Seorang guru matematika APIQ menceritakan kisah “penganiayaan” kepada saya. Tetapi karena ia adalah guru matematika APIQ maka penganiayaan itu segera diakhiri.
“Rudi tidak mau belajar lagi,” kata guru itu kepada saya.
“Mengapa?” saya bertanya-tanya dalam hati.
“Bundanya Rudi kemarin menelepon saya bahwa Rudi hari itu tidak mau belajar lagi APIQ,” terang guru matematika.
“Kata Bundanya, Rudi mogok belajar matematika karena sama gurunya tidak boleh mengerjakan soal sampai 5 lembar. Rudi hanya diijinkan mengerjakan soal 3 lembar saja.”
“Wah itu memang penganiayaan,” komentarku.
“Terus saya bilang kepada Bunda bahwa hari ini Rudi boleh mengerjakan soal sampai 5 lembar,” lanjut bu guru.
Rudi bersorak gembira dan kembali mau belajar matematika di APIQ. Penganiayaan terhadap Rudi berakhir sudah. Rudi kembali berpetualang bersama matematika kreatif APIQ.
Saya sendiri bersama tim di APIQ memang membatasi agar anak-anak dalam satu kali pertemuan mengerjakan soal sekitar 2 atau 3 lembar. Latihan itu sudah cukup banyak. 1 lembar soal kadang berisi 20 sampai 30 soal latihan. Jadi, satu pertemuan, seorang anak berlatih 40 sampai 90 soal.
Rudi minta lebih dari itu! Tugas guru APIQ tetap menjaga matematika kreatif, asyik, dan menyenangkan.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)