Akhir Januari ini kuliah di ITB semester genap dimulai. Saya sendiri, sesuai usul saya, dapat jadwal setiap hari Senin. Jadi, Senin kemarin saya sudah memulai kuliah perdana.
Ada beberapa hal menarik menurut saya dalam kuliah perdana ini. Seperti biasa anak-anak muda ini (para mahasiswa maksud saya) selalu antusias berkenaan dengan ide kreatif dan inovatif.
“Bagaiamana cara agar selalu bisa berpikir beda yang kreatif seperti itu Pak, apa harus dilatih?” tanya seorang mahasiswa.
“Ya,” jawab saya singkat.
Apa susahnya menjawab pertanyaan yang sudah ada jawabannya seperti di atas?
Tetapi buru-buru saya menambahkan. Perlu latihan dan secara sengaja mempraktikkannya. Juga kita memiliki beragam metode untuk menjadi kreatif.
Lalu muncul juga beberapa komentar dari mahasiswa,
“Baru kuliah pertama kali sudah langsung diberi tugas?!”
Sebenarnya komentar semacam itu sudah saya ketahui dari tahun-tahun sebelumnya. Awalnya saya mengira biasa-biasa saja. Tetapi setelah saya pikir-pikir memang jarang dosen yang memberi tugas dan kuis pada kuliah perdana. Memang inilah kuliah kreativitas yang tentu berbeda dengan kuliah lainnya.
Saya, pada kuliah perdana ini, memberi kuis sederhana. Dan sengaja saya meminta mahasiswa agar mengerjakannya secara kelompok. Maksud saya agar terjadi diskusi antar mahasiswa. Beberapa siswa usul mengerjakannya secara individu tetapi saya tetap minta agar mereka bekerja dalam tim – ini juga latihan kreativitas lho…dalam tim.
Pertanyaan kuis: Dalam kompetisi sepak bola terdapat 10.000 tim yang bertanding. Dengan sistem gugur perlu berapa banyak pertandingan untuk menghasilkan 1 juara sejati?
Mudah bukan?
Para mahasiswa mencoba menghitungnya sambil diskusi. Saya perhatikan terjadi diskusi yang seru antar mahasiswa. Bagi kelompok yang sudah selesai silakan mengumpulkan kertas kerjanya. Saya perhatikan ada dua pendekatan umum yang dilakukan mahasiswa.
Pertama mereka mencoba membuat bagan pertandingan lalu menghitung banyaknya pertandingan yang diperlukan. Cobalah…cara ini cukup menantang. Lebih-lebih banyaknya tim bukan pangkat dari 2.
Kedua mereka mencoba mengenali pola. Ini yang menarik. Mengenali pola, sesuai sering disebut Paman APIQ, adalah kunci utama untuk menjadi kreatif. Ketika mahasiswa melakukan perhitungan mereka mulai menemukan pola: n – 1.
Memang jawaban yang benar adalah: 9.999 pertandingan.
Ketiga, membalik cara berpikir.
Umumnya orang menghitung banyaknya pertandingan untuk sampai menghasilkan 1 juara. Bagaimana jika dibalik? Kita menghitung banyaknya tim yang kalah atau pecundang. Setiap pertandingan pasti menghasilkan 1 pecundang.
10.000 tim = 1 juara + 9.999 pecundang
Jadi, 9.999 pertandingan. (Selesai).
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)