Archive Bulanan: Desember 2010

Buku APIQ 4 Telah Terbit: Math Kreatif EINSTEIN

Sesuai jadwal semula, alhamdulilah buku APIQ 4: Math Kreatif EINSTEIN telah terbit hari ini beberapa ratus eksemplar. Beberapa ratus lagi (ribu) akan selesai cetak 2011 awal sekali.

Terima kasih atas dukungan seluruh teman-teman.

Selesainya buku APIQ 4 ini mendekatkan Paman APIQ kepada target yang hendak dicapai: menulis 6 judul buku setiap tahun. Syukur, Paman APIQ berhasil meraih lebih dari 50% target tersebut. Tahun 2010 Paman APIQ berhasil menulis 4 judul buku yang sudah diterbitkan. Bila kita hitung dengan naskah yang belum terbit tentu lebih banyak lagi.

Semoga tahun 2011 ini Paman APIQ akan berhasil meraih target 6 judul buku dalam satu tahun. Beberapa tema penting tengah menunggu: Kantong Ajaib Aljabar, Kalkulus Kreatif, Managing Mind, Reka SD, Math Hybrid, Rubik Kreatif, dan lain-lain.

Bagi teman-teman yang memerlukan buku APIQ silakan kontak kami melalui email,

quantumyes@yahoo.com

Untuk tampilan cover buku APIQ 4 : Math Kreatif EINSTEIN sudah saya hadirkan pada tulisan sebelumnya. Hanya saja ada sedikit tambahan yaitu terdapat gambar Paman APIQ pada kanan atas sampul depan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Menantang Logika: Test Seleksi USM ITB, UI, UGM dan lain-lain

Menyimak beberapa soal latihan test masuk ITB atau perguruan tinggi ternama lainnya memang menarik.

Contoh soal:

Bila
p = 2011^2; (atau kita baca 2011 kuadrat)
q = 2^2011; (atau kita baca 2 pangkat 2011)
r = 2011^(-2); (atau kita baca 2011 pangkat -2)
s = akar 2011

Maka urutkan dari yang paling kecil menuju ke yang lebih besar.

Bagaimana menurut Anda?

Saya pikir. tantangan yang menarik adalah membandingkan p dan q. Begitu juga membandingkan r dan s.

Pandangan sekilas menunjukkan bahwa dua teratas tampaknya lebih besar dari dua terbawah.

Selamat mencoba…

O ya… tentu saja tidak diijinkan menggunakan komputer atau kalkulator lho…!

Salam hangat,
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kantong Ajaib: Sebuah Prospek Pembelajaran Matematika Aljabar Kreatif

Semakin mendalami konsep kantong ajaib aljabar, Paman APIQ semakin kagum dengan kekuatannya. Pertama, sesuai dengan namanya, kantong ajaib sudah begitu nyata bagi anak-anak kita.

Dalam praktiknya kita memang dapat membuat bentuk nyata dari kantong tersebut berupa kantong, mangkuk, piring, atau lainnya. Kantong itu sendiri merupakan representasi nyata dari suatu konsep matematis. Bahkan kantong itu juga dapat sebagai perwujudan dari waktu – yang selama ini kita pandang sebagai abstrak.

Kedua, kantong ini dapat kita ungkapkan dalam bentuk gambar – pictorial. Sepertinya kantong ajaib ini memberikan ilustrasi 1000 makna bagi anak-anak kita untuk memahami konsep aljabar. Lebih jauh dari itu, Paman APIQ telah meluaskan kantong ajaib dengan kisah Adam Hawa.

Cara berpikir kisah Adam Hawa ini membuka cakrawala kreatif yang jauh lebih luas. Bahkan math pictorial yang selama ini dikembangkan di Singapura menjadi lebih kreatif lagi dengan pendekatan Adam Hawa. Math Singapore umumnya memanfaatkan bar model searah. Tetapi Paman APIQ mengembangkan kisah Adam Hawa yang memungkinkan kita membuat bar model dua arah dengan lebih sederhana.

Ketiga, kantong ajaib sangat dekat dengan konsep abstrak aljabar. Lagipula Paman APIQ sudah terbiasa membuat simbol kantong ajaib sebagai huruf k dan mangkuk sebagai huruf m. Jadi, bagi anak-anak kita yang sudah mulai paham konsep aljabar maka ia akan bergerak ke konsep abstrak dengan variabel k dan m.

Tentu saja anak-anak menjadi lebih mudah juga ketika mengganti variabel menjadi x dan y. Secara prinsip, kantong ajaib memang memanfaatkan konsep persamaan parametrik (parametric equation). Lebih lanjut, Paman APIQ memanfaatkan kantong ajaib untuk membantu anak-anak memahami konsep eliminasi baik secara konkret, visual, mau pun abstrak.

Tahun 2011 akan menjadi tahun yang seru untuk petualangan kantong ajaib aljabar.

Ayo bergabung….!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Sukses & Hepi : Managing Mind

Beberapa hari kemarin kami berdiskusi dengan seru tentang Managing Your Mind for Success & Happy.

1. Managing Your Brain & Mind for Success at Work

Mengenali bagaimana cara kerja otak dan pikiran kita untuk meraih bahagia dan sukses di tempat kerja. Manusia beruntung karena mendapat anugerah otak yang potensinya luar biasa hebat. Tetapi bila seseorang tidak mengelola dengan baik maka potensi otak ini dapat terabaikan.

Dengan mengenali cara kerja otak dan pikiran, kita dapat meraih bahagia dan sukses di tempat kerja. Otak kanan yang kreatif membantu kita dengan terobosan-terobosan ide. Mengakses gelombang alfa membuat lebih bahagia dan inovatif. Kekuatan bawah sadar lebih besar dari yang diduga.

2. Step by Step Managing Mind

Kita mendiskusikan tiga alternatif managing mind. Pertama Good Approach yaitu dengan cara memperbanyak tindakan-tindakan baik. Perbuatan baik ini akan membekali pikiran kita menjadi lebih cemerlang. Secara bertahap perbuatan baik ini akan memperkuat keyakinan kita untuk meraih bahagia dan sukses.

Kedua, ABCD Model. Sebuah pendekatan yang membantu pikiran kita untuk menghadapi masa-masa kritis: angry management. Dengan model ini kita dapat mengklarifikasi keabsahan pikiran-pikiran kita. Sehingga kita dapat merespon segala situasi dengan lebih arif.

Ketiga, Performance Approach. Sebuah cara yang dengan teliti memetakan kondisi kita saat ini. Kemudian dengan imajinasi kreatif kita dapat memotret tujuan masa depan. Langkah selanjutnya adalah menyusun tahapan untuk mencapai bahagia dan sukses itu dan terus menjaga agar tetap berada pada jalan yang lurus.

3. Psychology Positif. Kabar baik bahwa sejak awal abad ini, disiplin psychology telah melahirkan anak ajaib: psychology positif. Martin Seligman adalah salah satu tokoh yang ikut membidani lahirnya psychology positif. Bila psychology konvensional banyak berfokus pada masalah-masalah kejiwaan seperti kelainan jiwa dan stress maka psychology positif berfokus pada kekuatan dan kebajikan dari jiwa manusia.

Tentu saja psikologi positif dapat kita manfaatkan untuk managing mind meraih bahagia dan sukses. Bahkan psikologi positif memang mengkaji secara intensif tema kebahagiaan.

Mari meraih bahagia dan sukses dengan managing mind.

Bagaimaa menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Ide-ide Penting dalam Math Kreatif EINSTEIN

Banyak sekali ide-ide penting dan menarik dalam buku Math Kreatif EINSTEIN. Tetapi kali ini Paman APIQ ingin menuliskan tiga ide saja yang paling penting di antara ide-ide penting tersebut.

1. Math Pictorial (visual) persamaan garis. Ide ini akan membantu anak-anak kita belajar konsep persamaan garis dengan mudah dan menyenangkan. Karena gambar bermakna 1000 kata maka math pictorial aljabar garis ini memberi 1000 jalan bagi anak kita untuk menguasai aljabar garis.

2. Math Pictorial eliminasi-substitusi aljabar. Seperti kita ketahui bahwa teknik eliminasi adalah teknik yang paling penting dalam pemecahan masalah sistem aljabar. Dalam buku EINSTEIN ini Paman APIQ mengenalkan konsep eliminasi dengan math pictorial. Lagi-lagi gambar ini akan memberi anak-anak kita 1000 jalan untuk memahami konsep eliminasi dengan lebih baik.

3. Pembuktian luas lingkaran = luas segitiga. Tentu saja rumus luas = 1/2 alas x tinggi lebih mudah bagi kita untuk menghitung luas lingkaran. Dalam buku EINSTEIN ini Paman APIQ bahkan menguraikan langkah-langkah pembuktian rumus di atas dengan meminjam beberapa teori kalkulus. Setelah yakin dengan keabsahannya maka kita dengan mudah akan memanfaatkan rumus 1/2 alas x tinggi untuk menghitung cepat luas sektor lingkaran.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Buku Baru APIQ 4: Math Kreatif EINSTEIN

Mohon doanya, di awal tahun 2011 ini buku APIQ 4 akan segera terbit: Math Kreatif EINSTEIN.

Math Kreatif Einstein

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Math Pictorial, Visual, Gambar: 1000 Jalan untuk Menangkap Makna

Konsistensi untuk terus berkreasi menciptakan math pictorial memberikan prospek yang semakin menarik. Penemuan Paman APIQ dalam math pictorial untuk eliminasi sistem persamaan sangat berguna. Bahkan saat ini, keluarga besar APIQ sedang menyiapkan beragam kartu permainan matematika yang sangat asyik.

Mengapa anak-anak lebih mudah memahami dengan matematika gambar atau math pictorial?

Dugaan Paman APIQ adalah karena gambar bermakna 1000 kata. Sehingga anak-anak memiliki 1000 pilihan untuk memahami konsep math pictorial. Math Singapore memanfaatkan math pictorial karena sesuai kurikulum Singapore bahwa anak didik harus mampu berkomunikasi dengan disiplin matematika.

Komunikasi matematika ini mengandung dua aspek. Pertama seorang siswa harus mampu memahami persoalan matematika dengan baik. Setelah itu, siswa dapat menyelesaikan permasalahan dengan bantuan math. Kedua, siswa tersebut harus mampu menjelaskan jalan pikirannya agar dapat dipahami orang lain. Math pictorial banyak membantu dalam dua aspek di atas.

Metode tegak lurus koprima FPB KPK dari Paman APIQ termasuk math pictorial. Bahkan pohon faktor yang kita pelajari sejak 30 tahun yang lampau juga termasuk math pictorial. Sayangnya ketika menentukan FPB KPK tidak dilanjutkan dengan math pictorial.

Apakah mungkin kita memanfaatkan pohon faktor untuk menentukan FPB KPK secara pictorial sepenuhnya?

“Pasti bisa!” Paman APIQ yakin.

Dan memang benar kita dapat memanfaatkan pohon faktor untuk sepenuhnya menentukan FPB KPK secara pictorial. Proses ini menguntungkan bagi guru dan siswa. Pohon faktor pictorial merupakan transisi dari pohon faktor konvensional menuju tegak lurus koprima.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Buku Matematika dan Berhitung Cepat, Mudah, dan Berkualitas

Kebutuhan akan buku berkualitas semakin besar. Meski bentuk buku mungkin saja akan menjadi digital, kualitas tetap utama.

Saat ini saya sendiri sedang menulis buku matematika berhitung cepat dan berkualitas. Saya memberi nama “EINSTEIN: Eksplorasi INtuitif Sederhana TErapan Ilmu Nalar.” Mohon doanya buku ini akan selesai terbit akhir tahun ini atau pekan pertama tahun depan.

Buku EINSTEIN ini akan menempati posisi sebagai buku APIQ 4. Sedangkan buku APIQ 1, 2, dan 3 telah terbit beberapa waktu lalu. Sedangkan buku Quantum Quotient, SEPIA, dan REKA menempati seri yang berbeda.

Info lebih lengkap tentang buku APIQ silakan kunjungi klik:

Buku Karyaku.

Silakan menghubungi kami: quantumyes@yahoo.com

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Bagaimana Anak-anak Memahami Matematika Eliminasi Aljabar?

Paman APIQ penasaran bagaimana cara anak-anak memahami konsep eliminasi aljabar?

Paman APIQ mencoba melakukan survey ke beberapa teman. Agar lebih cepat, Paman APIQ langsung saja bertanya kepada teman-temannya dari ITB.

“Saya paling suka justru dengan teknik eliminasi itu?”
“Bagaimana cara kamu memahaminya sewaktu masih SMP dulu?”

Berpikir sejenak.

“Dengan latihan mengerjakan soal.”
“Jadi ketika mengerjakan soal di tahap awal kamu tidak paham tujuan eliminasi?”
“Ya, aku tidak paham tujuannya. Tetapi setelah beberapa kali berlatih aku paham maksud eliminasi.”

Sebagian besar teman-teman di ITB memiliki pengalaman yang mirip. Tampaknya eliminasi tidak dapat atau sulit dipahami anak-anak kita dengan penjelasan seperti apa pun. Tetapi eliminasi akan dipahami anak-anak kita bila mereka mencobanya.

Masalah muncul ketika tidak banyak anak yang berhasil mencoba melakukan eliminasi.

Paman APIQ mulai bereksperimen dengan gambar – pictorial. Hasil eksperimen memberi hasil yang menjanjikan.

Waktu itu Al masih berumur sekitar 9 tahun. Paman APIQ mencoba mengenalkan sistem persamaan dua variabel x dan y. Al mencoba mengerjakannya dengan cara coba-coba. Karena Paman APIQ sengaja menyusun sistem persamaan bilangan bulat maka Al berhasil menyelesaikan persamaan dengan cara coba-coba.

Paman APIQ mencoba mengenalkan cara eliminasi sebagai alternatif. Tetapi Al tidak tertarik. Al merasa lebih cocok dengan cara coba-coba saja.

Mungkin karena Al masih berumur 9 tahun maka tidak tertarik dengan eliminasi, pikir Paman APIQ.

Tetapi beberapa waktu kemudian Paman APIQ mengenalkan Al dengan gambar-gambar tentang persamaan dua variabel. Al menyukai cara eliminasi. Ternyata bila kita tampilkan dengan gambar-gambar membuat anak-anak lebih tertarik.

Contoh:

2x + 3y = 7
3x + 4y = 10

Ilustrai gambar dapat menggunakan gambar yang konkrit atau sekedar simbol.

# + $ = (7)
# . . $
. . . .$

### + $$$$ = (10)

Dengan perkalian bintang atau silang menjadi,

$ $ $ = (7) (7) (7)
$ $ $
$ $ $

$ $ $ $ = (10)
$ $ $ $ (10)

Dari gambar, Al dapat menebak bahwa,

$ = 1

Substitusi ke persamaan awal,

### + $$$$ = (10)

### = 6
# = 2 (Selesai).

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Fun Algebra: Matematika Kreatif dan Menyenangkan dengan Gambar

Gambar bermakna seribu kata.

Saat ini Paman APIQ sedang mengembangkan konsep dasar aljabar yang menyenangkan dengan beragam gambar. Tampaknya sederhana. Tetapi manfaatnya luar biasa.

Gambar-gambar ini membantu anak-anak kita menangkap konsep matematika aljabar dengan lebih baik. Anak-anak yang umumnya menganggap aljabar sebagai barang abstrak, kini semakin dapat memahami aljabar dengan lebih nyata.

Paman APIQ memilih gambar-gambar secara bertahap. Awalnya, anak-anak akan bermain dengan gambar nyata seperti kantong dan mangkuk – tentu kantong ajaib. Kemudian anak kita bergerak ke gambar yang lebih tinggi seperti lingkaran, segiempat, silang atau lainnya. Sedangkan gambar yang paling mendekati aljabar tingkat tinggi adalah gambar huruf itu sendiri.

Misal, umumnya, kita menulis:

3x = 6 ==> x = 6/3 = 2

Alternatif gambarnya adalah,

# # # = 6 ===> # = ?

Ternyata umumnya, anak-anak kita dapat menebaknya bahwa,

# = 2.

Setelah mahir, kita dapat melanjutkan,

x x x = 6 ===> x = ?

Anak-anak menebak,

x = 2.

Tentu saja kita menganggap bahwa simbol x di atas adalah gambar x. Jadi x x x = 3 buah x. Bukan x pangkat 3.

Yang menarik adalah Paman APIQ sudah mengembangkan cara eliminasi dan substitusi dengan gambar-gambar. Tentu saja anak-anak menjadi lebih senang lagi belajar aljabar eliminasi yang penuh gambar.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)