Archive Bulanan: Juli 2011

Anak Anda adalah Juara

Setiap anak terlahir sebagai juara. Anak Anda adalah juara. Pastikan anak Anda tetap jadi juara.

Jangan biarkan hak juara lepas dari anak Anda yang berhak juara.

Buktikan…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
aGus NGGERmanto

Ayahbunda Ingin Anaknya Jago Matematika Sejak TK?

Sore itu Paman APIQ sedang ngobrol santai dengan Al kecil, masih TK, di teras rumah.

“Tak terhingga dibagi tak terhingga itu berapa ya?” Al tanya.

Paman APIQ kaget. Anak usia TK seperti Al sudah menanyakan konsep pembagian bilangan tak terhingga. Padahal umumnya, anak-anak TK baru mengenal konsep angka sederhana.

Tetapi Al kecil memang berbeda. Ia sudah sering bermain dengan permainan APIQ. Ia juga belajar matematika dengan metode kreatif APIQ. Maka Al dikenal di TK sebagai jagonya matematika. Memang Al adalah juara matematika di TK.

Al kecil juga anak istimewa sehingga dapat menjadi jago matematika sejak TK. Bagaimana dengan anak Anda?

Anak Anda pasti juga anak istimewa. Anak Anda juga dapat jago matematika sejak usia TK. Ajak anak Anda bermain dengan permainan APIQ. Ajak anak Anda mengenal matematika dengan cara kreatif APIQ pasti anak Anda jago matematika sejak kecil.

Kembali ke kisah Al. Paman APIQ mencoba menguji kemampuan dasar Al dulu.

6 x 7 = ….?

“42,” jawab Al mantap.

36 : 3 = ….?

“12,” sahut Al cepat.

6 + 5 = ….?

“Hehehehe….” Al tertawa, tidak menjawab.
“Berapa ayo?” tanya Paman APIQ.
“Masa soal seperti itu ditanyakan?” Al kecil mengelak.
“Memang berapa?”
“Ya sebelas lah!”

8 karung : 2 karung = …?

Kali ini Al berpikir serius. Tampak melakukan beberapa eksperimen pikiran.

“Yang aku tahu 8 karung dibagi 2 orang,” sahut Al.
“Berapa?” tanya Paman APIQ.
“4 karung,” jawab Al.
“Betul.”

Satu karung beras berisi berapa banyak butir? Tak terhingga butir. Konsep ini sudah akrab bagi anak-anak APIQ. Maka 8 karung beras terdiri dari berapa butir? Tak terhingga juga. Begitu juga 4 karung beras.

Tak terhingga : 2 = tak terhingga

8 karung : 2 karung = ?

“Misalnya Kamu punya 8 karung. Lalu Kamu bagikan kepada beberapa orang. Masing-masing orang harus mendapat bagian 2 karung. Maka berapa orang yang menerima?”

“O…begitu,” sahut Al,”ya 4 orang.”
“Betul.”

12 karung : 4 karung = ?

“3.”

12 karung : 2 karung = ?

“6.”

“Jadi, tak terhingga di bagi tak terhingga hasilnya adalah tak tentu.”

Al manggut-manggut mulai agak mengerti. Paman APIQ sudah biasa dengan sikap anak seperti itu. Beberapa waktu ke depan Paman APIQ akan mengajak diskusi tema yang sama. Maka Al akan semakin paham lagi.

Tentu saja model pembahasan di atas dapat dengan mudah kita selesaikan dengan aljabar.

(8k)/(2k) = 4.

Kelak, anak-anak kita juga akan paham konsep di atas. Tetapi yang lebih penting adalah anak-anak mengenal konsep matematika dengan nyata. Kemudian anak-anak dapat bereksperimen dengan logikanya sendiri yang semakin matang. Anak makin kreatif dan berprestasi.

Ayahbunda ingin Anaknya jago matematika sejak TK?

Kenalkan anak-anak dengan matematika kreatif APIQ.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Pemahaman Aljabar Perkalian dan Penjumlahan

Jika x = 4 maka hitunglah,

x + 5 = …

3x = …

Pengamatan sederhana tentang soal di atas banyak membantu kita untuk mengajarkan matematika. Paman APIQ mencermati respon siswa terhadap ungkapan aljabar di atas. Bagi siswa pemula mereka tidak tahu maksud dari tugas di atas.

Kita dapat memberi keterangan tambahan. Gantilah x dengan 4 kemudian hitunglah.

x + 5 = 4 + 5 = 9.

Bagian yang pertama ini biasanya anak-anak memang paham. Bagaimana dengan yang kedua?

3x = …?

34 = ?

Siswa pun menjadi ragu mengapa hasilnya menjadi 34?

Kita juga dapat menjelaskan bahwa 3x maksudnya adalah 3 kali x. Sehingga,

3x = 3 x 4 = 12.

Di sini pun kita juga menemukan rancu antara tanda variabel x dengan operasi x. Anak-anak juga menghadapi kesulitan yang sama ketika menulis dengan tangan. Beberapa solusi kita ambil dengan menyarankan anak-anak menulis huruf sambung kecil x untuk variabel dan mengganti tanda titik (.) untuk operasi perkalian. Namun ini adalah tugas yang rumit bagi siswa pemula dalam aljabar.

Paman APIQ sendiri mengusulkan agar kita menggunakan variabel k = karung = kantong.

3k = 3 karung = 3 kantong

Jika setiap kantong berisi 4 telur maka

3 kantong = ….?

Tantangan ini lebih menarik bagi anak-anak. Dalam praktiknya kita biasa saja mengganti x dengan t, khususnya untuk variabel waktu. Maka mengapa kita tidak mengganti x dengan k untuk kepentingan pembelajaran?

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Apa pun… Jadilah Lebih Kreatif

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Asumsi yang Memudahkan Belajar Matematika Cepat

Beberapa asumsi membuat belajar matematika lebih mudah, cepat, dan menyenangkan. Beberapa asumsi lain justru membuat matematika lebih rumit. Karena itu Paman APIQ memandang penting agar kita meneliti lebih jauh dari proses pembelajaran matematika.

Umumnya orang sudah berasumsi bahwa matematika itu sulit, kaku, dan abstrak. Karena itu wajar jika belajar matematika itu susah, berat, dan tegang. Apakah asumsi ini dapat dipertahankan?

Paman APIQ mengusulkan asumsi yang lebih kreatif. Mari kita asumsikan bahwa matematika itu mudah, kreatif, dan asyik. Tentu dengan asumsi ini kita akan menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, semangat, dan menggairahkan.

Asumsi kreatif, seperti usul Paman APIQ, menantang kita untuk menelurkan inovasi-inovasi baru dalam matematika. Kenyataannya, belajar matematika dengan inovasi justru lebih menyenangkan baik bagi guru mau pun siswa.

Dalam belajar, kita juga lebih asyik mengambil asumsi bahwa setiap soal adalah berhubungan dengan bilangan bulat.

Tentukan ordinat titik potong garis-garis:

x + 2y = 6
3x + 5y = 17

Jawab:

y = (17 – 6.3)/(5 – 2.3) = 1 (Selesai).

Selanjutnya anak-anak dapat menguji jawaban ini dengan substitusi ke persamaan awal.

x + 2(1) = 6 ===> x = 4
3(4) + 5(1) = 17 (Benar).

Bayangkan seandainya anak-anak memperoleh nilai y = 1/7 maka mereka akan malas untuk menguji ke sistem persamaan. Padahal langkah menguji ke sistem persamaan awal ini justru langkah terpenting dalam seluruh proses sistem persamaan aljabar.

Dengan asumsi melibatkan hanya bilangan bulat kita berhasil menampilkan matematika lebih mudah. Anak-anak jadi senang, gemar, dan gembira bersama matematika.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Ingin Anak Lebih Kreatif dan Berprestasi

Silakan klik:

Ingin Anak Lebih Kreatif dan Berprestasi

Salam…