Setiap orang suka rumus matematika yang mudah dan cepat. Apalagi rumus cepat matematika ini bersifat intuitif – masuk akal. Maksudnya dengan rumus matematika ini kita menguasai konsep dasar plus dengan beberapa memori dasar. Paman APIQ memandang sangat penting peran sifat intuitif dari rumus cepat matematika.
Misalnya, mari kita ambil contoh tema logaritma.
Kita setuju dengan Paman APIQ bahwa tema logaritma menjadi satu bagian dari matematika yang paling sulit dipahami oleh anak-anak. Penggunaan rumus-rumus abstrak logaritma menambah kerumitan tersendiri. Paman APIQ mengembangkan cara pandang logaritma yang lebih sederhana.
Contoh soal:
Hitunglah

Jawab:
3.1.2 = 6 (Selesai).
Hanya semudah itu?
Memang hanya semudah itu. Untuk dapat menyelesaikan dengan cepat dan mudah kita perlu memahami konsep dasar sifat logaritma.

Dengan syarat-syarat yang memenuhi syarat logaritma.
Pemahaman di atas membimbing kita bahwa semua basis dapat kita posisikan sebagai penyebut. Sedangkan semua argumen dapat kita posisikan sebagai pembilang. Komutatif perkalian mengijinkan kita untuk menukar urutan perkalian antar pembilang sebagaimana antar penyebut.
Pemikiran yang sama mengarahkan kita bahwa kita dapat saling menukarkan antar basis bilangan sebagaimana kita juga dapat menukar posisi antar argumen.
Tetapi untuk contoh soal di atas kita tidak dapat menguji hasil perhitungan akhir = 6 bernilai benar atau salah. Kita memerlukan kalkulator canggih atau komputer untuk mengujinya. Karena itu Paman APIQ mengusulkan kita latihan rumus cepat yang dapat kita uji secara manual.
Contoh soal:
Hitunglah,

Jawab: 8
Proses berhitungnya adalah:
= 
= 8 . 1 . 1 = 8
Kali ini kita dapat mengujinya dengan menghitung nilai logaritma satu demi satu.
= 2 . 2 . 2 = 8 (Benar).
Bentuk soal dapat bervariasi tanpa batas.

Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)