Ada banyak cara untuk menjadi kreatif. Google menempatkan mesin pencarinya dapat digunakan oleh orang awam sampai kepada seorang ahli. Ideo menyarankan agar kita mewawancarai pengguna ekstrem untuk memperluas cakrawala. Maksudnya, ketika kita hendak menghasilkan sesuatu yang kreatif cobalah bertanya kepada orang awam yang tidak paham sekali dengan produk Anda. Pada saat yang sama bertanyalah kepada ahli yang sangat mahir tentang produk Anda.
Dengan prespektif seperti di atas, Paman APIQ ingin menampilkan matematika kreatif untuk penguna ekstrem juga. Maksudnya setiap orang, meski pemula dalam matematika, dapat belajar matematika kreatif dengan asyik. Di saat yang sama, kami berharap, seorang ahli matematika juga dapat belajar bersama dengan matematika kreatif APIQ.
Sedikit ilustrasi. Keluarga besar APIQ dapat tantangan yang menarik. Bagi siswa SMP sekarang sedang belajar logika aljabar terbalik yang melibatkan waktu, secara umum dikenal sebagai aritmetika sosial. Paman APIQ telah mengajukan pendekatan yang banyak membantu yaitu Bintang Setara.
Contoh:
Sebuah perusahaan dapat menyelesaikan pesanan dalam 6 hari jika menggunakan 8 mesin. Jika pesanan yang sama hendak diselesaikan dalam waktu 4 hari maka berapa mesin yang diperlukan?
Jawab:
Gunakan Bintang Setara,
6.8 = 4.m
m = 12
Jadi, diperlukan 12 mesin (Selesai).
Tantangan menarik muncul:
Mengapa harus dikalikan?
Mengapa harus setara?
Bagaimana jika anak-anak saya masih sulit memahaminya?
Sekali lagi ini adalah tantangan menarik. Karena tantangan ini mewakili wawasan pengguna ekstrem. Paman APIQ melangkah lebih jauh mencoba konsep Bintang Setara kepada siswa TK yaitu Al kecil yang berusia 5 tahun.
Contoh soal:
Tanaman padi di sawah yang sangat luas dapat dihabiskan oleh 2 monster dalam waktu 4 hari. Bila hanya ada 1 monster saja berapa hari dia dapat menghabiskan padi di sawah yang luas itu?
Al tampak tertarik dengan cerita monster itu. Tetapi tampaknya Al tidak begitu paham dengan inti permasalahan.
Paman APIQ mengambil mainan berupa kubus milenium dengan mangkok milenium.
“Ini 2 monster,” Paman APIQ menunjukkan 2 kubus ditempatkan pada mangkok.
“Butuh 4 hari,” Paman APIQ memasang 4 mangkok masing-masing berisi 2 kubus.
“Jika hanya 1 monster saja,” dengan memegang 1 kubus, “maka butuh berapa hari?” sambil menunjukkan mangkok-mangkok kosong.
Al tampak tercenung. Lalu mengambil kubus-kubus yang berwarna merah itu. Menempatkan 1 kubus pada setiap mangkok. Hasilnya tentu terdapat 8 mangkok masing-masing berisi 1 kubus.
“Butuh 8 mangkok, eh… 8 hari,” Al menebak.
“Betul,” sahut Paman APIQ.
“Jika ternyata ada 4 monster maka butuh berapa hari?”
Al mengambil 4 kubus menempatkannya ke satu mangkok.
“Butuh 2 hari,” jawab Al mantap.
“Betul!”
“Jika 8 monster…” Al membuat soal sendiri, “maka butuh 1 hari.”
Paman APIQ semakin kagum kepada Al. Tentu saja Paman APIQ juga kagum terhadap kekuatan media permainan matematika kreatif.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)