Archive Bulanan: April 2011

Belajar Soal Cerita Matematika yang Digemari Siswa

Setiap anak suka cerita. Tetapi mengapa soal cerita menjadi soal yang paling tidak disukai anak-anak?

Komik, cerpen, novel sekarang menduduki posisi best seller dalam penjualan buku-buku di toko. Bahkan salah seorang teman saya yang bisnis penerbitan harus rela menggeser menerbitkan novel dari pada buku-buku yang berat.

Lalu, mengapa soal cerita matematika tidak menarik bagi siswa?

Kita perlu berbicara dengan bahasa para siswa. Bukankah para nabi diutus juga untuk berbicara dengan bahasa kaumnya?

Maksud bahasa siswa adalah bahasa yang dapat dipahami oleh siswa. Bahasa siswa ini tetap mematuhi aturan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hanya saja bahasa siswa bergerak dari bahasa yang sederhana menuju ke bahasa yang lebih kompleks.

Pengalaman Paman APIQ menunjukkan bahwa bahasa siswa menjadikan anak-anak suka soal cerita matematika. Banyak siswa-siswa APIQ yang ketagihan dengan soal cerita di APIQ.

Sedikit contoh dari Paman APIQ adalah penggunaan istilah selisih dan jumlah tidak sesederhana yang kita kira.

Contoh soal:

Al mempunyai 2 buku. Meti memiliki 3 buku. Berapa jumlah buku Al dan Meti?

Bagi siswa pemula, soal di atas tidak langsung mudah dimengerti. Apa maksud dari jumlah?

Bandingkan dengan bahasa yang berbeda.

Al mempunyai 2 buku. Meti memiliki 3 buku. Berapa jumlah buku Al ditambah buku Meti?

Nah, soal yang terakhir ini dapat langsung dipahami siswa. Bagi siswa yang sudah paham konsep penjumlahan (penambahan) dapat langsung mengerjakannya. Begitu siswa tersebut dapat mengerjakan soal cerita mereka menjadi ketagihan dan makin cinta dengan matematika.

Meski tampaknya sederhana, contoh di atas sangat berguna. Dan untuk berbicara dengan bahasa siswa bukanlah tugas yang ringan. Paman APIQ harus menyiapkan soal cerita sampai berbulan-bulan.

Berikut ini contoh pentingnya bahasa siswa yang dikirim oleh Mas Yudhi. Terima kasih kepada Mas Yudhi atas kiriman soalnya.

Salam,

Setuju pak, apalagi jika dibantu dengan pictorial. Pastinya anak-anak akan lebih mudah terbentuk mental imajinasinya.

Cuman, masalahnya. Masih banyak anak-anak kita yang belum terbiasa memiliki strategi pemecahan masalah yang kreatif. Jangankan kesana, untuk menyortir informasi penting dari soal cerita yang diberikan saja masih banyak yang kesulitan (terutama murid saya). Berbeda jika soal tersebut memang sudah disajikan dalam bentuk persamaan aljabar.

Sebagai contoh untuk soal diatas, murid-murid saya akan mentok dengan kosa kata “rata-rata” yang justru muncul di awal kalimat.

Kalaupun dibantu dengan kantong ajaib, 56 ribu tersebut miliki siapa?

Sama halnya jika pada soal perbandingan diketahui selisih misal : Uang Al sama dengan 2/3 uang Geo. Jika Uang Geo 5 ribu lebih banyak daripada uang Al, maka berapakah uang mereka masing-masing.

Mereka ternyata kesulitan dengan nilai uang 5 ribu tersebut adalah milik siapa?

Salam

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Sisi Lain Sang Pendiri APIQ: Agus Nggermanto

Bertahun-tahun menulis di blog APIQ ini membuat saya menjadi berpikir sangat matematis. Atau lebih tepatnya berpikir sangat APIQ. Bahkan teman-teman dan mahasiswa saya banyak yang memanggil saya dengan Mr APIQ, Pak APIQ, Paman, dan lain-lain APIQ. Tetapi bagaimana pun saya sebagai manusia seutuhnya tetap memiliki sisi lain. Sisi lain tersebut saya rekan dalam weblog khusus:

www.GusNGGER.wordpress.com

Silakan mengunjungi sisi lain dengan klik tautan di atas.

Salam hangat…

Makin Hebat Berhitung Cepat dengan Kantong Ajaib

Kantong ajaib aljabar dari Paman APIQ dapat kita manfaatkan secara luas. Mari berlatih dengan latihan soal agar semakin mahir.

Contoh soal:
Rata-rata uang Al, Geo, dan Meti adalah 56 ribu. Uang Geo 4 kali uang Al. Sedang uang Al 1/2 dari uang Meti. Berapakah uang Al?

Jawab:

Uang Al = 1 kantong = k

Al = k
Geo = 4k
Meti = 2k

k + 4k + 2k = 7k = 56(x3)

k = 8 (x3) = 24 ribu (Selesai).

Begitu mudah, sederhana, dan cepat. Bahkan dengan berlatih beberapa kali maka kita akan mampu memahami dan menyelesaikan soal seperti di atas hanya dengan mental imajinasi kita. Pasti asyik!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Buku APIQ 5 (Rumus Cepat Kreatif) Habis di Toko Buku

Kira-kira sudah dua minggu ini buku APIQ 5: Rumus Cepat Kreatif beredar di toko-toko buku Indonesia. Kemarin saya berkunjung ke Gramedia Merdeka Bandung. Tapi saya tidak melihat buku APIQ 5. Lalu saya tanya ke petugas informasi. Setelah dicek di komputer ternyata buku APIQ 5 sudah habis.

“Persediaan habis. Tapi Bapak dapat memesannya bila mau.”

Bagus kalau begitu. Artinya buku APIQ 5 ini laris di pasaran. Saya belum yakin. Pagi tadi saya kontak penerbit. Pihak penerbit juga yakin buku APIQ 5 memang bakal sukses di pasaran. Semoga…! Mohon doa teman-teman semua.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Inovasi Menemukan Rumus Cepat Kreatif Saat Suting

Saat suting Selasa tadi, Al yang masih TK, menemukan rumus cepat kreatif untuk menghitung sisi terpanjang (hipotenusa) dari suatu segitiga siku-siku. Secara umum, kita menghitung hipotenusa dengan menggunakan teorema Pythagoras. Dengan melibatkan jumlah kuadrat dan kemudian menarik akar maka tidak sesuai untuk anak usia TK seperti Al.

Paman APIQ memang sudah menyiapkan alternatif cara berupa mengenali pola yang kreatif. Di luar dugaan, Al menemukan pola yang berbeda lagi pada saat suting. Tentu saja hal spontan ini membuat kagum seluruh kru. Baik kru APIQ mau pun kru MQTV.

Tantangan soal yang merangsang pemikiran kreatif Al adalah segitiga siku dengan panjang a = 12, b = 16, maka hipotenusa c = …

Al tunjuk tangan menyatakan dirinya langsung dapat menjawabnya. Paman APIQ mempersilakan Al untuk menjawab.

” 20,” jawab Al kecil mantap.
“Betul, luar biasa!” seru Paman APIQ.

Bagaimana cara Al menemukan jawaban c = 20?

Cara umum rumus Pythagoras:

c^2 = a^2 + b^2
= 12^2 + 16^2
= 144 + 256
= 400

c = akar 400 = 20. (Selesai).

Pasti Al tidak memakai cara di atas karena terlalu panjang. Sedangkan Al menghitung dengan sangat cepat, hanya hitungan detik langsung menemukan jawaban.

Cara Pola Segitiga Terkenal

Paman APIQ menyebut segitiga 3, 4, 5 adalah segitiga paling terkenal. Karenanya Algeometi sudah akrab dengan segitiga ini. Dengan pandangan sekilas Algeometi sudah tahu bahwa 12, 16, c adalah pola segitiga paling terkenal.

Maka, c = 5 x 4 = 20 (Selesai).

Paman APIQ yakin bahwa Al menggunakan cara di atas untuk menemukan jawabannya. Tetapi ketika Paman APIQ menanyakan caranya kepada Al, dia malah menjawab dengan cara berbeda.

Cara Al Kecil

c = 16 + 4 = 20 (Selesai).

Itulah cara Al menemukan hipotenusa c = 20. Dari mana Al menemukan bilangan 4? Al menentukan selisih b dan a,

b – a = 16 – 12 = 4.

Salut untuk Al…!
Salut untuk anak-anak Indonesia!
Salut untuk matematika kreatif!

Terima kasih kepada seluruh kru yang telah membantu terlaksananya suting hari ini dengan lancar. Terima kasih kepada seluruh kru MQTV, Kang Hilman, Kang Bebeng, Kang Yogi, dan lain-lainnya. Terima kasih kepada seluruh kru APIQ khususnya kepada Algeometi: Syifa, Cika, Syihab, Kenya, Shadra, Tia, Ica, dan Haidar.

Saksikan tayangan Belajar Matematika Kreatif Bersama Paman APIQ setiap hari Minggu pukul 10 di MQTV 60 UHF.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Catatan Shooting Matematika Kreatif Hari Pertama

Saya ingin mencatat segmen-segmen dalam rencana shooting matematika kreatif APIQ yang pertama ini.

1. Menggebrak dengan berhitung cepat yang mempesona
2. Kisah 1001 Malam Matematika
3. Permainan Matematika Kreatif APIQ Kombi Milenium Kompetisi
4. Pesona Geometri Jalan Lurus adalah Jalan Tercepat: Paling Terkenal
5. Permainan Matematika Kreatif APIQ Kombi Milenium Antrian
6. Geometri Segi Tiga Pythagoras Ganjil
7. Mastery Math APIQ: Arithmetica & Geometry

Masih ada beberapa rencana cadangan yang seru seperti aljabar kreatif. Kita akan lihat dulu bagaimana perjalanan dari 7 segmen di atas. Jika masih perlu tambahan tema maka kita akan jalankan rencana cadangan. Tetapi mungkin saja 7 segmen di atas sudah melebihi dari durasi 1 jam (termasuk iklan).

Bagaimana pun Paman APIQ menyadari bahwa shooting dengan anak-anak selalu asyik. Anak-anak akan tampil dengan spontanitas anak-anak. Skenario hanya berfungsi sebagai arahan umum saja.

Mohon doa teman-teman semua…

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat,
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Latihan UN 2011 SD, SMP, SMA

Contoh soal:

Nilai ===> banyak siswa

60 ===> 5
70 ===> 6
75 ===> 11
80 ===> 5
90 ===> 3

Maka nilai rata-rata dari seluruh siswa adalah…

Silakan Anda tebak, soal di atas adalah latihan UN untuk SD, SMP, atau SMA?

Soal di atas adalah latihan UN matematika untuk SD. Tetapi saya yakin banyak siswa SD yang sulit menyelesaikannya. Bahkan anak SMP dan SMA pun juga tidak mudah menyelesaikannya.

Bagaimana cara menyelesaikannya?

Tentu saja cara paling umum adalah menghitung seluruh nilai kemudian kita bagi dengan banyaknya siswa.

[(60 x 5) + (70 x 6) + (75 x 11) + (80 x 5) + (90 x 3)] / [ 5 + 6 + 11 + 5 + 3] = …

Meski tampaknya perhitungan di atas mudah tetapi membutuhkan ketelitian. Seperti peringatan Paman APIQ, proses yang panjang lebih berisiko terjadi salah hitung.

Bagaimana cara lebih mudah dan lebih teliti?

Paman APIQ menyarankan agar kita terbiasa memanfaatkan pergeseran data. Anggap 60 ==> 0 maka

(0×5 + 10×6 + 15×11 + 20×5 + 30×3) /(30)

= (60 + 165 + 100 + 90) / 30 = 2 + 5,5 + 3,3 + 3 = 13,8

Jadi, rata-rata = 13,8 + 60 = 73,8 (Selesai).

Bagi siswa yang lebih berani dapat memilih 70 ==> 0 maka

(-10×5 + 0×6 + 5×11 + 10×5 + 20×3) / 30

= (55 + 60)/30 = 1,8 + 2 = 3,8

Jadi rata-rata = 3,8 + 70 = 73,8 (Selesai).

Banyak cara yang dapat kita kembangkan untuk memudahkan kita menyelesaikan suatu persoalan. Tetapi menurut saya, tipe soal di atas tidak cocok bila diujikan untuk SD. Mungkin untuk tingkat SMP atau SMA masih bolehlah.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Matematika itu Memang (tidak) Menakutkan

Bertahun-tahun berkumpul dengan anak-anak yang hobi dengan matematika membuat saya lengah. Saya merasa bahwa matematika itu asyik. Orang-orang di sekitar saya juga merasa bahwa matematika itu menyenangkan. Tetapi di luar sana? Dapat saja sangat berbeda.

“Mas, nanti kalau shooting jangan sampai tanya apakah matematika itu sulit,” canda seorang teman dari tv.

Saya belum sempat merespon, teman itu langsung meneruskan,

“Betul…sahut reflek semua kameramen pasti!”

Memang matematika masih sangat menakutkan di dunia nyata ini. Karena itu tugas kami APIQ masih sangat besar untuk memperkenalkan matematika yang kreatif dan asyik. Saya bersyukur seluruh teman-teman di APIQ berjuang pantang menyerah untuk memasyarakatkan matematika kreatif.

Di sisi lain ada juga orang tua yang memaksa anaknya harus belajar matematika dengan susah payah. Jika ada cara belajar matematika yang lebih mudah, orang tua itu tidak setuju. Pokoknya matematika harus susah dan sulit!

Seorang ibu protes,

“Anak saya tidak boleh belajar sambil bermain!”
“Mengapa Bu?”
“Dengan serius saja susahnya minta ampun.”
“Dengan permainan yang ini anak Ibu jadi mengerti matematika tidak?”
“Iya sih…anak saya jadi senang dan mengerti matematika. Tapi…”

Tapi belajar matematika harus sulit!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Buku APIQ Bersaing di Toko Buku: Kecil-Kecil Jago Matematika

Saya dapat email dari penerbit bahwa buku APIQ yang berjudul Kecil-Kecil Jago Matematika sudah terdisplay di toko-toko buku Indonesia.

Kecil-Kecil Jago Matematika

APIQ: Kecil-Kecil Jago Matematika

Judul Kecil-Kecil Jago Matematika kami singkat dengan KKJM ini menjadi bersaing dengan buku APIQ Rumus Cepat Kreatif yang baru terbit beberapa minggu lalu. Dengan persaingan dua buku APIQ ini maka anak-anak kita memiliki lebih banyak pilihan untuk belajar matematika kreatif.

KKJM sebenarnya adalah recycle dari buku APIQ 1. Terdapat beberapa inovasi baru dalam permainan matematika kreatif di KKJM yang membuat belajar matematika lebih asyik lagi.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)