Resmi Belajar Matematika Kreatif Sejak Usia 2 Tahun

Paman APIQ merumuskan metode pembelajaran matematika kreatif yang cocok untuk bayi sampai orang dewasa. Tetapi Paman APIQ tidak mengira bakal ada siswa kursus matematika kreatif APIQ yang masih berumur 2 tahun.

Meti kecil yang masih berumur 2 tahun bergembira belajar di kelas kursus APIQ. Meti belajar menulis – atau mencoret-coret – angka dengan bergembira.

“Satu tambah satu …?” tanya Tante Pi sang guru kursus.
“Uwa…!” jawab Meti yang masih berumur 2 tahun.

“Dua tambah dua …?” tanya Tante Pi lagi.
“Empat…!” jawab Meti lagi bergembira.

Paman APIQ semakin kagum dengan Meti. Bagi Meti sendiri ia hanya merasa bermain-main ketika belajar matematika kreatif. Meti bermain onde milenium, bermain kartu ular angka, dan tentu saja bergembira bermain tepuk matematika.

Yang terpenting bagi anak-anak adalah dunia bermain. Bermain mengasah keterampilan dan kematangan anak-anak. Paman APIQ memang menyediakan berbagai macam sarana bermain yang asyik dan berbonus pemahaman matematika kareatif.

Matematika kreatif memang asyik kita mainkan untuk anak-anak usia dini sampai orang dewasa.

Sedikit berbeda lagi pengalaman Al yang berumur 5 tahun. Karena Al hampir tiap hari bermain bersama Paman APIQ maka Paman APIQ tidak begitu jelas melihat pertumbuhan Al. Sampai suatu ketika Paman APIQ kedatangan tamu jauh yang membawa anaknya berumur sekitar 9 tahun, kelas 3 SD.

Tamu tersebut tertarik untuk bermain matematika kreatif kartu ular angka. Anaknya yang kelas 3 SD sedang mulai belajar konsep perkalian dasar. Sekalian saja anak tersebut diajak bermain bersama kombi milenium matematika kreatif yang asyik sambil bermain perkalian.

Kelas 3 SD belajar konsep perkalian adalah wajar. Sedangkan Al yang berumur 5 tahun sudah mahir perkalian dasar. Itu pun Al memahami konsep perkalian plus hafal. Mengapa? Tentu saja. Karena dengan bermain kombi seorang anak tentu menjadi mahir perkalian meski baru berumur 5 tahun seperti Al.

Lebih mengagetkan Paman APIQ lagi pertanyaan Al yang umur 5 tahun itu.

“Tak terhingga dibagi 2 berapa?” tanya Al.

Paman APIQ berpikir sejenak,

“Ya…setengah tak terhingga.”

“Setengah tak terhingga itu berapa?” tanya Al mengejar.

“Setengah tak terhingga itu ya… tak terhingga juga,” jawab Paman APIQ.

“Mengapa begitu?” Al penasaran.

“Bayangkan Kamu punya sekarung besar beras. Ada berapa butir dalam sekarung beras?”
“Tak terhingga,” jawab Al yang sudah terbiasa dengan ilustrasi sekarung beras.

“Lalu satu karung itu dibagi 2, menjadi berapa?”
“Masing-masing setengah karung,” jawab Al.

“Nah, dalam setengah karung tersebut terdapat berapa butir beras?”
“Tak terhingga juga…” jawab Al.

“Itulah… setengah tak terhingga itu masih tak terhingga juga…”

Al tampak masih mikir-mikir.

“Jadi, jika satu karung dibagi 4 menjadi seperempat karung. Masih tak terhingga juga ya…?”

Paman APIQ semakin kagum saja. Anak usia 5 tahun mengajak diskusi tentang limit tak terhingga.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat….
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

About these ads

3 responses to “Resmi Belajar Matematika Kreatif Sejak Usia 2 Tahun

  1. Slamet sore, untuk ke 3 kali saya memberi komentar, moga2 kali ini terrekam, mari dengan satu janji anak muda : satu bahasa satu nusa satu bangsa dan ditambah dengan satu tekad mempersiapkan diri untuk masa depan, melalui Matematika anak muda harus siap menangani berbagai hal dengan cermat, akurat dan konsisten, sebaba saat ini banyak yang menyimpang dari hal2 ini; khusus untuk anak balita hendaknya materi matematika masih bertalian dengan hal2 yang kongkrit jangan terlalu abstrak, seperti melalui permainan yang telah dirintis oleh APIQ, Wassalam

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s