Belajar Cepat Perkalian: Antara Memahami dan Menghafal

Secara umum terdapat 2 cara untuk belajar perkalian bagi anak-anak kita. Yaitu dengan memahami konsep perkalian atau yang kedua dengan cara menghafalnya.

Di daerah Sunda, sebagaimana Paman APIQ tinggal, dikenal istilah raraban. Suatu istilah atau tugas yang sering ditakuti anak-anak di daerah Sunda. Raraban adalah semacam tugas menghafal tabel perkalian. Tentu saja tugas menghafal tabel perkalian pasti memberatkan bagi sebagian besar anak-anak.

Paman APIQ sendiri mengambil jalan tengah antara menghafal perkalian dan memahami konsepnya. Dengan cara ini anak-anak seperti Algeometi dengan senang hati menguasai perkalian: sebagian memang karena paham sebagian yang lain hafal dulu baru paham.

Untuk tugas perkalian intuitif anak sebaiknya paham. Misal perkalian dengan 2 sebaiknya anak-anak paham. Bahkan perkalian dengan 2 sering lebih disukai oleh anak-anak dari pada penjumlahan itu sendiri.

6 x 2 = …
7 x 2 = …

2 x 4 = …
2 x 5 = …

Perkalian dengan 3 anak-anak juga dapat memahami konsepnya dengan baik. Sedangkan perkalian dengan 4 lebih menantang. Anak secara intuitif dapat memahami bahwa perkalian dengan 4 adalah perkalian dengan 2 kemudian dikalikan dengan 2 lagi.

Perkalian dengan 5 sebenarnya sudah cukup rumit untuk dipahami secara intuitif. Untungnya 5 + 5 = 10. Sehingga anak-anak secara intuitif juga dapat menghitung perkalian 5 dengan menggabung-gabungkan menjadi 10an.

Tentu saja untuk anak-anak di APIQ semua konsep perkalian di atas dapat dimainkan dengan beragam permainan: onde milenium, kubus milenium, mino milenium dan lain sebagainya. Permainan dari APIQ banyak membantu pemahaman konsep matematika anak.

Sedangkan untuk perkalian dengan 6 menghitungnya secara intuitif sudah mulai rumit. Paman APIQ menyarankan agar kita mulai memanfaatkan kekuatan hafalan memori. Perkalian bilangan kembar akan cukup menarik bagi anak-anak kita.

6 x 6 = …
7 x 7 = …
8 x 8 = …
9 x 9 = …

Dari perkalian kembar itu secara bertahap kita akan memasuki perkalian yang paling sulit untuk sebagian besar anak – bahkan juga untuk orang tua:

6 x 7 = …
6 x 8 = …
7 x 8 = …

Untungnya di APIQ banyak permainan yang membantu anak-anak kita untuk menguasai perkalian. Onde milenium, dadu milenium, kombi milenium, kartu ajaib digital dan lain-lain.

Setelah anak-anak hafal atau agak-agak hafal maka kita perlu kembali menekankan penting pemahaman lagi. Pengalaman menunjukkan bahwa anak-anak yang setengah hafal menjadi lebih terbantu untuk paham. Begitu sebaliknya, anak-anak yang agak paham juga terbantu proses menghafalnya.

Onde dimensi 2 juga dapat kita gunakan untuk membantu visualisasi perkalian.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

About these ads

5 responses to “Belajar Cepat Perkalian: Antara Memahami dan Menghafal

  1. Pak mau tanya lagi, ada yang bilang katanya metode belajar math yg diajarkan di sd salah, misalnya begini. 8+2×5 selama ini jawabannya 18 bukan 50, karenaoperasi hitung perkalian dihitung lebih dulu, tetapi ada yang bilang itu keliru, saya mhn penjelasan , dankalau memang salah mestinya ada usaha membenarkan ksalahan yang sudah terlanjur mendarah daging tersebut( kalo memang salah) ya kan pak?

  2. Untuk Mbak Nurkamilah, sudah sesuai aturan urutan tata hitung, urutan dari yang didahulukan sampai operasi hitung terrendah adalah pertama : hitung dulu apa yang ada dalam tanda kurung, kemudian perpangkatan, baru kali bagi dan urutan paling akhir tambah kurang, jadi apa yang mbak tanyakan : (jawaban yang benar =8+2×5 = 8+ 10 = 18 bukan 10 x 5 = 50; cara yang salah ini adalah mendahulukan operasi yang paling kiri, kecuali soalnya adalah (8 +2)x 5 ini benar = 50; Coba anda hitung 10 + 5x(3+2)^2 ! (jawaban yang benar =10 + 5×5^2= 10 +5×25 = 10+ 125 = 125) Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s