Archive Bulanan: Oktober 2010

Jurus Bintang Aritmetika sebagai Jembatan Persamaan Kuadrat Aljabar

Anak-anak kita merasa kurang akrab dengan persamaan aljabar kuadrat. Hal ini wajar karena kita memandang,

(x + a)(x + b) sebagai bentuk khusus dari

(p + q)(r + s).

Dua ungkapan aljabar di atas sama-sama tidak mudah bagi kebanyakan anak-anak kita. Ditambah lagi pembelajaran aritmetika dan geometri tampak tidak berperan dalam kasus ini.

Padahal, Paman APIQ telah mengembangkan jurus Bintang yang membantu anak-anak kita belajar aljabar – dengan memanfaatkan arimetika dan geometri.

12
13
—-x
???

Cara yang umum kita lakukan adalah,

12
13
—-x
36
120
—-+
156

Tetapi dengan jurus Bintang Aritmetika, kita memperoleh keunggulan geometri dan aljabar,

12
.X.
13
—-x
156

Dengan jurus Bintang yang sama kita mudah memahami persamaan kuadrat aljabar,

(x + 2)
…X…
(x + 3)
——–x
x^2 + 5x + 6

Karena berbagai macam pertimbangan itu maka Paman APIQ menyarankan agar kita mengenalkan jurus Bintang sejak awal.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Persoalan Rumit tapi Mudah Logika Matematika dan Fisika

Kereta Al bergerak ke arah barat dengan kecepatan 6 meter/detik. Dari arah berlawanan dengan jarak 700 meter, kereta Meti bergerak dengan kecepatan 8 meter/detik. Kupu Geo bergerak dengan laju tetap 15 meter/detik dari kereta Al sampai menyentuh kereta Meti kemudian kembali menyentuh kereta Al dan begitu seterusnya.

Berapa jarak yang ditempuh kupu Geo sampai kedua kereta di atas bersentuhan?

Nah ini dia…logika matematika bertemu dengan logika fisika. Pasti asyik!

Jarak 700 m akan ditempuh oleh kereta Al, 6 m/det, dan kereta Meti, 8 m/det.

Waktu yang dibutuhkan sampai kereta bersentuhan,

w = 700/(6+8) = 700/14 = 50 detik.

Dalam waktu 50 detik kupu Geo bolak-balik menempuh jarak,

j = 15 m/det x 50 det = 750 meter (Selesai).

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)