ke pemikiran matematika modern. Tetapi bila seorang guru memaksa anak hanya boleh menggunakan satu cara maka cara alternatif di atas akan tertolak. Padahal cara alternatif di atas justru membuat pikiran anak-anak kita berkembang.
Menjadi tugas mulia bagi guru atau orang tua untuk terus belajar memperluas wawsan sehingga kita dapat menerima beragam ide dari anak-anak kita. Dengan cara ini, Paman APIQ yakin generasi muda kita akan tumbuh berkembang dengan lebih baik lagi.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)